
DAFTAR ISI
- Apa Itu Hydrochlorothiazide ?
- Merek Dagang Hydrochlorothiazide
- Studi tentang Hydrochlorothiazide
- Peringatan sebelum Menggunakan Hydrochlorothiazide
- Dosis Hydrochlorothiazide
- Cara Menggunakan Hydrochlorothiazide
- Efek Samping Hydrochlorothiazide
- Interaksi Hydrochlorothiazide
- Kontraindikasi Hydrochlorothiazide
Perhatian Penting
1. Artikel ini bersifat edukasi dan ditujukan hanya untuk tenaga kesehatan.
2. Pasien tidak diperbolehkan menggunakan informasi ini untuk penggunaan mandiri.
3. Semua keputusan terapi harus berdasarkan pemeriksaan dokter.
Apa Itu Hydrochlorothiazide?
Hydrochlorothiazide (HCT) adalah diuretik tiazid yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi dan mengurangi edema (penumpukan cairan).
Obat ini bekerja dengan meningkatkan pengeluaran garam (natrium/klorida) dan air melalui urine, sehingga volume cairan berkurang dan tekanan darah turun.
- Golongan: Diuretik tiazid atau antihipertensi.
- Kategori: Obat keras.
- Manfaat: Menurunkan tekanan darah dan membantu mengurangi penumpukan cairan (edema).
- Digunakan oleh: Dewasa (pada anak bisa untuk indikasi tertentu dengan penyesuaian dosis dan pengawasan ketat).
- Hydrochlorothiazide untuk ibu hamil: Kategori B. Belum ada studi terkontrol pada ibu hamil terkait penggunaan Hydrochlorothiazide.
- Hydrochlorothiazide untuk ibu menyusui: Kandungan obat dapat terserap ke dalam ASI. Obat hanya dapat digunakan berdasarkan rekomendasi dokter.
- Bentuk obat: Tablet.
Merek Dagang Hydrochlorothiazide
- Hydrochlorothiazide (HCT) 25 mg 10 Tablet. Merupakan obat antihipertensi yang bekerja dengan cara mengurangi kemampuan ginjal untuk menyerap terlalu banyak natrium, yang bisa menyebabkan retensi cairan.
Studi tentang Hydrochlorothiazide
Studi yang dipublikasikan Journal of The American Heart Association (2025), membahas mengenai penggunaan Hydrochlorothiazide untuk tekanan darah tinggi, meskipun masih ada obat lain dengan golongan.
Hasilnya menunjukkan bahwa, obat golongan thiazide seperti Hydrochlorothiazide memiliki durasi kerja yang lebih lama, sehingga dianggap lebih efektif dalam mengendalikan tekanan darah sepanjang 24 jam.
Peringatan sebelum Menggunakan Hydrochlorothiazide
Ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan Hydrochlorothiazide:
- Waspadai risiko dehidrasi, hipotensi, serta gangguan keseimbangan elektrolit, terutama pada lansia, pasien dengan asupan cairan rendah, atau yang menggunakan diuretik maupun obat antihipertensi lain.
- Hati-hati pada pasien dengan asam urat tinggi atau gout, karena tiazid dapat meningkatkan kadar asam urat.
- Pada pasien diabetes, monitor glukosa harus dilakukan karena tiazid dapat memengaruhi kontrol gula darah pada sebagian pasien.
- Pertimbangkan pemantauan fungsi ginjal dan elektrolit bila pasien memakai obat yang berisiko interaksi atau memiliki komorbid.
Dosis Hydrochlorothiazide
Dosis umum Hydrochlorothiazide:
- Dewasa untuk edema: 25 mg – 100 mg, 1-2 kali sehari.
- Dewasa untuk hipertensi: 25 mg, 1 kali sehari.
- Dewasa untuk nefrokalsinosis: 25 mg, 1 kali sehari.
- Dewasa untuk osteoporosis: 25 mg, 1 kali sehari.
- Dewasa untuk diabetes insipidus: 50 mg, 1 kali sehari.
Kamu bisa cari tahu juga, Pertolongan Pertama pada saat Tekanan Darah Melonjak.
Cara Menggunakan Hydrochlorothiazide
Berikut ini cara menggunakan Hydrochlorothiazide:
- Umumnya obat disarankan untuk dikonsumsi sesudah makan.
- Konsumsi obat sesuai anjuran medis. Hindari menambah atau mengurangi dosis tanpa pengawasan dokter.
- Anjurkan pemantauan tekanan darah, berat badan, serta pemeriksaan elektrolit fungsi ginjal sesuai kebutuhan klinis.
Efek Samping Hydrochlorothiazide
Penggunaan Hydrochlorothiazide dapat memicu efek samping seperti:
- Ketidakseimbangan elektrolit.
- Anoreksia.
- Mual.
- Muntah.
- Sakit kepala.
- Hiperurisemia.
- Hiperglikemia.
Interaksi Hydrochlorothiazide
Obat Hydrochlorothiazide dapat memicu interaksi jika digunakan bersama dengan obat-obatan lain seperti:
- Amiodarone atau cisapride dapat memicu denyut jantung tidak teratur.
- Lithium, dapat meningkatkan risiko efek samping obat.
- Digoxin, pimozide, astemizole, sotalol, dan terfenadine, dapat meningkatkan risiko terjadinya hipokalemia.
- Opioid atau barbiturat, dapat meningkatkan risiko terjadinya hipotensi ortostatik.
- Nonsteroidal anti inflammatory drugs (NSAIDs), dapat menurunkan efektivitas Hydrochlorothiazide.
Sebagai langkah pencegahan, kamu perlu tahu juga, Ini Tanda Darah Tinggi yang Harus Diketahui.
Kontraindikasi Hydrochlorothiazide
Obat Hydrochlorothiazide tidak direkomendasikan untuk orang dengan kondisi berikut:
- Hipersensitivitas terhadap tiazid atau sulfonamida.
- Anuria atau kondisi medis serius di mana ginjal berhenti memproduksi urine atau hanya sedikit produksi urine (kurang dari 100 ml per hari).
Penggunaan hydrochlorothiazide perlu disertai pemantauan medis karena dokter harus menilai keseimbangan antara manfaat dan potensi risikonya.
Jika kamu memiliki keluhan atau membutuhkan informasi lebih lanjut terkait kondisi kesehatan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam melalui Halodoc.
Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.
Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.
Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!


