• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
karsinoma-sel-skuamosa-halodoc

Karsinoma sel skuamosa atau squamous cell carcinoma (SCC) merupakan jenis kanker kulit yang sering terjadi pada bagian tubuh yang terpapar sinar ultraviolet (UV) matahari seperti kepala, leher, telinga, bibir, tangan, dan kaki. Pertumbuhan jenis kanker kulit ini termasuk lambat. Meski begitu, kanker dapat menyebar ke jaringan, tulang, dan kelenjar getah bening terdekat, sehingga sulit untuk diobati.

Penyebab Karsinoma Sel Skuamosa

Jenis kanker kulit yang satu ini timbul saat sel skuamosa mengalami perubahan (mutasi) dalam DNAnya. DNA sel berisi instruksi yang memberi tahu sel apa yang harus dilakukan. Mutasi memberitahu sel-sel skuamosa untuk tumbuh di luar kendali dan terus hidup ketika normalnya sel-sel seharusnya mati.

Sebagian besar mutasi DNA pada sel-sel kulit disebabkan oleh radiasi ultraviolet (UV) yang ditemukan di bawah sinar matahari dan lampu penyamakan kulit komersial dan tempat tidur penyamakan. Adapun faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit, seperti mengidap penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Faktor Risiko Karsinoma Sel Skuamosa

Selain mutasi DNA dan paparan sinar ultraviolet, ada sejumlah faktor risiko yang meningkatkan risiko karsinoma sel skuamosa, seperti:

  • Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, seperti pengidap leukemia, limfoma, sedang mengonsumsi obat imunosupresan atau baru menjalani transplantasi organ.
  • Memiliki warna kulit terang atau cerah.
  • Orang dengan riwayat kelainan pada kulit, seperti pernah mengalami karsinoma sel skuamosa sebelumnya atau kanker kulit jenis lain.
  • Individu yang memiliki kelainan genetik, contohnya xeroderma pigmentosum, albinisme, sindrom Gorlin, dan sindrom Bazex.
  • Orang yang berusia lanjut.
  • Berjenis kelamin pria.
  • Memiliki mata biru, hijau, atau abu-abu.
  • Orang yang secara alami berambut merah atau pirang.
  • Terpapar bahan kimia seperti arsen dalam waktu lama.
  • Paparan radiasi.

Gejala Karsinoma Sel Skuamosa

Kanker ini umumnya muncul di bagian kulit yang sering  terpapar sinar matahari, seperti kulit kepala, punggung tangan, telinga, atau bibir. Meski begitu, kanker ini bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, termasuk di dalam mulut, bagian bawah kaki sampai di area kelamin.

Beberapa gejala karsinoma sel skuamosa, antara lain:

  • Benjolan atau bercak merah pada kulit dan kulit bersisik.
  • Benjolan terus tumbuh dan dapat mengeras atau berdarah.
  • Di mulut, dapat berupa luka pada mulut atau bercak putih.
  • Benjolan dapat juga timbul pada tahi lalat atau tanda lahir.
  • Luka datar dengan kerak bersisik.
  • Munculnya luka baru atau munculnya area terangkat pada bekas luka atau bisul lama.
  • Bercak kasar dan bersisik di bibir yang dapat berkembang menjadi luka terbuka.
  • Bercak merah, menonjol atau luka seperti kutil pada anus atau alat kelamin.

Diagnosis Karsinoma Sel Skuamosa

Dokter perlu melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang jika terdapat kecurigaan ke arah karsinoma sel skuamosa. Tindakan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Pemeriksaan Fisik. Dokter akan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan  dan memeriksa kulit untuk mencari tanda-tanda karsinoma sel skuamosa.
  • Mengambil Sampel Jaringan untuk Pengujian (Biopsi). Untuk memastikan diagnosis, dokter akan menggunakan alat untuk memotong sebagian atau semua lesi kulit yang mencurigakan (biopsi). Jaringan kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

Pengobatan Karsinoma Sel Skuamosa

Sebagian besar karsinoma sel skuamosa dapat diangkat seluruhnya dengan pembedahan yang relatif kecil atau kadang-kadang dengan obat yang dioleskan pada kulit. Namun, jenis perawatan untuk setiap pasien bisa berbeda, tergantung pada ukuran, lokasi dan agresivitas tumor. Nah, berikut jenis perawatan berdasarkan kondisinya:

  • Perawatan untuk Kanker Kulit yang Sangat Kecil

Jika kanker masih relatif kecil dan memiliki risiko penyebaran yang rendah, dokter biasanya mempertimbangkan perawatan yang kurang invasif, seperti:

  • Kuretase dan Elektrodesikasi (C dan E). Perawatan C dan E melibatkan pengangkatan permukaan kanker kulit dengan alat penggores (kuret) dan kemudian membakar dasar kanker dengan jarum listrik. Perawatan ini sering digunakan untuk kanker sel skuamosa kecil atau sangat dangkal pada kulit.
  • Terapi Laser. Sinar cahaya yang intens dapat menghambat pertumbuhan. Biasanya, prosedur ini dapat sedikit merusak jaringan di sekitarnya namun minim risiko perdarahan, pembengkakan, dan jaringan parut. Perawatan laser dapat menjadi pilihan untuk lesi kulit yang sangat dangkal.
  • Pembekuan (Cryotherapy). Perawatan ini melibatkan pembekuan sel kanker dengan nitrogen cair (cryosurgery). Pembekuan dapat dilakukan setelah menggunakan alat pengikis (kuret) untuk mengangkat permukaan kanker kulit.
  • Terapi Fotodinamik. Jenis terapi ini menggabungkan obat fotosensitisasi dan cahaya untuk mengobati kanker kulit superfisial. Selama terapi fotodinamik, obat cair yang membuat sel kanker sensitif terhadap cahaya dioleskan ke kulit. Kemudian, cahaya yang menghancurkan sel kanker kulit disinari di area tersebut.
  • Perawatan untuk Kanker kulit yang Lebih Besar

Perawatan yang lebih invasif mungkin direkomendasikan untuk karsinoma sel skuamosa yang lebih besar dan yang meluas lebih dalam ke kulit. Opsinya mungkin termasuk:

  • Eksisi Sederhana. Dalam prosedur ini, dokter perlu memotong jaringan kanker dan pinggiran kulit yang sehat di sekitarnya. Dokter mungkin juga merekomendasikan pengangkatan kulit normal tambahan di sekitar tumor dalam beberapa kasus (eksisi luas).
  • Bedah Moh. Selama operasi Mohs, dokter perlu mengangkat kanker selapis demi selapis, memeriksa setiap lapisan di bawah mikroskop sampai tidak ada sel abnormal yang tersisa. Ini memungkinkan ahli bedah untuk memastikan seluruh pertumbuhan dihilangkan dan menghindari pengambilan kulit sehat di sekitarnya dalam jumlah berlebihan.
  • Terapi Radiasi. Jenis terapi ini menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti sinar-X dan proton, untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi kadang-kadang digunakan setelah operasi ketika ada peningkatan risiko bahwa kanker bisa kembali. Nah, terapi radiasi juga sering dipilih orang-orang yang tidak dapat menjalani operasi.
  • Perawatan untuk Kanker yang Menyebar di Luar Kulit

Ketika karsinoma sel skuamosa menyebar ke bagian lain dari tubuh, perawatan obat mungkin direkomendasikan, termasuk:

  • Kemoterapi. Perawatan ini menggunakan obat kuat untuk membunuh sel kanker. Jika karsinoma sel skuamosa menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian lain dari tubuh, kemoterapi dapat digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan perawatan lain, seperti terapi obat yang ditargetkan dan terapi radiasi.
  • Terapi Obat yang Ditargetkan. Perawatan obat yang ditargetkan fokus pada kelemahan  yang ada di dalam sel kanker. Dengan menghalangi kelemahan ini, perawatan obat yang ditargetkan dapat menyebabkan sel kanker mati. Terapi obat yang ditargetkan biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi.
  • Imunoterapi. Terapi yang satu ini adalah pengobatan obat yang membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Sistem kekebalan tubuh yang melawan penyakit mungkin tidak menyerang kanker karena sel kanker menghasilkan protein yang membutakan sel sistem kekebalan. Imunoterapi bekerja dengan mengganggu proses itu. Untuk karsinoma sel skuamosa, imunoterapi dapat dipertimbangkan ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut dan perawatan lain bukanlah pilihan terbaik.

Komplikasi Karsinoma Sel Skuamosa

Jika tak kunjung diobati, kanker ini dapat merusak jaringan sehat di sekitarnya, menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain, dan dapat berakibat fatal. Risiko ini semakin meningkat apabila kanker berukuran sangat besar dan dalam atau terjadi di selaput lendir seperti bibir. 

Individu dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti seseorang yang menggunakan obat anti-penolakan setelah transplantasi organ atau seseorang yang mengidap leukemia kronis juga lebih berisiko memiliki kanker yang besar dan dalam. 

Pencegahan Karsinoma Sel Skuamosa

Salah satu penyebab utama karsinoma sel skuamosa adalah paparan sinar ultraviolet. Oleh sebab itu, langkah pencegahannya bisa berupa:

  • Menghindari paparan sinar UV berlebih, terutama dari jam 10 pagi hingga 2 siang ketika UVB sangat kuat.
  • Menggunakan tabir surya sebagai perlindungan tambahan dan harus diaplikasikan ulang setiap 60-80 menit ketika berada di luar ruangan.
  • Mengenakan pakaian yang tertutup agar terhindar dari sinar matahari.
  • Menghindari penggunaan tanning beds.
  • Melakukan pemeriksaan rutin jika sudah pernah terkena kanker kulit, karena dapat kambuh.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala seperti di atas, segera periksakan diri dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Kamu bisa membuat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc supaya lebih praktis. Jangan tunda sebelum semakin memburuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Squamous Cell Carcinoma of the Skin.
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2022. Squamous cell carcinoma
Healthline. Diakses pada 2022. Squamous Cell Cancer.
WebMD. Diakses pada 2022. Squamous Cell Carcinoma.
Diperbarui pada 18 Mei 2022.