Hirsutisme

ARTIKEL TERKAIT

Pengertian Hirsutisme

Hirsutisme adalah pertumbuhan rambut berlebih pada wanita di area yang umumnya tumbuh rambut pada pria, misalnya pada bibir atas, dagu, cambang, dada, dan punggung. Kelebatan rambut yang tumbuh pada hirsutisme ditentukan oleh faktor genetik.

 

Gejala Hirsutisme

Beberapa gejala yang dialami oleh wanita dengan hirsutisme, antara lain:

  • Tumbuh rambut di wajah, leher, dada, perut, paha, punggung bawah, dan bokong.
  • Kulit berminyak dan timbul jerawat.
  • Menstruasi tidak teratur atau tidak menstruasi sama sekali.
  • Produksi keringat yang berlebihan.
  • Suara menjadi berat.
  • Ukuran payudara yang kecil.

 

Penyebab Hirsutisme

Beberapa penyebab hirsutisme, antara lain:

  • Genetik, akibat faktor keturunan, jika ibu atau saudara perempuan ada yang mengalami kondisi ini.
  • Hormon, akibat kadar hormon pria yang tinggi, seperti pada pengidap penyakit sindrom ovarium polikistik (PCOS), sindrom Cushing, dan tumor di kelenjar adrenalin.
  • Obat, akibat pengaruhnya terhadap kadar hormon dalam tubuh, sehingga memicu pertumbuhan rambut berlebih, seperti steroid, fenitoin, diazoxide, siklosporin, dan minoxidil.

 

Faktor Risiko Hirsutisme

Beberapa faktor risiko hirsutisme, antara lain:

  • Riwayat keluarga, misalnya terdapat anggota keluarga dengan riwayat hiperplasia adrenal kongenital dan sindrom ovarium polikistik.
  • Riwayat penyakit tertentu, seperti hiperplasia adrenal kongenital dan sindrom ovarium polikistik.
  • Etnis, pada wanita yang berasal dari Mediterania, Timur Tengah, dan Asia Selatan.
  • Obesitas, akibat kelebihan berat badan yang menyebabkan peningkatan produksi androgen dan dapat memicu hirsutisme.

 

Diagnosis Hirsutisme

Dokter akan mendiagnosis hirsutisme dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, antara lain:

  • Pemeriksaan darah untuk kadar testosteron dan dehydroepiandrosterone sulfate (DHEAS), untuk mengukur kadar hormon androgen dalam tubuh.
  • Pemindaian dengan USG, CT scan, atau MRI, untuk memeriksa kemungkinan adanya kista atau tumor pada indung telur dan kelenjar adrenal.

 

Pengobatan Hirsutisme

Pengobatan hirsutisme membutuhkan waktu lama hingga berbulan-bulan. Beberapa obat yang umum diberikan dokter, antara lain:

  • Obat antiandrogen (spironolactone), untuk mencegah androgen melekat dengan reseptornya di dalam tubuh, tetapi berisiko menyebabkan cacat lahir pada bayi.
  • Pil KB, untuk membuat tubuh menghasilkan lebih sedikit hormon androgen dan membantu mengatasi masalah menstruasi.
  • Tindakan pembedahan, pada tumor ovarium atau kelenjar adrenal.

Untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan, dapat dengan menggunakan obat-obatan, make up, mencukur, bleaching, waxing, menggunakan krim (depilatories), dan elektrolisis atau sinar laser (untuk penghapusan permanen).

 

Komplikasi Hirsutisme

Oleh karena hirsutisme adalah penyakit jangka panjang, komplikasi yang sering timbul adalah masalah psikologis akibat perasaan malu dan tertekan.

 

Pencegahan Hirsutisme

Beberapa upaya untuk mencegah hirsutisme, antara lain:

  • Kurangilah berat badan jika memiliki kelebihan berat badan.
  • Hindari penggunaan obat yang mengandung hormon laki-laki secara sembarangan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter ketika dirimu merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dan cepat akan semakin baik demi proses pengobatan dan penyembuhan. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat appointment sesuai poliklinik atau dokter spesialis yang kamu inginkan di sini.