Kecantikan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

 

Apa Definisi dari Cantik?

Jika ditanyakan mengenai definisi cantik, mungkin jawabannya akan sangat relatif. Standar kecantikan dari masa ke masa pun dapat dikatakan terus berubah beriringan dengan perubahan manusia itu sendiri dalam mendefinisikan suatu hal. Standar kecantikan juga bisa berbeda-beda di tiap negara. Oleh sebab itu, jika mendebatkan standar kecantikan wanita, ini dapat dikatakan hanyalah pekerjaan yang sia-sia.

Sebuah riset menyebutkan bahwa kecantikan bisa dilihat dari kriteria tertentu. Sigma Research menyebutkan bahwa tiga kategori penilaian untuk definisi kecantikan adalah beauty, brain, dan behaviour. Beauty merupakan penilaian secara fisik, brain adalah penilaian berdasarkan kemampuan intelektual, dan behaviour adalah definisi kecantikan melalui penilaian perilaku. Namun, secara otomatis, definisi kecantikan berdasarkan tampilan fisik memainkan porsi paling besar dalam menentukan standar kecantikan.

Masih dalam penelitian yang sama, banyak responden yang mendefinisikan kecantikan berdasarkan kualitas kulit. Kualitas tersebut bagi orang Indonesia sebetulnya tidak jauh dari kulit putih, bersih, wajah bebas jerawat dan noda, hidung mancung, rambut tebal nan berkilau, serta masih banyak lagi. Persepsi masyarakat seputar kulit putih dan bersih sebagai barometer kecantikan wanita ini pun nyatanya tidak terlepas dari iklan produk-produk kosmetik yang membuat standar kecantikan itu sendiri. Iklan-iklan tersebut juga mengajak wanita secara tidak langsung untuk mendapatkan kulit putih dan terawat agar terlihat lebih cantik.

Baca juga: Mengulas Rahasia Kecantikan Alami Wanita Asia

 

Lantas, Bagaimana Caranya Agar Bisa Disebut Cantik?

Menjadi cantik dalam artian memiliki penampilan yang baik secara keseluruhan nyatanya bukan hal yang sulit dilakukan. Terdapat begitu banyak cara dan tips untuk membuat wanita terlihat cantik. Ini bisa dilakukan seperti dengan melakukan perawatan kulit secara rutin, baik itu dengan penggunaan skincare berbahan dasar kimiawi yang kini sangat menjamur di pasaran atau dengan bahan alamiah sekalipun.

Penting untuk diingat bahwa tujuan wanita untuk terlihat cantik bukan semata-mata untuk menarik perhatian, apalagi perhatian lawan jenis semata. Bagi banyak wanita, tampil cantik sudah merupakan kewajiban bagi mereka agar ia bisa tampil percaya diri dalam melakukan aktivitasnya. Berbagai ritual perawatan kecantikan pun dilakukan tidak hanya untuk membantu mereka tampil cantik tetapi juga untuk memuaskan hasrat pribadi mereka.

Baca juga: 5 Makanan untuk Kulit Lebih Cerah

Hal ini juga didukung oleh sebuah survey yang dilakukan oleh ZAP Beauty Index 2018 terhadap wanita Indonesia. Dalam penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa seiring perempuan bertambah dewasa, mereka tidak lagi terdorong menjadi cantik karena pengaruh pasangan, lingkungan, pergaulan, atau bahkan media sosial. Dorongan untuk merawat penampilan fisik dan menjadi cantik nyatanya lebih banyak datang dari diri sendiri.

Hal ini menunjukkan bahwa wanita Indonesia telah yakin bahwa perasaan cantik dimulai dari dan untuk diri sendiri. Dapat dikatakan juga kebanyakan wanita di Indonesia telah memiliki tingkat self-love yang cukup tinggi. Sebab, self-love ini merupakan bentuk penerimaan dan apresiasi diri yang bisa diekspresikan dengan banyak cara. Salah satunya adalah dengan merawat diri dengan baik.

Wanita dengan tingkat percaya diri dan self-love yang tinggi akan lebih menghargai dan mencintai dirinya sendiri. Efeknya, mereka akan lebih sadar terhadap kebutuhan tubuh, sehingga sering berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, tidur teratur, merawat kebersihan, serta kecantikan diri.

Kecantikan adalah aset, seperti kecakapan fisik, karisma, otak, atau kecerdasan emosional. Cantik tidak mendefinisikan seseorang secara keseluruhan, tapi tidak bisa dimungkiri ini adalah bagian dari diri seseorang dan menjadi sesuatu yang didambakan banyak orang, serta bisa didapatkan dengan usaha yang dapat dikatakan tidak murah.

Baca juga: Intip Rahasia Cantik Wanita dari 7 Negara Ini, Yuk!

 

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2019. The Psychology of Beauty.
Web MD. Diakses pada 2019. Healthy Beauty.

Diperbarui pada 11 September 2019.