Keracunan Arsenik

Pengertian Keracunan Arsenik

Arsenik adalah komponen alami dari kerak bumi dan berada di lingkungan di udara, air dan tanah. Kebanyakan arsenik berada dalam jumlah yang sedikit. Arsenik hanya menimbulkan masalah kesehatan jika sejumlah besar arsenik memasuki tubuh atau terpapar dalam jumlah yang sedikit tapi dalam jangka waktu yang lama.

Keracunan arsenik dapat menyebabkan kanker, penyakit hati, koma hingga kematian. Arsenik dalam bentuk inorganik (seperti pada industri) dapat lebih berbahaya dibandingkan bentuk organik (seperti pada makanan, pestisida).

 

Gejala Keracunan Arsenik

Terdapat 2 jenis gejala keracunan arsenik:

  • Gejala akut. Gambaran klinis pada kondisi akut terlihat di hampir semua sistem tubuh. Gejala yang umum terjadi adalah mual, muntah, rasa sakit perut, diare berair, dan air liur berlebihan. Gejala lain yang dapat terjadi adalah psikosis akut, ruam kulit yang menyebar, kardiomiopati, dan kejang. Kelainan darah, gagal ginjal, gagal napas, dan edema paru sering terjadi. Pada saraf dapat terjadi gangguan saraf tepi dan juga gangguan pada otak.
  • Gejala kronis. Gejala saat arsenik lama terpapar juga termanifestasi di hampir semua sistem tubuh. Arsen mengumpul di organ penting seperti di hati, ginjal, jantung dan paru-paru, dengan jumlah yang lebih kecil di otot, saraf, pencernaan, limpa, dan paru-paru.  Arsenik juga dapat tersimpan dalam kuku, rambut dan kulit. Kulit dapat bersisik dan kasar serta memiliki pigmen yang berlebih.

Organ seperti jantung, sistem pernapasan, pembuluh darah dapat mengalami gangguan. Keracunan arsenik juga dapat mengakibatkan diabetes. Hal yang paling dikhawatirkan dari pengaruh keracunan arsenik dalam waktu yang lama adalah munculnya keganasan.

 

Penyebab Keracunan Arsenik

Paparan arsenik terjadi dari inhalasi, penyerapan melalui kulit dan terutama dengan menelan, misalnya akibat kontaminasi air tanah pada air minum dan irigasi tanah pertanian.vBeberapa negara memiliki kondisi air tanah dengan kandungan arsen yang lebih tinggi dibandingkan lainnya.

Arsenik digunakan secara industri dalam pengolahan kaca, pigmen, tekstil, kertas, perekat logam, pengawet kayu dan amunisi. Arsenik juga digunakan dalam proses penyamakan kulit, dalam pestisida, aditif pakan dan obat-obatan. Oleh karena itu, paparan arsenik lebih tinggi pada wilayah dengan industri ini dan pada orang yang bekerja di industri ini.

 

Faktor Risiko Keracunan Arsenik

Penduduk di negara dengan kandungan arsenik pada air tanah yang lebih tinggi secara natural dibanding wilayah lainnya lebih berisiko mengalami keracunan arsenik. Contoh negaranya antara lain Argentina, Banglades, Chili, Cina, India, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Orang yang merokok juga berisiko mengalami keracunan arsenik mengingat tembakau dapat menyerap arsenik yang terdapat dalam tanah. Begitu pula orang yang tinggal dekat industri yang menggunakan arsenik.

 

Diagnosis Keracunan Arsenik

Dokter akan melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi kemungkinan kejadian keracunan arsenik. Riwayat pekerjaan, yang mungkin terkait industri yang menggunakan arsenik penting untuk disampaikan pada dokter yang memeriksa. Jika diperlukan akan dilakukan analisis sampel darah, urin, dan rambut untuk mengukur dan memantau paparan. Kadar antara 0,1 dan 0,5 mg/kg pada sampel rambut menunjukkan keracunan kronis sementara 1,0-3,0 mg/kg menunjukkan keracunan akut.

 

Pengobatan dan Efek Samping Pengobatan Keracunan Arsenik

Pengidap dengan keracunan arsenik perlu dijauhkan segera dari sumber paparan. Penanganan selanjutnya tergantung gejala dan tingkat keparahan yang dialami.

Belum ada pengobatan untuk  keracunan arsenik kronis. Pilihan pengobatan yang dianjurkan adalah vitamin dan suplemen mineral dan terapi antioksidan. Pada pengobatan keracunan arsenik akut hemodialisis atau cuci darah dapat menghilangkan arsenik dari aliran darah, tetapi hanya sebelum arsenik mengikat ke jaringan.

Transfusi darah dan terapi khelasi dapat digunakan juga untuk membantu pasien dengan keracunan arsenik. Terapi khelasi merupakan sebuah prosedur medis menggunakan bahan-bahan khelasi untuk menghilangkan logam berat dari tubuh, salah satunya apabila tubuh mengalami keracunan.

 

Pencegahan Keracunan Arsenik

Tindakan yang paling penting dalam masyarakat yang terkena dampak adalah pencegahan paparan lebih lanjut terhadap arsenik dengan cara penyediaan pasokan air yang aman untuk minum, dan irigasi tanaman pangan. Ada sejumlah pilihan untuk mengurangi kadar arsenik dalam air minum, yaitu:

  • Pengganti sumber arsenik tinggi, seperti air tanah, dengan sumber arsenik rendah seperti air hujan dan air permukaan yang diolah.
  • Pisahkan antara air dengan sumber arsenik tinggi dan arsenik rendah.
  • Campurkan air arsenik rendah dengan air arsenik yang lebih tinggi untuk mencapai tingkat konsentrasi arsenik yang dapat diterima.
  • Pasang sistem pembuangan arsenik (baik terpusat atau domestik) dan pastikan pembuangan yang tepat dari arsenik yang dibuang.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Kondisi dengan gejala keracunan arsenik, terutama pada orang yang memiliki faktor risiko perlu mendapatkan pertolongan dokter untuk mendapat penanganan sesuai tingkat keparahannya.