• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Injeksi

Injeksi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Injeksi

Apa itu Injeksi?

Injeksi yang sering disebut sebagai ‘shot’ atau ‘jab’ dalam bahasa Inggris adalah proses memasukkan cairan ke tubuh menggunakan jarum. Dalam praktik medis, cairan yang kerap dimasukkan ke tubuh melalui injeksi adalah obat dan vitamin. Jarum yang digunakan adalah jarum hipodermik dan jarum suntik. 

Dalam dunia medis pula, injeksi kerap dikenal sebagai teknik pemberian obat melalui parenteral, yaitu pemberian melalui rute selain saluran pencernaan. Injeksi parenteral meliputi injeksi subkutan, intramuskular, intravena, intraperitoneal, intrakardiak, intraartikular, dan intrakavernosa.

Suntikan umumnya diberikan satu kali pada suatu waktu, meski dapat digunakan untuk pemberian obat secara terus-menerus dan dalam kasus tertentu. Bahkan, ketika diberikan satu kali pada waktu tertentu, pengobatannya mungkin bersifat jangka panjang, yang kemudian disebut sebagai injeksi depot. 

Jika obat perlu diberikan secara berulang, kateter yang menetap biasanya lebih disukai daripada injeksi. Injeksi adalah salah satu prosedur perawatan kesehatan yang cukup umum. Sebagian besar injeksi dilakukan dalam rangka perawatan kuratif, sedangkan sebagian kecilnya untuk imunisasi, atau transfusi darah.

Kenapa Melakukan Injeksi?

Injeksi dilakukan untuk mencapai tujuan medis tertentu. Mulai dari penyembuhan, hingga pencegahan penyakit. Cairan yang diberikan melalui injeksi akan disesuaikan dengan kondisi medis atau dengan resep dokter. Penyerapan obat ke dalam tubuh dipengaruhi oleh area dan kedalaman lokasi suntik.

Bagaimana Melakukan Injeksi?

Cara melakukan injeksi adalah mengisi jarum suntik dengan cairan yang ingin diberikan. Lalu, memasukkannya ke bagian tubuh dan mengeluarkan cairan secara perlahan. Setelah selesai, cabut jarum dan tutup luka suntikan dengan perban kecil. Prosedurnya akan tergantung jenis injeksi yang diberikan.

Berikut beberapa jenis injeksi dalam dunia medis dan cara melakukannya:

  1. Injeksi Intravena

Injeksi intravena dilakukan dengan memasukkan cairan ke dalam aliran darah. Metode ini adalah cara tercepat untuk mendapatkan efek yang diinginkan, karena obat segera berpindah ke sirkulasi darah dan ke seluruh tubuh. Jenis ini sering dikaitkan dengan penggunaan narkoba.

  1. Injeksi Intramuskular

Injeksi intramuskular bertujuan untuk mengantarkan suatu zat ke dalam otot agar cepat diserap oleh pembuluh darah. Sebagian besar vaksin yang tidak aktif, seperti vaksin influenza diberikan dengan cara suntikan intramuskular ini. Metode ini dilakukan dengan jarum yang membentuk sudut 90 derajat dalam posisi duduk.

  1. Injeksi Subkutan

Injeksi subkutan bertujuan untuk mengirimkan cairan ke jaringan antara kulit dan otot. Metode ini membuat penyerapan obat berjalan lebih lambat ketimbang intramuskular. Jarum yang digunakan pun cenderung lebih pendek, karena tidak perlu mencapai otot. 

Pemberiannya dilakukan di jaringan lemak di belakang lengan. Injeksi insulin adalah yang paling umum menggunakan metode ini. Selain itu, vaksin tertentu seperti MMR (Campak, Gondok, dan Rubela), Varisela (Cacar Air), dan Zoster (herpes zoster) juga diberikan secara subkutan.

  1. Injeksi Intradermal

Dalam Injeksi intradermal, obat dikirim langsung ke dalam dermis, yaitu lapisan yang berada tepat di bawah epidermis kulit. Suntikan sering diberikan pada sudut 5 sampai 15 derajat dengan jarum pada kulit pasien. Penyerapan membutuhkan waktu paling lama ketimbang injeksi intravena, intramuskular, dan subkutan. 

Oleh karena itu, jenis intradermal sering digunakan untuk tes sensitivitas, seperti tes tuberkulin dan alergi, dan tes anestesi lokal. Reaksi yang disebabkan oleh tes ini mudah dilihat karena lokasi suntikan pada kulit. Bagian tubuh yang sering dijadikan lokasi suntikan intradermal adalah lengan bawah dan punggung bawah.

  1. Injeksi Depot

Injeksi depot dilakukan dengan tujuan untuk menyimpan obat dalam massa lokal, kemudian secara bertahap diserap oleh jaringan di sekitarnya. Senyawa aktif dalam metode ini dilepaskan secara konsisten dalam jangka waktu lama. Cairan yang dimasukkan berbentuk agak padat atau berbahan dasar minyak.

Lokasi Tubuh untuk Melakukan Injeksi

Lokasi suntikan tergantung pada obat yang diberikan, penyakit yang menyertai, seberapa cepat obat perlu bekerja, dan jenis suntikan yang diterima. Jenis suntikan juga dipengaruhi oleh berat badan, usia, biaya, frekuensi pemberian, dan faktor lainnya. Berikut ini lokasi pemberian sesuai dengan jenisnya:

  1. Suntikan Intravena

Suntikan intravena dilakukan dengan sebuah tabung plastik kecil yang disebut kateter, yang dimasukkan ke dalam vena. Kateter ditempatkan di tempat yang mudah diakses dengan aliran darah terbaik. Ini lokasi umum pemberian suntikan:

  • Lengan bawah.
  • Punggung tangan.
  • Lekukan di bagian dalam sendi siku.
  • Pergelangan kaki.

Penting untuk menghindari area kulit yang terinfeksi dan menempatkan kateter pada sendi yang dapat menekuk. Pemberian suntikan harus dihindari pada area yang terluka atau sakit, dan vena yang kaku atau tipis.

  1. Suntikan Intramuskular

Suntikan intramuskular dimasukkan ke dalam otot. Ini lokasi umum pemberian suntikan:

  • Otot vastus lateralis antara pinggul dan lutut.
  • Otot ventrogluteal tepat di bawah pinggul di sisi tubuh.
  • Otot deltoid antara bagian atas bahu dan lengan.

Lokasi pemberian akan tergantung pada jenis obat yang diterima. Beberapa suntikan perlu diberikan ke otot yang lebih besar. Berikut ini beberapa poin yang perlu diperhatikan:

  • Jarak aman dari saraf, tulang, dan pembuluh darah besar di sekitarnya.
  • Bukan tempat cedera, abses, atau kulit yang rusak.
  • Bukan otot yang kecil atau atrofi.
  1. Suntikan Subkutan

Jenis suntikan ini digunakan untuk memberikan obat-obatan seperti insulin untuk diabetes, suntikan hormon untuk perawatan kesuburan, dan obat pengencer darah untuk mencegah pembekuan darah. Ini lokasi umum pemberian injeksi:

  • Perut bagian bawah, kecuali 5 sentimeter di sekitar pusar.
  • Sisi depan atau luar paha.
  • Area atas bokong.
  • Area luar atas lengan.

Suntikan tidak boleh diberikan pada kulit cekung atau tebal. Hindari juga bagian kulit yang terluka atau rusak.

  1. Suntikan Intradermal

Suntikan internal digunakan untuk tes alergi dan tuberkulosis. Berikut lokasi umum pemberian injeksi:

  • Bagian dalam atau bagian ventral lengan bawah.
  • Punggung atas, di bawah tulang belikat.

Hindari area tubuh dengan tahi lalat, bekas luka, ruam, atau banyak rambut karena dapat mempersulit interpretasi hasil pengujian. Lesi kulit juga harus dihindari kecuali jika suntikan diberikan untuk membantu mengobatinya.

Kapan Harus Melakukan Injeksi?

Injeksi biasanya dilakukan sesuai saran dokter, atau untuk tujuan tertentu seperti ketika ingin mendonorkan darah. Disarankan untuk tidak melakukan suntikan di lokasi yang sama, karena dapat menyebabkan kulit di daerah tersebut menjadi lebih tebal atau cekung ke dalam.

Tips lainnya adalah area yang sama dengan jarak 2,5-5 sentimeter dari tempat suntikan sebelumnya. Setelah semua area tersebut telah digunakan, kamu bisa berpindah ke area lain.

Di Mana Melakukan Injeksi?

Injeksi dapat dilakukan di rumah sakit, laboratorium, atau tempat-tempat yang menyediakan layanan kesehatan. Untuk melakukan suntikan rutin atau pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan yang dialami, kamu bisa membuat janji rumah sakit lewat aplikasi Halodoc.

Kamu juga bisa mendapatkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya dengan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Homage. Diakses pada 2022. Injection 101: Overview, Types, Common Uses & Risks.
Drugs. Diakses pada 2022. Injection Types & Sites.