Kanker Kulit

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Kanker Kulit

Kanker kulit merupakan kelainan pada kulit yang ditandai dengan pertumbuhan abnormal sel kulit. Kanker kulit terutama menyerang sel kulit yang terpapar sinar matahari, seperti pada daerah wajah, lengan, dan tungkai. Beberapa jenis kanker kulit, antara lain:

  • Karsinoma sel basal, yaitu jenis kanker kulit yang menyerang sel basal. Sel basal adalah jenis sel yang bekerja menghasilkan sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel kulit yang telah mati. Kanker jenis ini umumnya menyerang daerah wajah dan leher.
  • Karsinoma sel skuamosa, yaitu jenis kanker kulit yang tergolong tidak terlalu ganas. Pada umumnya tumbuh di kulit wajah, khususnya daerah sekitar telinga dan bibir. Jenis kanker ini dapat menyerang daerah lain di tubuh, terutama yang memiliki sel skuamosa.
  • Melanoma, yaitu jenis kanker kulit yang berkembang pada sel melanosit, sehingga mengganggu sel yang memproduksi melanin, yaitu pigmen pembentuk warna kulit. Pada umumnya terlihat seperti tahi lalat atau berkembang dari tahi lalat.

 

Gejala Kanker Kulit

1. Karsinoma Sel Basal (BCC)

  • Timbul di daerah yang sering terpapar sinar matahari, seperti leher atau wajah.
  • Benjolan lunak dan mengkilat pada kulit.
  • Lesi berbentuk datar pada kulit berwarna cokelat gelap atau cokelat kemerahan seperti daging.

2. Karsinoma Sel Skuamosa (SCC).

  • Timbul di daerah kulit yang terpapar sinar matahari, tetapi pada orang berkulit gelap, sering timbul pada kulit di bagian tubuh yang jarang terkena sinar matahari.
  • Benjolan merah keras pada kulit.
  • Lesi pada kulit berbentuk datar dan bersisik keras seperti kerak.

3. Melanoma

  • Dapat timbul di bagian kulit manapun dan pada warna kulit apapun.
  • Timbul tahi lalat baru atau terjadi perubahan bentuk dari tahi lalat yang lama.
  • Tahi lalat berbentuk tidak beraturan.
  • Tahi lalat berubah bentuk dan ukuran setelah beberapa lama.
  • Tahi lalat memiliki diameter lebih besar dari 6 milimeter.
  • Tahi lalat memiliki lebih dari satu warna.
  • Tahi lalat memiliki pinggiran yang tidak rata dan kasar.
  • Tahi lalat terasa gatal dan dapat berdarah.

 

Penyebab Kanker Kulit

Penyebab kanker kulit adalah akibat adanya mutasi DNA yang menyebabkan pertumbuhan abnormal sel tertentu di kulit. Mutasi DNA pada jaringan kulit ini dipicu oleh paparan sinar ultraviolet. Sumber utama sinar ultraviolet adalah sinar matahari yang terdiri dari tiga jenis, yaitu ultraviolet A (UVA), ultraviolet B (UVB), dan ultraviolet C (UVC). Dari ketiga jenis sinar ultraviolet tersebut, yang paling berbahaya bagi kulit adalah sinar UVC. Meski demikian, sinar UVC dapat diserap oleh atmosfer sebelum mencapai tanah. Sedangkan UVA dan UVB dapat merusak sel-sel kulit, terutama yang berwarna pucat, dan berpotensi menyebabkan kanker kulit.

 

Faktor Risiko Kanker Kulit

Beberapa faktor risiko timbulnya kanker kulit, antara lain:

  • Sering terpapar sinar ultraviolet.
  • Kulit sering terbakar sinar matahari.
  • Daya tahan tubuh rendah, seperti pada pengidap HIV/AIDS, orang yang mengonsumsi obat imunosupresan, dan penerima transplantasi organ.
  • Memiliki banyak tahi lalat atau tahi lalat yang abnormal.
  • Memiliki kulit berwarna cerah atau putih.
  • Orang dengan usia lanjut.
  • Paparan bahan kimia tertentu, seperti arsenik, dapat meningkatkan risiko kanker kulit.
  • Pengidap actinic keratosis, yaitu bercak-bercak berupa penebalan kulit yang bersisik pada daerah wajah, tangan, dan kepala, yang berpotensi menjadi kanker kulit.
  • Riwayat keluarga mengalami kanker kulit.
  • Riwayat mendapatkan terapi radiasi.
  • Riwayat mengalami kanker kulit sebelumnya.

 

Diagnosis Kanker Kulit

Dokter akan mendiagnosis kanker kulit dengan melakukan wawancara medis lengkap, pemeriksaan fisik yang menyeluruh, serta pemeriksaan penunjang berupa biopsi jaringan kulit. Biopsi dilakukan dengan mengambil sedikit jaringan dari kulit yang tidak normal. Selanjutnya, jaringan tersebut akan diperiksa di bawah mikroskop untuk pemeriksaan histopatologi. Melalui biopsi, dapat ditentukan jenis kanker kulit yang dialami pengidapnya.

 

Pencegahan Kanker Kulit

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker kulit, antara lain:

  • Hindari paparan langsung sinar matahari sejak pukul 11.00 hingga 16.00.
  • Gunakan pakaian yang dapat melindungi kulit dari sinar matahari.
  • Gunakan tabir surya jika bepergian keluar rumah.
  • Perhatikan dengan seksama kondisi kulit seminggu sekali.

 

Pengobatan Kanker Kulit

Pengobatan kanker kulit tergantung pada jenis kanker yang dialami dan luas kulit yang terkena. Pada umumnya, dokter akan melakukan tindakan operasi untuk mengangkat area kulit yang mengalami kanker. Meski demikian, jika kulit yang mengalami kanker cukup luas, dapat dilakukan radioterapi (radiasi) setelah tindakan operasi dilakukan. Beberapa pilihan pengobatan yang juga dapat dilakukan dokter untuk menangani kanker kulit, antara lain:

  • Terapi fotodinamik, yaitu menghilangkan sel kanker dengan menggunakan cahaya.
  • Eksisi tumor atau pembedahan, yang bertujuan untuk memotong lapisan kulit atau bagian kulit yang terserang kanker.
  • Cryotherapy atau cryosurgery, yaitu terapi menghilangkan sel kanker dengan menggunakan metode pembekuan.
  • Kemoterapi dan radioterapi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala, berupa benjolan pada kulit atau perubahan pada tahi lalat yang tidak menghilang atau semakin memburuk, segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini.