Karsinoma Sel Skuamosa

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma sel skuamosa atau squamous cell carcinoma (SCC) merupakan jenis kanker kulit yang sering terjadi pada bagian tubuh yang terpapar sinar ultraviolet (UV) matahari seperti kepala, leher, telinga, bibir, tangan, dan kaki. Kanker kulit ini pertumbuhannya termasuk lambat. Namun, kondisi ini dapat menyebar ke jaringan, tulang, dan kelenjar getah bening terdekat, sehingga sulit untuk diobati.

 

Faktor Risiko Karsinoma Sel Skuamosa

Beberapa faktor risiko KSS, antara lain:

  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti pada pengidap leukemia, limfoma, sedang mengonsumsi obat imunosupresan (misalnya kortikosteroid), atau baru menjalani transplantasi organ.

  • Orang dengan warna kulit terang atau cerah.

  • Orang dengan riwayat kelainan pada kulit, seperti pernah mengalami KSS atau kanker kulit jenis lain, kulit melepuh, gejala keracunan arsenik pada kulit, atau kulit yang terserang lesi pra-kanker seperti solar keratosis atau penyakit Bowen.

  • Orang dengan kelainan genetik yang diturunkan, antara lain xeroderma pigmentosum, albinisme, sindrom Gorlin, dan sindrom Bazex.

  • Orang yang berusia tua.

  • Orang dengan jenis kelamin pria.

  • Orang dengan warna mata biru, hijau, atau abu-abu.

  • Orang yang berambut merah atau pirang.

  • Orang yang terpapar bahan kimia seperti arsen dalam waktu lama.

  • Orang yang terpapar radiasi.

Baca juga: Kenali 9 Gejala Kanker Kulit yang Jarang Disadari

 

Penyebab Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit ini disebabkan oleh mutasi atau perubahan DNA, yang memicu sel skuamosa kulit tumbuh tidak terkendali. Mutasi DNA  yang terjadi dapat dipicu oleh radiasi sinar ultraviolet, seperti paparan sinar matahari langsung atau tindakan untuk menggelapkan kulit dengan sinar UV (tanning kulit).

 

Gejala Karsinoma Sel Skuamosa

Beberapa gejala karsinoma sel skuamosa, antara lain:

  • Umumnya, timbul di bagian tubuh yang terpapar sinar matahari, seperti kulit kepala, telinga, atau bibir.

  • Benjolan atau bercak merah pada kulit dan kulit bersisik.

  • Benjolan terus tumbuh dan dapat mengeras atau berdarah.

  • Di mulut, dapat berupa luka pada mulut atau bercak putih.

  • Benjolan dapat juga timbul pada tahi lalat atau tanda lahir.

 

Diagnosis Karsinoma Sel Skuamosa

Dokter akan mendiagnosis KSS dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang jika terdapat kecurigaan ke arah KSS berupa biopsi. Tindakan dilakukan dengan mengambil sampel kulit yang diduga terkena KSS dan diteliti di laboratorium, untuk menentukan apakah terdapat sel kanker.

Baca juga: Mengapa Pengidap Alibinisme Rentan Idap Karsinoma Sel Skuamosa

 

Pengobatan Karsinoma Sel Skuamosa

Beberapa langkah pengobatan KSS, antara lain:

  • Eksisi tumor, yaitu memotong kanker kulit dan sekitarnya.

  • Kuret dan elektrodesikasi dengan tenaga listrik, untuk membunuh sel kanker lainnya.

  • Cryosurgery, yaitu membunuh sel kanker dengan cara membekukan sel kanker menggunakan cairan nitrogen.

  • Pembedahan Mohs, yaitu mengangkat tumor dari lapis ke lapis dan memeriksa langsung apakah sel tersebut adalah kanker sebelum ke lapisan lebih bawah.

  • Pembedahan kelenjar getah bening.

  • Dermabrasi, yaitu mengikis kulit kanker untuk membuat jalan bagi lapisan baru.

  • Kemoterapi topikal.

 

Pencegahan Karsinoma Sel Skuamosa

Beberapa langkah pencegahan terhadap karsinoma sel skuamosa, antara lain:

  • Menghindari paparan sinar UV berlebih, terutama dari jam 10 pagi hingga 2 siang ketika UVB sangat kuat.

  • Menggunakan tabir surya sebagai perlindungan tambahan dan harus diaplikasikan ulang setiap 60-80 menit ketika berada di luar ruangan.

  • Menggunakan pakaian yang tertutup agar terhindar dari sinar matahari.

  • Menghindari penggunaan tanning beds.

  • Melakukan pemeriksaan rutin jika sudah pernah terkena kanker kulit, karena dapat kambuh.

Baca juga: Pemilik Kulit Gelap Juga Berisiko Kena Kanker Kulit

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala seperti di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Squamous Cell Carcinoma of the Skin.
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2019. Squamous cell carcinoma
Healthline. Diakses pada 2019. Squamous Cell Cancer.

Diperbarui pada 10 September 2019