Hirsutisme

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Hirsutisme

Hirsutisme adalah pertumbuhan rambut berlebih pada wanita di area yang umumnya tumbuh rambut pada pria, misalnya pada bibir atas, dagu, cambang, dada, dan punggung. Kelebatan rambut yang tumbuh pada hirsutisme ditentukan oleh faktor genetik.

Baca juga: Rambut Tumbuh Berlebih, Kenali Fakta Hirsutisme pada Wanita

 

Faktor Risiko Hirsutisme

Beberapa faktor risiko hirsutisme, antara lain:

  • Riwayat keluarga, misalnya terdapat anggota keluarga dengan riwayat hiperplasia adrenal kongenital dan sindrom ovarium polikistik.

  • Riwayat penyakit tertentu, seperti hiperplasia adrenal kongenital dan sindrom ovarium polikistik.

  • Etnis, pada wanita yang berasal dari Mediterania, Timur Tengah, dan Asia Selatan.

  • Kelebihan berat badan bisa menyebabkan produksi androgen meningkat, sehingga dapat memicu hirsutisme.

 

Penyebab Hirsutisme

Saat memasukki masa pubertas, indung telur seorang wanita mulai menghasilkan campuran hormon seks wanita dan pria yang menyebabkan rambut-rambut tumbuh di ketiak dan di daerah kemaluan. Hirsutisme bisa terjadi ketika campuran kedua hormon tersebut tidak seimbang dengan kadar hormon seks pria (androgen) yang terlalu tinggi. Beberapa penyebab hirsutisme, antara lain:

  • Genetik, akibat faktor keturunan, jika ibu atau saudara perempuan ada yang mengalami kondisi ini.

  • Hormon, akibat kadar hormon pria yang tinggi, seperti pada pengidap penyakit sindrom ovarium polikistik (PCOS), sindrom Cushing, dan tumor di kelenjar adrenalin.

  • Obat-obatan tertentu, seperti steroid, fenitoin, diazoxide, siklosporin, dan minoxidil, bisa memengaruhi kadar hormon dalam tubuh, sehingga memicu pertumbuhan rambut berlebih.

  • Munculnya tumor yang mensekresi androgen di ovarium atau kelenjar adrenal bisa menyebabkan hirsutisme. Namun, hirsutisme sangat jarang disebabkan oleh tumor.

 

Gejala Hirsutisme

Umumnya, wanita yang mengidap hirsutisme akan mengalami gejala-gejala berikut:

  • Tumbuh rambut di wajah, leher, dada, perut, paha, punggung bawah, dan bokong.

  • Kulit berminyak dan timbul jerawat.

  • Gangguan dalam siklus menstruasi.

  • Produksi keringat yang berlebihan.

  • Suara menjadi berat.

  • Ukuran payudara yang kecil.

 

Diagnosis Hirsutisme

Untuk mendiagnosis hirsutisme, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, antara lain:

  • Pemeriksaan darah untuk kadar testosteron dan dehydroepiandrosterone sulfate (DHEAS), untuk mengukur kadar hormon androgen dalam tubuh.

  • Pemindaian dengan USG, CT scan, atau MRI, untuk memeriksa kemungkinan adanya kista atau tumor pada indung telur dan kelenjar adrenal.

 

Komplikasi Hirsutisme

Karena hirsutisme adalah penyakit jangka panjang, komplikasi yang sering timbul adalah masalah psikologis akibat perasaan malu dan tertekan. Meskipun hirsutisme tidak menyebabkan komplikasi secara fisik, tapi penyebab di balik ketidakseimbangan hormon yang terjadi tetap tidak boleh disepelekan.

 

Pengobatan Hirsutisme

Pengobatan hirsutisme membutuhkan waktu lama hingga berbulan-bulan. Beberapa obat yang umum diberikan dokter, antara lain:

  • Obat antiandrogen (spironolactone), untuk mencegah androgen melekat dengan reseptornya di dalam tubuh, tetapi berisiko menyebabkan cacat lahir pada bayi.

  • Pil KB, agar tubuh menghasilkan lebih sedikit hormon androgen dan untuk membantu mengatasi masalah menstruasi.

  • Tindakan pembedahan, pada tumor ovarium atau kelenjar adrenal.

Untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan, pengidap dapat menggunakan obat-obatan, mencukur, bleaching, waxing, menggunakan krim (depilatories), dan elektrolisis atau sinar laser (untuk penghapusan permanen).

Baca juga: Obati Hirsutisme dengan Anti Androgen, Ini Efek Sampingnya

 

Pencegahan Hirsutisme

Beberapa upaya untuk mencegah hirsutisme, antara lain:

  • Kurangilah berat badan jika memiliki kelebihan berat badan.

  • Hindari penggunaan obat yang mengandung hormon laki-laki secara sembarangan.

Baca juga: Atasi Hirsutisme dengan Hair Removal, Amankah?

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter ketika dirimu merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dan cepat akan semakin baik demi proses pengobatan dan penyembuhan.

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hirsutism - Symptoms and causes.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Hirsutism: Symptoms, causes, diagnosis, and treatment.

Diperbarui pada 10 September 2019