Kanker Mata Melanoma

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Kanker Mata Melanoma

Kanker mata melanoma berasal dari mutasi atau pertumbuhan sel-sel yang abnormal pada sel-sel melanosit mata. Sebagian besar kanker mata melanoma terjadi ketika seseorang menginjak usia dewasa. Melanoma okular berasal dari sel melanosit, yaitu sel penghasil pigmen gelap yang bertanggung jawab untuk warna rambut dan kulit (melanin).

Kanker mata melanoma ini juga bisa terjadi pada pada bagian mata dari saluran uveal (iris, badan siliar, koroid) dan konjungtiva. Melanoma pada saluran uveal ini umumnya lebih sering terjadi ketimbang konjungtiva melanoma. 

 

Faktor Risiko Kanker Mata Melanoma

Melanoma okular lebih sering terjadi pada ras Kaukasia dibandingkan ras Afrika. Dari segi usia, kejadian melanoma okular meningkat seiring bertambahnya usia, puncaknya pada usia 70-80 tahun. Selain itu, seseorang yang memiliki warna kulit cerah atau memili warna mata biru juga lebih berisiko mengalmai melanoma uveal.

Radiasi UV buatan dari pengelasan dan paparan sinar matahari meningkatkan risiko melanoma koroid dan siliaris. Faktor risiko lainnya adalah kondisi kulit tertentu yang diwariskan, seperti sindrom nevus displastik (tahi lalat yang abnormal) dan memiliki tahi lalat di mata atau permukaan mata.

Baca juga: Benarkah Memiliki Warna Mata Biru Berisiko Idap Kanker Mata?

 

Penyebab Kanker Mata Melanoma

Sampai saat ini, penyebab dari kanker mata melanoma belum diketahui pasti. Namun, ada dugaan beberapa jenis mutasi bisa menyebabkan kanker mata melanoma. Mutasi yang terjadi dapat menimbulkan sel tumbuh dan membelah secara abnormal, sehingga menyebabkan kanker.

 

Gejala Kanker Mata Melanoma

Kebanyakan kasus kanker mata melanoma tak terlihat ketika seseorang bercermin. Kondisi inilah yang membuat penyakit ini terbilang sulit untuk dideteksi. Gejala melanoma uvea bervariasi, tergantung pada ukuran dan lokasi tumor.

Gejala yang paling umum adalah penglihatan kabur, cacat penglihatan, muncul kilatan cahaya, iritasi, nyeri, kemerahan, dan tekanan bola mata. Sedagkan gejala melanoma koroid berbeda lain. Umumnya muncul sebagai benjolan di bawah retina yang berbentuk kubah atau jamur.

Sementara itu, gejala badan siliaris bisa dilihat ketika pupil mata melebar. Iris melanoma biasanya tidak bergejala, tapi juga dapat muncul bintik berpigmen pada iris. Kondisi ini menyebabkan perubahan bentuk pupil, katarak lokal, hyphema (darah di ruang depan mata), dan glaukoma (peningkatan tekanan bola mata). Melanoma konjungtiva biasanya ditandai dengan munculnya bintik atau benjolan berpigmen pada mata.

 

Diagnosis Kanker Mata Melanoma

Untuk mendiagnosis kanker ini dokter akan melaukan berbagai pemeriksaan mata, seperti biomicroscopy slit lamp dan ophthalmoscopy. Di samping itu, ada pula berbagai tes diagnostik tambahan, seperti:

  • Prosedur awal diberi tetes mata dulu agar mata tidak sakit, kemudian probe kecil ditempatkan dengan lembut di permukaan mata untuk mendapat gambaran kondisi dalam mata.

  • Angiografi fluoresens. Prosedur ini menggunakan pewarna yang disuntikkan ke lengan, lalu mengalir ke mata. Kamera khusus akan mengambil gambar bagian dalam mata untuk melihat apakah ada penyumbatan atau kebocoran.

  • Tomografi koherensi optik. Dilakukan untuk mendapat gambaran yang lebih detail mengenai gambaran dalam mata.

  • Biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan untuk memastikan diagnosis.

Baca juga: 3 Cara Mencegah Kanker Mata yang Perlu Diketahui

 

Komplikasi Kanker Mata Melanoma

Kanker mata melanoma yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Misalnya, glaukoma (tekanan yang meningkat pada mata), menyebabkan kebutaan akibat ablasi retina, hingga sel kanker yang menyebar ke bagian tubuh lainnya, termasuk hati, tulang, dan paru-paru.

 

Pengobatan Kanker Mata Melanoma

Pengobatan tergantung lokasi dan ukuran kanker. Pilihan pengobatan antara lain pembedahan dan terapi radiasi. Jenis terapi radiasi yang banyak digunakan untuk melanoma okular disebut terapi radiasi plak. Biji radioaktif melekat pada piringan (disebut plakat) dan ditempatkan langsung pada dinding mata di sebelah tumor. Plakat, yang terlihat seperti tutup botol kecil, sering terbuat dari emas. Plakat ini melindungi jaringan di sekitarnya dari kerusakan akibat radiasi yang diarahkan pada tumor. Plakat akan dijahit, 4-5 hari kemudian dilepas.

Pembedahan melibatkan pengangkatan tumor dan beberapa jaringan mata yang sehat di sekitarnya. Pengobatan konjungtiva melanoma mencakup tetes mata kemoterapi, krioterapi (merusak sel kanker menggunakan dry ice dan alat khusus), dan radiasi. Jenis terapi pembedahan, radiasi, dan kemoterapi dapat menimbulkan efek samping berupa gangguan penglihatan.

Baca juga: Benarkah Sinar UV Bisa Memicu Kanker Mata?

 

Pencegahan Kanker Mata Melanoma

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker mata melanoma adalah membatasi paparan sinar UV matahari dan menggunakan tabir surya. American Cancer Society juga merekomendasikan penggunaan kacamata hitam untuk melindungi dari sinar UV saat berada di bawah sinar matahari yang kuat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segeralah temui dokter bilang mengalami gejala-gejala di atas atau adanya keanehan pada bagian mata. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Eye Melanoma.

Diperbarui pada 12 September 2019