• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hirsutisme

Hirsutisme

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hirsutisme

Hirsutisme merupakan kondisi di mana seorang wanita mengalami pertumbuhan rambut yang berlebih pada wanita di area yang umumnya tumbuh pada pria. Misalnya pada bibir atas, dagu, cambang, dada, dan punggung. 

Pertumbuhan rambut ekstra ini muncul dari akibat wanita mengalami kelebihan hormon pria (androgen), terutama testosteron. Kelebatan rambut yang tumbuh pada kondisi ini juga bisa ditentukan oleh faktor genetik. Meskipun dapat menimbulkan banyak ketidaknyamanan, kondisi ini sebenarnya dapat ditangani. 

Penyebab Hirsutisme

Ketika seorang wanita memasuki masa pubertas, indung telur pada tubuh mulai menghasilkan campuran hormon seks wanita dan pria. Kondisi ini akan menyebabkan rambut-rambut tumbuh di ketiak dan di daerah kemaluan.

Hirsutisme dapat terjadi ketika campuran kedua hormon tersebut tidak seimbang dengan kadar hormon seks pria (androgen) yang terlalu tinggi. Nah, beberapa penyebab hirsutisme, antara lain:

  • Genetik. Faktor keturunan merupakan salah satu penyebab utama hirsutisme. Terutama jika ibu atau saudara perempuan ada yang mengalami kondisi ini.
  • Hormon. Kondisi ini terjadi akibat kadar hormon pria yang tinggi, seperti pada pengidap penyakit sindrom ovarium polikistik (PCOS), sindrom Cushing, dan tumor di kelenjar adrenalin.
  • Obat-Obatan Tertentu. Konsumsi obat-obatan seperti steroid, fenitoin, diazoxide, siklosporin, dan minoxidil, bisa memengaruhi kadar hormon dalam tubuh, sehingga memicu pertumbuhan rambut berlebih.
  • Tumor. Munculnya tumor yang mensekresi androgen di ovarium atau kelenjar adrenal bisa menyebabkan hirsutisme. Namun, hirsutisme sangat jarang disebabkan oleh tumor.

Faktor Risiko Hirsutisme

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seorang wanita untuk terkena hirsutisme, termasuk:

  • Riwayat keluarga, misalnya terdapat anggota keluarga dengan riwayat hiperplasia adrenal kongenital dan sindrom ovarium polikistik.
  • Riwayat penyakit tertentu, seperti hiperplasia adrenal kongenital dan sindrom ovarium polikistik.
  • Etnis, pada wanita yang berasal dari Mediterania, Timur Tengah, dan Asia Selatan.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan bisa menyebabkan produksi androgen meningkat. Kondisi ini dapat memicu terjadinya hirsutisme.

Gejala Hirsutisme

Gejala utama dari hirsutisme adalah tumbuhnya rambut tubuh yang kaku atau gelap. Rambut tersebut akan tumbuh pada area tubuh di mana wanita biasanya tidak memiliki rambut tersebut. Rambut akan tumbub terutama di wajah, dada, perut bagian bawah, paha bagian dalam, dan punggung. 

Ketika kadar androgen tinggi menyebabkan hirsutisme, gejala lain juga mungkin akan berkembang seiring waktu. Perkembangan gejala tersebut merupakan sebuah proses yang disebut virilisasi. Tanda-tanda virilisasi mungkin termasuk:

  • Suara yang terdengar lebih berat. 
  • Kebotakan pada rambut kepala. 
  • Kulit berminyak dan timbul jerawat. 
  • Ukuran payudara yang mengecil. 
  • Peningkatan massa otot. 
  • Pembesaran klitoris. 
  • Gangguan dalam siklus menstruasi.
  • Produksi keringat yang berlebihan.

Diagnosis Hirsutisme

Untuk mendiagnosis hirsutisme, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, antara lain:

  • Pemeriksaan darah untuk kadar testosteron dan dehydroepiandrosterone sulfate (DHEAS), untuk mengukur kadar hormon androgen dalam tubuh.
  • Pemindaian dengan USG, CT scan, atau MRI, untuk memeriksa kemungkinan adanya kista atau tumor pada indung telur dan kelenjar adrenal.

Pengobatan Hirsutisme

Meski menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu penampilan, hirsutisme dapat ditangani. Namun, pengobatan hirsutisme membutuhkan waktu lama hingga berbulan-bulan. 

Salah satu cara pengobatan yang dianjurkan adalah melalui penggunaan obat-obatan. Berikut adalah beberapa obat yang umum diberikan dokter kepada pengidap hirsutisme: 

  • Obat antiandrogen (spironolactone), untuk mencegah androgen melekat dengan reseptornya di dalam tubuh, akan tetapi obat ini berisiko menyebabkan cacat lahir pada bayi.
  • Pil KB, agar tubuh menghasilkan lebih sedikit hormon androgen dan untuk membantu mengatasi masalah menstruasi. Meski begitu, penggunaan pil KB juga berpeluang menimbulkan efek samping, seperti mual dan sakit kepala. 
  • Tindakan pembedahan, pada tumor ovarium atau kelenjar adrenal.

Di samping itu, pengidap hirsutisme juga dapat menjalani perawatan lain untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan. Misalnya seperti menggunakan obat-obatan, mencukur, bleaching, waxing, menggunakan krim (depilatories), dan elektrolisis atau sinar laser (untuk penghapusan permanen). 

Terakhir, pengidap hirsutisme juga perlu menurunkan berat badan secara signifikan, jika mengalami obesitas. Alasannya, dengan berat badan yang ideal, produksi hormon pria pada tubuh mungkin akan berkurang. Maka dari itu, pengidap hirsutisme yang obesitas perlu berolahraga secara rutin dan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang. 

Komplikasi Hirsutisme

Mengingat bahwa hirsutisme merupakan penyakit jangka panjang, kondisi ini dapat menimbulkan stres emosional. Alhasil, komplikasi yang sering timbul adalah tekanan psikologis akibat perasaan malu dan tertekan. Bahkan, stres yang tidak dikelola dengan baik tentunya juga dapat mengembangkan depresi. 

Selain itu, jika seorang wanita yang mengidap hirsutisme mengalami menstruasi yang tidak teratur, orang tersebut mungkin terkena sindrom ovarium polikistik. Perlu diingat bahwa sindrom ovarium polikistik ini erlu segera ditangani karena dapat menghambat kesuburan. Wanita yang mengonsumsi obat tertentu untuk mengobati hirsutisme juga perlu menghindari kehamilan karena ini bisa meningkatkan risiko cacat lahir pada bayi.

Pencegahan Hirsutisme

Sayangnya hirsutisme tidak dapat dicegah. Kendati demikian, ada beberapa upaya untuk mengurangi risikonya, antara lain: 

  • Menjaga berat badan tetap ideal agar terhindar dari obesitas. 
  • Jika kamu mengidap obesitas, pastikan untuk berolahraga secara rutin dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. 
  • Hindari penggunaan obat yang mengandung hormon laki-laki secara sembarangan. 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau orang terdekatmu merasakan gejala hirsutisme, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Sebab, penanganan yang dilakukan sedari dini tentunya dapat meningkatkan peluang kesembuhan. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter spesialis pilihanmu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Hirsutism – Symptoms and causes.
Medical News Today. Diakses pada 2022. Hirsutism: Symptoms, causes, diagnosis, and treatment. 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Excessive Hair Growth (Hirsutism). 
NHS. Diakses pada 2022. Excessive hair growth (hirsutism). 

Diperbarui pada 10 Mei 2022.