Keracunan Sianida

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Keracunan Sianida

Semenjak zaman dahulu sianida dikenal sebagai racun dan telah digunakan dalam pembunuhan massal, dalam kasus bunuh diri, dan sebagai senjata perang. Keracunan sianida dapat terjadi akibat gangguan kekurangan oksigen dalam sel.

Gejala Keracunan Sianida

Tanda dan gejala keracunan sianida biasanya terjadi kurang dari 1 menit setelah terhirup dan dalam beberapa menit setelah konsumsi. Tanda awal  termasuk diantaranya rasa cemas, sakit kepala, pusing, mata tidak fokus, dan pupil mata melebar. Saat sel tubuh kekurangan oksigen tingkat kesadaran semakin turun, kejang, dan koma dapat terjadi. Kulit mungkin terlihat normal atau sedikit pucat, nafas menjadi cepat dan dalam, tekanan darah serta nadi pun bisa jadi tidak stabil.

Penyebab Keracunan Sianida

Sianida, seperti halnya  karbon monoksida adalah penyebab sel kekurangan oksigen. Sianida mengganggu proses pembentukan sumber energi dan oksigen  dengan mengikat enzim cytochrome c oxidase dan memblokir rantai transpor elektron mitokondria dan fosforilasi oksidatif. Proses ini mengganggu produksi oksigen dari proses metabolisme sehingga sel tubuh kekurangan oksigen dan  dan membuat penurunan jumlah adenosine triphosphate (ATP) sebagai sumber energi untuk fungsi metabolisme tubuh.

Faktor Risiko Keracunan Sianida

Risiko keracunan sianida terutama terjadi jika menghirup asap kebakaran. Sianida juga  terbentuk sebagai hasil pembakaran tidak sempurna dari bahan yang mengandung nitrogen (plastik, vinil, akrilik, nilon, neoprene, karet, isolasi) sehingga orang dengan paparan bahan ini memiliki risiko lebih tinggi. Korban kebakaran yang mengalami keracunan karbon monoksida harus diasumsikan juga terkena kadar racun sianida juga karena sebagian besar bangunan modern mengandung bahan-bahan ini. Sumber lain termasuk paparan di tempat kerja, pemberian natrium nitroprusside berkepanjangan, insektisida, pengerjaan logam, dan biji beberapa buah seperti aprikot.

Diagnosis Keracunan Sianida

Keracunan sianida sulit dinilai karena gejalanya tidak spesifik. Setiap korban kebakaran yang menghirup asap kebakaran harus diasumsikan mengalami keracunan sianida. Laboratorium seperti hitung darah lengkap, elektrolit, pemeriksaan urin, skrining tox, pemeriksaan darah arteri, kadar karboksihemoglobin harus diperiksa. Rontgen dada dan EKG juga harus menjadi bagian dari pemeriksaan awal. Pengukuran kadar sianida di darah bisa dilakukan namun mungkin memerlukan beberapa hari, tergantung pada fasilitas laboratorium.

Pengobatan dan Efek Samping Keracunan Sianida

Pengobatan awal pasien dengan keracunan sianida akut membutuhkan penilaian cepat dan identifikasi rute paparan yang paling mungkin. Orang dengan paparan inhalasi yang dicurigai pertama-tama harus dievakuasi dari daerah yang terkontaminasi dan pakaian yang terkena dihapus. Jika dicurigai sianida tertelan dan orang yang mengalami keracunan muntah, harus ditangani oleh tenaga medis terlatih yang memakai masker wajar, sarung tangan ganda dan pelindung mata untuk mencegah kontaminasi selanjutnya.

Arang aktif dapat diberikan jika pasien sadar, waktunya dalam 1 jam dari menelan yang dicurigai. Meskipun mungkin tidak efektif dalam melawan keracunan sianida, arang aktif mungkin berguna pada pasien yang mungkin telah menelan racun lain selain sianida.  Terapi oksigen dan pengobatan lain seperti anti-kejang, cairan infus dilakukan sebagai pengobatan penunjang.

Pengobatan utama keracunan sianida adalah pemberian anti-dotum yakni hydroxocobalamin. Indikasi untuk pemberian hydroxocobalamin termasuk kecurigaan keracunan sianida dari asap, terutama pasien dengan perubahan status mental, tekanan darah dan nadi tidak stabil, atau gagal napas. Efek samping hydroxocobalamin diantaranya dapat menyebabkan sakit kepala, gangguan pencernaan, reaksi alergi, dan hipertensi juga  membuat urin pasien tampak seperti anggur merah gelap.

Pencegahan Keracunan Sianida

Pencegahan dan penanganan kebakaran lebih awal dapat mencegah terjadinya keracunan sianida. Pekerja yang menangani, menyimpan, menggunakan atau menghasilkan sianida harus dilatih untuk mengenali gejala keracunan sianida dan pertolongan pertama jika dicurigai terjadi keracunan sianida.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika terdapat kecurigaan telah terpapar sianida dan juga mengalami gejala yang mungkin terjadi karena keracunan sianida segera dapatkan penanganan dari tenaga medis. Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala - gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu di sini.