Keriput

Pengertian Keriput

Keriput atau kerutan pada wajah adalah salah satu kondisi penuaan kulit secara kompleks yang merefleksikan proses intrinsik natural dan ekstrinsik. Penuaan intrinsik merupakan fungsi hereditas individual dan hasil dari berjalannya waktu, bersifat fisiologis yang tidak bisa dihindari.

 

Gejala Keriput

Keriput merupakan penurunan fungsi dari elastisitas wajah sehingga kulit mengalami pengenduran, dan karena seiring dengan bertambahnya usia maka kulit menjadi lebih tipis, lebih kering, kulit mengalami pengurangan penurunan kelenturan dan kelembapan.

Hal tersebut menimbulkan garis-garis halus, tekstur kulit yang tidak halus dan keriput pada kulit. Secara garis besar, gejala penuaan intrinsik dan ekstrinsik dapat dibedakan sebagai berikut :

  1. Penuaan instrinsik : kulit tipis dan halus, kering, kerutan halus, garis ekspresi lebih dalam, kulit kendur dan dapat ditemukan tumor jinak.
  2. Penuaan ekstrinsik : kulit menebal dan kasar, kulit kering, kerutan lebih dalam dan nyata, bercak pigmentasi tidak teratur, pelebaran pembuluh darah, dan dapat timbul lesi tumor jinak ataupun prekanker.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Keriput

Keriput tidak hanya datang akibat bertambahnya usia saja, tetapi beberapa faktor lain juga mempengaruhi kondisi kulit seseorang. Hal ini disebabkan oleh tingginya stres, tingkat polusi, perokok, pencemaran lingkungan, stress, pancaran sinar matahari, radikal bebas, dan sinar UV.

Faktor-faktor lain yang dapat mempercepat proses penuaan, seperti :

  • Keadaan gizi yang buruk dan kurang istirahat.
  • Stres dan gangguan psikologis.
  • Pemakaian otot-otot wajah yang berulang-ulang seperti cemberut, atau mengerutkan kening.
  • Penyakit kronik.
  • Kelainan kulit atau kehilangan struktur penunjang kulit, seperti kehilangan berat badan secara cepat dan drastis.

 

Diagnosis Keriput

Diagnosis untuk keriput umumnya ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Terdapat beberapa kriteria, yaitu Klasifikasi Photoaging :

  1. Tipe I
  • Photoaging ringan (umur 20-30 tahun)
  • Tidak ada/sedikit kerut
  • Sedikit perubahan pigment
  • Tidak ada tumor kulit
  1. Tipe II
  • Photoaging sedang (umut 30-40 tahun)
  • Kerut pada kontraksi otot wajah, lekuk senyum lebih dalam
  • Mulai ada bercak kehitaman
  • Mulai ada tumor kulit
  1. Tipe III
  • Photoaging berat (umur 50-an tahun)
  • Adanya kerut walaupun dalam keadaan istirahat
  • Perubahan warna kulit dan pelebaran pembuluh darah
  • Adanya tumor-tumor kulit
  1. Tipe IV
  • Photoaging lebih berat (umur 60-70 tahun)
  • Hampir tidak ada kulit normal, semua kerut
  • Adanya tumor-tumor kulit

 

Penanganan Keriput

Dalam penanganan kulit menua, peremajaan kulit adalah upaya untuk membuat kulit tampak lebih sehat dan muda. Indikasi utama premature photoaging adalah akibat paparan sinar UV. Cara-cara peremajaan kulit yang lain adalah :

    1. Pemakian bahan/obat tipikal : antioksidan, tretinoin, dsb.
    2. Pengelupasan kulit secara kimiawi (chemical peeling).
    3. Dermabrasi.
    4. Skin filler.
    5. Toksin botulinum (botox).
    6. Laser resurfacing.
    7. Intense pulsed light (IPL).
    8. Terapi sulih hormone.

 

 

 

Pencegahan Keriput

Keriput memang tak bisa dihindari, namun ada cara untuk mencegah penuaan dini, yaitu dengan beberapa cara ini.

  1. Menjaga kulit agar tetap bersih.
  2. Memakai krim pelembap yang sesuai jenis kulit.
  3. Melindungi kulit dari paparan, terutama sinar matahari.
  4. Pola makan dengan gizi yang seimbang.
  5. Suplementasi internal seperti vit A, C, E, dsb.
  6. Hidup sehat serta tidur yang cukup.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Kamu bisa mengunjungi dokter jika ingin mengetahui lebih mendalam tentang cara peremajaan kulit agar terhindar dari penuaan dini. Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala - gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu di sini.