Kolesistitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Kolesistitis

Kolesistitis adalah inflamasi dari kantung empedu. Kantung empedu merupakan organ di abdomen atas kanan yang berbentuk seperti pear. Kantung ini menyimpan cairan digestif yang akan dilepaskan ke usus halus. Pada kebanyakan kasus, batu empedu dapat menghalangi jalan keluar empedu sehingga menyebabkan infeksi.

Gejala Kolesistitis

Tanda dan gejala, antara lain:

  • Nyeri berat di abdomen kanan atas atau tengah.
  • Nyeri yang merambat ke bahu kanan atau punggung.
  • Nyeri di seluruh abdomen saat tersentuh.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Demam.

Penyebab dan Faktor Risiko Kolesistitis

Penyebab dan faktor risiko kolesistitis, antara lain:

  • Batu empedu

Seringkali kolesistitis merupakan hasil dari partikel-partikel keras yang berkembang di kantong empedu. Batu ini dapat menghalangi jalan keluar empedu untuk keluar dari kantong empedu.

  • Tumor

Tumor mengakibatkan proses keluarnya empedu menjadi tidak lancar dan tertimbun di dalam sehingga menyebabkan peradangan.

  • Infeksi

Aids dan beberapa infeksi viral dapat memicu radang kantong empedu.

Diagnosis Kolesistitis

Diagnosis dapat ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan penunjang, seperti tes lab, CT scan abdomen, HIDA scan untuk melihat pergerakan empedu pada tubuh.

Penanganan Kolesistitis

Penanganan kolesistitis dapat dilakukan melalui beberapa cara, salah satunya adalah puasa dengan tujuan untuk mengistirahatkan kantong empedu yang meradang. Rehidrasi juga diperlukan  untuk mengganti cairan yang keluar. Antibiotik juga dapat diberikan jika kantong empedu terbukti terinfeksi. Obat anti-nyeri juga dapat diberikan. Terakhir adalah tindakan untuk membuang batu yang bernama ERCP.

Pencegahan Kolesistitis

Pencegahan yang paling penting dilakukan adalah perubahan gaya hidup, menurunkan berat badan, dan hindari makanan-makanan yang meningkatkan kolesterol.

  1. Hindari turun berat badan secara singkat karena bisa memicu terbentuknya batu empedu. Jumlah yang dianjurkan adalah 1—2 pon per minggu.
  2. Jagalah berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan memiliki risiko mengidap batu empedu lebih tinggi dari orang normal.
  3. Pilihlah makanan yang sehat.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika cara penanganan dan pencegahan di atas tidak berhasil, segera berdiskusi dengan dokter. Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala - gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu di sini.