Stres

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Stres

Stres adalah reaksi tubuh ketika seseorang menghadapi tekanan, ancaman, atau suatu perubahan. Seseorang biasanya mengalami stres ketika tuntutan yang diberikan padanya lebih besar dari kemampuannya untuk mengatasinya. Stres bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Stres merupakan reaksi yang sepenuhnya wajar dialami semua orang dari waktu ke waktu ketika dihadapkan pada situasi yang membuat mereka merasa tertekan.

Stres bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu stres eksternal dan internal. Stres eksternal adalah stres yang sumbernya berasal dari lingkungan sekitar. Hal ini bisa mencakup trauma, pengalaman hidup, atau masalah sehari-hari. Sedangkan stres internal adalah stres yang bersumber dari dalam diri kita sendiri dan merupakan jenis stres yang paling umum.

 

Faktor Risiko Stres

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, stres bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja, pasangan baru menikah, orangtua yang bekerja, sampai orangtua tunggal. Namun, memiliki kondisi seperti kurang gizi, tidur tidak cukup, dan tidak sehat secara fisik akan meningkatkan risiko seseorang terkena stres.

Baca juga: Orang dengan Golongan Darah Ini Rentan Stres

 

Penyebab Stres

Stres sebenarnya merupakan reaksi yang baik, karena bisa membantu seseorang menyadari situasi yang berbahaya atau mengancam, sehingga berusaha untuk keluar dari situasi tersebut. Saat mengalami stres, tubuh akan secara alami melepaskan hormon yang disebut kortisol dan adrenalin. Penyebab umum seseorang mengalami stres, antara lain:

  • Berada di bawah banyak tekanan.

  • Menghadapi perubahan yang besar.

  • Khawatir akan sesuatu.

  • Tidak memiliki kemampuan untuk mengatasi situasi.

  • Memiliki tanggung jawab yang besar.

  • Tidak memiliki cukup pekerjaan atau aktvitias.

  • Masa-masa yang tidak tentu.

Baca juga: Hati-Hati, Ini 9 Tipe "Karyawan Racun" di Kantor

 

Gejala Stres

Orang yang mengalami stres akan menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Merasa sangat kelelahan.

  • Sulit berkonsentrasi.

  • Lebih mudah marah dengan orang lain.

  • Merasa khawatir, cemas, atau takut.

  • Insomnia atau memiliki kesulitan untuk tidur.

  • Pusing.

 

Diagnosis Stres

Stres dapat didiagnosis dengan bantuan tenaga ahli seperti psikiater. Melalui sesi konseling, psikiater bisa mengetahui penyebabnya, sehingga bisa menentukan penanganan yang tepat untuk pengidap. Bila stres sudah memengaruhi kesehatan organ dalam, psikiater juga bisa merekomendasikan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan laboratorium atau rekam jantung.

 

Komplikasi Stres

Stres yang dibiarkan berkepanjangan bisa menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, seperti berikut:

  • Penyakit jantung.

  • Masalah berat badan.

  • Depresi.

  • Kanker dan gangguan imun.

Baca juga: Ini Alasan Stres Bisa Sebabkan Dermatographia

 

Pengobatan Stres

Stres terkadang memang sulit dihindari. Itulah mengapa mengetahui cara mengatasi stres sangat penting. Karena bila stres dibiarkan berkepanjangan, dapat menimbulkan masalah kesehatan. Pengobatan stres meliputi perubahan gaya hidup, relaksasi, dan psikoterapi. Perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres, antara lain:

  • Menerapkan pola makan dengan gizi seimbang.

  • Berolahraga secara rutin.

  • Mengurangi konsumsi kafein.

  • Tidur yang cukup.

  • Melakukan kegiatan yang disukai.

  • Hindari mengonsumsi alkohol dan NAPZA.

Selain dengan mengubah gaya hidup, stres juga bisa diatasi dengan melakukan relaksasi seperti meditasi, aromaterapi, atau yoga. Sedangkan psikoterapi dilakukan dengan cara menanamkan kepada pengidap untuk selalu memiliki cara berpikir yang positif dalam segala sesuatu.

 

Pencegahan Stres

Berikut adalah beberapa cara mencegah stres, sehingga kamu bisa menjalani hidup yang lebih bahagia dan sehat:

  • Pertahankan sikap dan pikiran yang positif.

  • Pelajari dan latihlah teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, atau taichi.

  • Berolahraga secara teratur.

  • Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang.

  • Berusahalah untuk mengatur waktu lebih efektif.

  • Luangkan waktu untuk melakukan hobi, atau relaksasi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan ragu untuk mengunjungi psikiater bila kamu mengalami gejala-gejala stres seperti di atas.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2019. Stress
Mind. Diakses pada 2019. Causes of Stress.

 

Pertanyaan Seputar Stres

Banyak pikiran negatif itu bisa mempengaruhi stamina tubuh ya?

Ditanyakan oleh: siwdyn_

Dijawab oleh: dr Rizal Fadli

Ketika pikiran dipenuhi oleh hal-hal yang negatif, lambat laun itu akan memunculkan stres yang akhirnya malah mengacaukan apa yang sedang dijalani. Menurut riset, 99 persen penyakit muncul karena pikiran dan akibat stres. Parahnya lagi, stres itu termasuk dalam penyakit pikiran yang berakibat pada penurunan sistem imun atau daya tahan tubuh terhadap virus atau bakteri.

Ketika stres terjadi, biasanya penyakit mudah masuk. Pasalnya, saat stres sedang terjadi, sistem imun berkurang dan dapat membuat tubuh menjadi lemas, mudah sakit, dan kurang bergairah. Sebaiknya jangan biarkan pikiran negatif terus berada dalam pikiran, karena dapat membuat otak rentan mengalami stres. Akibatnya, secara otomatis dapat menimbulkan antibodi atau sistem kekebalan kita menurun.

Stres pada seorang akan otomatis mengubah cara kerja sistem imun. Stres juga bisa menurunkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit berupa menurunnya sel-sel yang bertugas untuk melawan penyakit dan sulit sembuh. Stres yang sudah berlebihan atau berjalan sangat lama akan membuat tubuh letih dan akhirnya melemahkan penyediaan hormon adrenalin sertamenurunkan sistem imun.

 

Bagaimana cara menghilang pikiran stres dok?

Ditanyakan oleh: sheillamajid

Dijawab oleh: dr Rizal Fadli

Studi telah menunjukkan bahwa stres dapat menjadi penyebab atau faktor yang berkontribusi terhadap sebagian besar penyakit serius. Pasalnya, stres dapat menurunkan kekebalan tubuh.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi stres, antara lain:

1. Pergi ke Tempat yang Tenang

Mencari tempat yang tenang adalah langkah pertahanan yang sangat baik terhadap efek stres kronis. Cara ini cukup efektif membantu dalam menghadapi stres yang sedang dirasakan dan menjaga pikiran tetap sehat.

2. Cari Tahu Penyebab Stres

Langkah ini sedikit lebih individual dan perlu ditelusuri secara mendalam lewat diri sendiri. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, stres dapat membuat seseorang yang mengalaminya mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah. Namun, ketika seseorang yang mengalaminya sudah berada dalam posisi yang lebih tenang, penyebab stres dan solusinya akan lebih mudah diketahui.

3. Cari Kegiatan Rutin yang Sesuai Hobi

Bagian penting lainnya dari manajemen stres adalah memiliki beberapa kegiatan rutin yang bisa membantu menghadapi penyebab stres. Daripada terus-menerus memikirkan sesuatu yang membebani pikiran, temukan kegiatan yang mampu menghilangkan kondisi tersebut. Dengan begitu, stres yang muncul dapat berkurang karena adanya kegiatan rutin tersebut.

Beberapa kebiasaan rutin ini termasuk meditasi, olahraga, konsumsi makanan sehat, hingga melakukan hobi positif. Hubungi juga dokter atau psikolog, supaya stres yang dialami bisa diatas dengan baik.

 

Gangguan stres dan depresi itu apa harus menjalani pengobatan ke psikolog?

Ditanyakan oleh: hellenaps_30

Dijawab oleh: dr Fadhli Rizal Makarim

Gangguan stres akut dan depresi merupakan dua hal yang berbeda. Stres merupakan sebuah tekanan psikologis oleh sebab apapun (pekerjaan, keluarga, sekolah, maupun sosial) yang dapat memberikan perubahan zat aktif pada otak, sehingga memengaruhi kinerja otak (menjadi kurang produktif atau muncul gejala lainnya). Sedangkan depresi merupakan gangguan penurunan mood seseorang karena stres yang berlebihan.

Selama stres masih dapat dikelola dengan baik dan tidak menimbulkan keluhan atau gangguan dalam beraktivitas, maka bantuan psikiater (dokter spesialis kejiwaan) belum terlalu dibutuhkan. Jika ingin berkonsultasi terkait pengelolaan stres yang baik, kunjungan ke psikolog dapat dilakukan. Namun, apabila stres sudah sampai menimbulkan depresi dan gangguan aktivitas sehari-hari (tidak mau bekerja, tidak mau bersekolah, atau lainnya), maka perlu mendapatkan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan penanganan yang komprehensif.