Keratosis Pilaris

Pengertian Keratosis Pilaris

Keratosis pilaris (KP) merupakan defek keratinisasi pada folikel rambut xerotic, yang mana ujung dari folikel terisi oleh sumbatan bertanduk yang membuat kulit teraba seperti kulit ayam.

 

Gejala Keratosis Pilaris

Gejala keratosis pilaris bermula dari rasa gatal, benjolan kecil, dengan berbagai tingkat kemerahan atau peradangan. Gejala ini sering muncul di sisi luar lengan atas paha, wajah, punggung, dan bokong. Namun juga dapat terjadi pada tangan, bagian atas kaki, sisi, atau bagian tubuh apa pun kecuali kulit yang tidak berbulu (seperti telapak tangan atau telapak kaki).

 

Penyebab dan Faktor Risiko Keratosis Pilaris

Penyebabnya belum banyak diketahui. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap penyakit ini antara lain faktor imunologi, genetik, fisiologis, dan farmakologi.

 

Diagnosis Keratosis Pilaris

Diagnosis umumnya ditegakkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, namun pemeriksaan penunjang dapat menggunakan dermatoskopi untuk mengkonfirmasi diagnosis dan menilai apakah orang dengan KP merespons pengobatan.

 

Pencegahan Keratosis Pilaris

Belum terdapat cara pencegahan khusus untuk KP, namun mencegah kulit tetap lembap dan menjaga daya tahan tubuh serta menghindari paparan iritan dapat membantu mencegah KP.

 

Penanganan Keratosis Pilaris

Beberapa penanganan yang dapat dilakukan seperti pemberian krim dan lotion topikal saat ini adalah pengobatan keratosis pilaris yang paling umum digunakan, khususnya yang terdiri dari perawatan pelembap atau keratolitik termasuk urea, asam laktat , asam glikolat, asam salisilat, vitamin D ,atau retinoid topikal seperti tretinoin.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika terdapat gejala yang semakin parah dan mengganggu aktivitas, segeralah periksa ke dokter. Pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu di sini.