Intoleransi Laktosa

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa merupakan masalah pencernaan yang terjadi ketika tubuh tidak bisa mencerna jenis karbohidrat yang disebut laktosa. Sebagian besar kasus intoleransi laktosa, terjadi pada laktosa yang ada pada susu dan prodak olahan lainya. Selain itu, intoleransi laktosa juga bisa terdapat pada makanan lain seperti es krim, creamer kopi, roti, biskuit, cokelat, permen, dan bumbu salad.

 

Faktor Risiko Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa bisa terjadi pada usia berapa saja. Beberapa ras lebih rentan mengalami intoleransi laktosa, di antaranya Negroid, Hispanik, dan Asia. Di samping itu, bayi yang lahir prematur juga rentan mengidap kondisi ini dibandingkan dengan bayi normal. Hal lain yang mungkin menjadi risiko terjadinya intoleransi laktosa adalah adanya gangguan pada usus halus seperti kondisi peradangan pada usus halus pada penyakit celiac dan Crohn's disease.

Baca juga: Ini Alasan Intoleransi Laktosa Bisa Picu Diare Kronis

 

Penyebab Intoleransi Laktosa

Pada dasarnya, tubuh memiliki enzim laktase yang berperan untuk memecah laktosa dalam makanan menjadi glukosa dan galaktosa. Kedua jenis laktosa inilah yang umumnya mudah dicerna oleh tubuh. Namun, di dalam tubuh pengidap intoleransi laktosa, kadar enzim laktase cenderung kerung dari kadar kadar normal.

Hal ini bisa disebabkan banyak faktor, tetapi umumnya karena keturunan. Selain itu, kurangnya enzim laktase ini juga bisa jadi karena adanya infeksi pencernaan.

 

Gejala Intoleransi Laktosa

Seseorang yang mengidap intoleransi laktosa bisa mengalami beragam gejala. Gejala yang dialaminya bisa timbul dalam hitungan jam setelah mengonsumsi bahan makanan yang mengandung laktosa. Berikut beberapa gejala yang mungkin dialami oleh pengidapnya.

  • Perut kembung.

  • Kram perut.

  • Perut berbunyi.

  • Sering buang angin.

 

Diagnosis Intoleransi Laktosa

Diagnosis intoleransi laktosa biasanya dilakukan dokter dengan anamnesa yakni, pemeriksaan dengan tahap wawancara yang dilakukan dokter maupun perawat serta dibarengi dengan pemeriksaan fisik. Catatan dari pengidap mengenai catatan makanan yang meningkatkan gejala alergi inilah yang dapat membantu dokter memperkirakan diagnosis. Umumnya, intoleransi laktosa dapat diperkirakan ketika gejala hilang saat pasien menghindari konsumsi susu dan produk susu dalam asupan makanannya.

Terkadang dokter akan meminta tes yang lebih detil, contohnya:

  • Tes intoleransi laktosa. Prosedur tes ini dilakukan dengan meminum minuman yang mengandung laktosa. Setelah itu, tim medis akan mengambil darah pasien untuk melihat kadar glukosa yang terbentuk di dalam tubuh. Andaikan kadarnya sedikit atau tidak ada, berarti pasien mengidap intoleransi laktosa.

  • Hidrogen breath test, pasien akan diberi minuman larutan laktosa dan napas akan diuji setiap 15 menit selama beberapa jam ke depan untuk melihat apakah tingkat hidrogen berubah. Jika napas mengandung sejumlah besar hidrogen (lebih dari 20 ppm di atas pengukuran awal pasien) setelah mengonsumsi larutan laktosa, maka kemungkinan seseorang tidak tahan terhadap laktosa lebih tinggi. Ini karena intoleransi laktosa dapat menyebabkan bakteri di usus besar, sehingga menghasilkan lebih banyak hidrogen daripada normal.

Baca juga: Anak Terkena Diare Karena Intoleransi Laktosa, Begini Cara Mengatasinya

 

Komplikasi Intoleransi Laktosa

Laktosa memilki peran yang penting dalam tubuh, fungsinya menyerap berbagai mineral penting. Contohnya seperti seng dan magnesium. Intoleransi laktosa yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menyebabkan malnutrisi, osteopenia (kepadatan tulang yang rendah), hingga osteoporosis.

 

Pengobatan Intoleransi Laktosa

Sayangnya belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan kondis intoleransi laktosa secara menyeluruh. Jika mengalami kondisi ini hindari susu dan produk susu yang mengandung laktosa. Upaya menghindari makanan jenis ini dapat menimbulkan risiko kekurangan vitamin dan mineral yang terdapat dalam susu misalnya kalsium dan vitamin D.

Kekurangan vitamin D dan kalsium berpotensi menyebabkan seseorang mengalami osteoporosis dan kerapuhan tulang. Pastikan untuk mendapat arahan gizi yang tepat untuk menghindari hal ini dengan berkonsultasi ke dokter atau ahli gizi, salah satu yang bisa disarankan adalah penggunaan suplemen kalsium.

Untuk kasus intoleransi laktosa yang disebabkan oleh infeksi pencernaan, biasanya kondisi ini bisa membaik seiring dengan sembuhnya infeksi tersebut.

 

Pencegahan Intoleransi Laktosa

Kondisi intoleransi laktoasa yang sifatnya bawaan, sayangnya tak bisa dicegah. Alternatifnya, cobalah hindari makanan yang mengandung laktosa.

Baca juga: Jenis Tes yang Dilakukan untuk Diagnosis Intoleransi Laktosa

 

Kapan Harus ke Dokter?

Gejala diare atau kondisi tidak nyaman di pencernaan setelah meminum susu, produk susu sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu dengan memeriksa ke dokter apakah termasuk intoleransi laktosa, alergi, atau infeksi pencernaan. Pasalnya, masing-masing kondisi memiliki penanganan yang berbeda. Penanganan yang tepat dan cepat sangat dibutuhkan untuk menentukan langkah pengobatan dan mempercepat proses penyembuhan.

 

Referensi:
The Health Service Executive. Diakses pada 2019. Lactose Intolerance

Diperbarui pada 10 September 2019