• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hiponatremia

Hiponatremia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hiponatremia

Pengertian Hiponatremia

Hiponatremia terjadi ketika konsentrasi natrium dalam darah lebih rendah dari angka normal. Natrium adalah elektrolit, yang membantu mengatur jumlah air di dalam dan di sekitar sel tubuh. Kondisi medis tertentu hingga terlalu banyak minum air putih jadi beberapa penyebab yang mendasari.

Ketika hiponatremia terjadi, kadar air dalam tubuh jadi meningkat, sehingga sel-sel mulai mengalami pembengkakan. Pembengkakan ini yang akan menimbulkan berbagai keluhan kesehatan mulai dari intensitas ringan hingga mengancam nyawa. Jika sudah begitu, perawatan diperlukan untuk mencegah munculnya komplikasi.

Penyebab Hiponatremia

Natrium memainkan peran penting dalam tubuh, seperti membantu menjaga tekanan darah normal, mendukung kinerja saraf dan otot, serta mengatur keseimbangan cairan tubuh. Normalnya, natrium darah berada di kisaran 135 hingga 145 milliequivalents per liter (mEq/L).

Saat hiponatremia terjadi, kadar natrium berada di bawah 135 mEq/L. Berikut ini beberapa penyebab yang mendasari:

  • Obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat, seperti pil diuretik, antidepresan, dan obat nyeri, dapat mengganggu proses hormonal dan kinerja ginjal dalam menjaga konsentrasi natrium dalam kisaran normal.
  • Masalah jantung, ginjal, dan hati. Gagal jantung kongestif dan penyakit pada ginjal atau hati dapat menyebabkan cairan menumpuk di tubuh. Kondisi tersebut dapat mengencerkan dan menurunkan kadar natrium dalam tubuh.
  • Sindrom hormon antidiuretik yang tidak tepat (SIADH). Dalam kondisi ini, hormon antidiuretik (ADH) tingkat tinggi diproduksi, sehingga menyebabkan tubuh menahan air dan tidak dapat mengeluarkannya dalam bentuk urine.
  • Muntah, diare kronis, dan penyebab dehidrasi lainnya. Sejumlah kondisi tersebut menyebabkan tubuh kehilangan elektrolit, seperti natrium dan juga meningkatkan kadar ADH.
  • Minum air terlalu banyak. Minum air dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan penurunan jumlah natrium karena peningkatan kemampuan ginjal untuk mengeluarkan air berlebihan.
  • Perubahan hormonal. Insufisiensi kelenjar adrenal (penyakit Addison) mempengaruhi kemampuan kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon yang membantu menjaga keseimbangan natrium, kalium, dan air.

Faktor Risiko Hiponatremia

Selain beberapa penyebab utama, hiponatremia juga disebabkan oleh beberapa faktor risiko, seperti:

  • Usia. Orang tua memiliki risiko lebih tinggi, termasuk perubahan terkait usia, konsumsi obat tertentu, dan penyakit kronis.
  • Aktivitas fisik yang intensif. Orang yang minum terlalu banyak air saat melakukan aktivitas tingkat tinggi mengalami peningkatan risiko penyakit.

Gejala Hiponatremia

Dalam intensitas ringan, gejala mungkin tidak akan muncul. Gejala biasanya muncul ketika kadar natrium tiba-tiba turun secara drastis. Berikut ini beberapa gejala yang dialami:

  • Mual disertai muntah.
  • Kelelahan.
  • Sakit kepala atau kebingungan.
  • Kram atau kejang pada otot.
  • Iritabilitas dan kegelisahan.
  • Kelemahan.

Diagnosis Hiponatremia

Diagnosis hiponatremia dilakukan dengan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan darah. Pemeriksaan penunjang dapat mengukur kadar elektrolit di dalam tubuh, termasuk kadar natrium. Jika kadar natrium dalam darah pengidap di bawah nilai normal, dokter akan memeriksa kadar natrium dalam urine.

Pemeriksaan urine tersebut membantu dokter untuk menentukan penyebab hiponatremia. Jika kadar natrium dalam darah rendah tapi tinggi dalam urine, artinya tubuh pengidap kekurangan natrium. Sedangkan jika kadar natrium dalam darah dan urine rendah keduanya, hal tersebut selain menunjukkan tubuh kekurangan natrium, juga dapat berarti tubuh kelebihan cairan.

Pengobatan Hiponatremia

Pengobatan ditujukan untuk mengatasi penyebab yang mendasari. Jika mengalami penyakit dalam intensitas sedang akibat penggunaan obat diuretik atau minum terlalu banyak air, dokter mungkin merekomendasikan untuk mengurangi asupan cairan untuk sementara waktu.

Sedangkan dalam intensitas parah, pengobatan yang dilakukan, meliputi:

  • Cairan intravena. Dokter akan memberikan larutan natrium IV untuk meningkatkan kadar natrium dalam darah.
  • Obat-obatan. Dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengatasi sejumlah gejala, seperti sakit kepala, mual, dan kejang.

Pencegahan Hiponatremia

Langkah-langkah berikut dapat membantu mencegah hiponatremia:

  • Rawat kondisi terkait. Segera dapatkan pengobatan jika mengalami gangguan kesehatan yang dapat berujung pada hiponatremia, seperti insufisiensi kelenjar adrenal.
  • Perhatikan jumlah asupan cairan. Meski air putih sangat penting, tetapi kamu tidak bisa mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan. Tanyakan kepada dokter terkait dengan jumlah yang sesuai dengan aktivitas.

Komplikasi Hiponatremia

Dalam banyak kasus, hiponatremia menyebabkan kelebihan air keluar dari aliran darah dan masuk ke sel-sel tubuh, termasuk otak. Dalam intensitas tinggi, hiponatremia dapat menyebabkan pembengkakan jaringan otak yang berujung pada komplikasi, seperti:

  • Perubahan status mental.
  • Kejang.
  • Koma.
  • Kematian.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri di rumah sakit terdekat saat mengalami sejumlah tanda dan gejala parah, seperti mual dan muntah, kebingungan, kejang, atau kehilangan kesadaran. Lakukan langkah perawatan yang tepat agar sejumlah komplikasi membahayakan tidak kamu alami.

Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya, silahkan download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2022. What Is Hyponatremia?
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Hyponatremia.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Hyponatremia.

National Kidney Foundation. Diakses pada 2022. Hyponatremia.