• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Inkompatibilitas ABO

Pengertian Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO adalah kondisi ketika seseorang mengalami reaksi akibat menerima jenis darah yang salah selama transfusi darah. Ini adalah kondisi yang jarang terjadi, tetapi serius dan berpotensi fatal terhadap darah yang tidak sesuai oleh sistem kekebalan.

Kondisi ini sangat jarang terjadi, karena petugas medis seharusnya menyadari bahaya penggunaan darah yang salah selama transfusi. Ada banyak tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan kesalahan. 

Dokter dan perawat juga biasanya melakukan pengamatan selama dan setelah transfusi darah, untuk mengantisipasi reaksi inkompatibilitas ABO. Ini memungkinkan mereka untuk memberi perawatan secepat mungkin. 

Penyebab Inkompatibilitas ABO

Empat golongan darah utama adalah A, B, AB, dan O. Pemilik golongan darah A, sel darah merah memiliki protein yang melekat yang dikenal sebagai antigen A. Sel darah tipe B membawa antigen B. Golongan darah AB memiliki antigen A dan B, dan golongan darah O tidak memiliki antigen A maupun B.

Sistem kekebalan akan menghasilkan antibodi terhadap antigen darah yang tidak dimiliki dalam darah sendiri. Itu berarti orang dengan golongan darah A membuat antibodi terhadap antigen B. 

Seseorang dengan golongan darah A yang menerima transfusi darah golongan B atau AB akan mengalami reaksi inkompatibilitas ABO. Dalam kondisi ini, sistem kekebalan menyerang sel darah baru dan menghancurkannya.

Jika seseorang memiliki golongan darah AB, ia memiliki antigen A dan B. Ini berarti ia adalah penerima universal dan dapat menerima semua jenis darah. Namun, ia hanya bisa mendonorkan darah kepada orang lain yang bergolongan darah AB.

Jika seseorang memiliki golongan darah O, yang tidak memiliki antigen, ia adalah donor universal. Ia dapat memberikan darah kepada siapa pun tanpa memicu reaksi sistem kekebalan, tetapi ia hanya dapat menerima darah tipe O.

Inkompatibilitas ABO juga bisa terjadi antara ibu dan janin yang dikandung. Tepatnya ketika ibu bergolongan darah O mengandung bayi yang bergolongan darah A, B, atau AB.  Jika bayi bertipe O tidak akan ada masalah dengan respon imun negatif karena sel darah tipe O tidak memiliki antigen pemicu respon imun.

Faktor Risiko Inkompatibilitas ABO

Risiko inkompatibilitas ABO biasanya lebih tinggi pada orang yang sering menjalani transfusi darah. Namun, hal ini jarang terjadi karena petugas medis biasanya sudah memahami pentingnya memberi transfusi darah yang cocok pada pasien.

Gejala Inkompatibilitas ABO

Jika seseorang mengalami reaksi inkompatibilitas ABO, gejala biasanya akan terjadi dalam beberapa menit setelah menerima transfusi. Gejala yang biasanya dialami adalah:

  • Rasa gelisah dan cemas. 
  • Demam dan menggigil.
  • Kesulitan bernapas.
  • Nyeri otot.
  • Mual.
  • Nyeri dada, perut, atau punggung.
  • Ada darah dalam urine.
  • Penyakit kuning.

Diagnosis Inkompatibilitas ABO

Diagnosis inkompatibilitas ABO diawali dengan mengamati gejala yang muncul. Apabila gejala timbul saat transfusi darah dilakukan, dokter akan segera menghentikan transfusi tersebut. 

Setelah itu, diagnosis dapat dilanjutkan dengan melakukan tes. Beberapa tes yang digunakan untuk mendiagnosis inkompatibilitas ABO adalah:

  • Uji kecocokan. Pemeriksaan yang sudah dilakukan sebelum pemberian darah ini, akan diulang kembali untuk melihat ketidakcocokan darah pendonor dan penerima. Selama proses diagnosis berlangsung, dokter juga akan mengamati tekanan darah, detak jantung, pernapasan, dan suhu tubuh pengidap.
  • Tes darah. Tujuannya adalah untuk memastikan ada atau tidaknya kerusakan sel darah merah.
  • Tes urine. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi hemoglobin pada urine.

Pengobatan Inkompatibilitas ABO

Jika sudah dipastikan seseorang mengalami reaksi inkompatibilitas ABO, dokter biasanya akan memasukkannya ke ruang rawat intensif (ICU). Penanganan yang diberikan akan disesuaikan dengan gejala yang muncul, serta bertujuan untuk mencegah terjadinya gagal jantung, penggumpalan darah, dan menurunnya tekanan darah.

Apabila gejala yang muncul adalah ikterus, maka penanganan yang dilakukan dapat berupa:

  • Photototherapy atau terapi cahaya. Terapi ini menggunakan cahaya khusus yang membuat bilirubin lebih mudah dikeluarkan tubuh, baik melalui urine maupun tinja.
  • Pemberian imunoglobulin suntik.

Namun, tidak semua inkompatibilitas ABO yang menimbulkan ikterus membutuhkan penanganan intensif. Ikterus juga dapat ditangani dengan cara yang sederhana, misalnya makan lebih banyak. 

Dengan banyak makan, aktivitas dalam usus akan meningkat sehingga zat yang menyebabkan ikterus (bilirubin) akan semakin banyak terbuang dari tubuh.

Komplikasi Inkompatibilitas ABO

Selama reaksi inkompatibilitas ABO terjadi, sel darah merah di dalam sistem peredaran darah akan menjadi rusak. Pembekuan darah dapat terjadi di seluruh tubuh, mematikan suplai darah ke organ vital atau menyebabkan stroke. 

Terlalu banyak pembekuan darah dapat menghabiskan faktor pembekuan dan meningkatkan risiko mengalami pendarahan yang berlebihan. Beberapa zat yang dilepaskan dari sel darah yang rusak juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan kemungkinan gagal ginjal. 

Reaksi inkompatibilitas ABO dapat mengancam jiwa kecuali dokter berhasil mengobatinya segera. Namun, jika reaksi terjadi dan penanganan segera dilakukan dengan cepat, umumnya kondisi akan berhasil ditangani dan pulih sepenuhnya. 

Pencegahan Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO merupakan kondisi yang sangat mungkin untuk dicegah. Rumah sakit biasanya telah memberlakukan standar operasional prosedur (SOP) dan pencocokan silang darah pendonor dengan penerima, sebelum melakukan transfusi darah. 

Menerapkan SOP transfusi darah, seperti memeriksa identitas dan kecocokan darah pendonor, serta memeriksa ulang jenis dan paket darah sebelum transfusi, merupakan upaya rumah sakit untuk mencegah terjadinya inkompatibilitas ABO. 

Hal yang bisa dilakukan adalah menghormati tindakan tenaga medis dalam menjalankan SOP, sambil tetap mengawasi bila terdapat suatu hal yang tidak sesuai dengan standar.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu, keluarga, atau kerabat mengalami satupun tanda atau gejala inkompatibilitas ABO yang dijelaskan di atas, segera cari bantuan medis terdekat. Penanganan sesegera mungkin bisa mencegah kondisi fatal.

Selama masa pemulihan, jika dokter meresepkan obat atau suplemen untuk diminum, kamu bisa download Halodoc untuk cek kebutuhan medis kamu dengan mudah.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. ABO Incompatibility Reaction.
Kids Health. Diakses pada 2022. ABO Incompatibility.
Very Well Health. Diakses pada 2022. When a Baby’s Blood Type Doesn’t Match His Mom’s.

Diperbarui pada 12 Mei 2022