halodoc-banner
  • Kamus Kesehatan A-Z
  • Perawatan Khusus keyboard_arrow_down
  • Cek Kesehatan Mandiri keyboard_arrow_down
close
halodoc-logo
Download app banner

sign-in logo Masuk

home icon Beranda


Layanan Utama

keyboard_arrow_down
  • Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

  • Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

  • Homecare icon

    Homecare

  • Asuransiku icon

    Asuransiku

  • Haloskin icon

    Haloskin

  • Halofit icon

    Halofit

Layanan Khusus

keyboard_arrow_down
  • Kesehatan Kulit icon

    Kesehatan Kulit

  • Kesehatan Seksual icon

    Kesehatan Seksual

  • Kesehatan Mental icon

    Kesehatan Mental

  • Kesehatan Hewan icon

    Kesehatan Hewan

  • Perawatan Diabetes icon

    Perawatan Diabetes

  • Kesehatan Jantung icon

    Kesehatan Jantung

  • Parenting icon

    Parenting

  • Layanan Bidan icon

    Layanan Bidan

Cek Kesehatan Mandiri

keyboard_arrow_down
  • Cek Stres icon

    Cek Stres

  • Risiko Jantung icon

    Risiko Jantung

  • Risiko Diabetes icon

    Risiko Diabetes

  • Kalender Kehamilan icon

    Kalender Kehamilan

  • Kalender Menstruasi icon

    Kalender Menstruasi

  • Kalkulator BMI icon

    Kalkulator BMI

  • Pengingat Obat icon

    Pengingat Obat

  • Donasi icon

    Donasi

  • Tes Depresi icon

    Tes Depresi

  • Tes Gangguan Kecemasan icon

    Tes Gangguan Kecemasan


Kamus Kesehatan

Artikel

Promo Hari Ini

Pusat Bantuan

Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

search
Home
Kesehatan
search
close
Ad Placeholder Image

Lenacapavir

REVIEWED_BY  dr. Fauzan Azhari SpPD  
undefinedundefined

Daftar Isi:

  1. Apa itu Lenacapavir?
  2. Bagaimana Lenacapavir Bekerja?
  3. Manfaat Lenacapavir untuk Pengobatan HIV
  4. Dosis dan Cara Pemberian Lenacapavir
  5. Efek Samping Lenacapavir yang Perlu Diperhatikan
  6. Interaksi Obat Lenacapavir
  7. Resistensi Terhadap Lenacapavir
  8. Siapa Saja yang Dapat Menggunakan Lenacapavir?
  9. Apakah Lenacapavir Dapat Menyembuhkan HIV?
  10. Kapan Harus ke Dokter?
  11. Kesimpulan

Apa itu Lenacapavir?

Lenacapavir adalah obat antiretroviral (ARV) first-in-class yang dikembangkan oleh Gilead Sciences untuk pengobatan infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Obat ini menargetkan kapsid HIV-1, yaitu lapisan protein yang melindungi materi genetik virus.

Lenacapavir berbeda dari obat ARV lain, karena memiliki mekanisme kerja yang unik dan masa kerja yang panjang (long-acting).

Dengan kata lain, obat ini dapat bertahan dalam tubuh untuk jangka waktu yang lebih lama dibandingkan obat lainnya.

Bagaimana Lenacapavir Bekerja?

Lenacapavir bekerja dengan menghambat fungsi kapsid HIV-1. Kapsid ini penting untuk beberapa tahap dalam siklus hidup virus, termasuk:

  • Masuknya virus ke dalam sel target.
  • Transportasi materi genetik virus ke dalam inti sel.
  • Perakitan virus baru.

Dengan menghambat kapsid, lenacapavir mencegah virus untuk menginfeksi sel baru dan bereplikasi.

Obat ini efektif melawan berbagai jenis HIV, termasuk strain yang resistan terhadap obat ARV lain.

Manfaat Lenacapavir untuk Pengobatan HIV

Lenacapavir menawarkan beberapa manfaat penting dalam pengobatan HIV:

1. Efektif melawan HIV yang resistan terhadap obat

Lenacapavir tetap efektif melawan strain HIV yang telah mengembangkan resistensi terhadap ARV lain. Ini menjadi pilihan penting bagi pasien dengan infeksi HIV multi-resistan.

2. Masa kerja panjang

Lenacapavir memiliki masa kerja yang sangat panjang, memungkinkan pemberian obat yang lebih jarang. 

Menurut studi yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine, pemberian lenacapavir secara subkutan setiap enam bulan menunjukkan efektivitas yang baik dalam menekan viral load pada pasien dengan HIV multi-resistan.

3. Potensi sebagai terapi kombinasi

Lenacapavir dapat digunakan dalam kombinasi dengan ARV lain untuk mencapai penekanan virus yang optimal.

4. Pilihan untuk pasien dengan kesulitan kepatuhan

Karena frekuensi pemberiannya yang jarang, lenacapavir dapat menjadi pilihan yang baik untuk pasien yang kesulitan untuk patuh pada rejimen pengobatan harian.

Baca juga artikel lainnya terkait cara mencegah HIV di sini: Ketahui Cara Efektif untuk Mencegah Penularan HIV

Dosis dan Cara Pemberian Lenacapavir

Lenacapavir diberikan melalui suntikan subkutan.

  • Dosis awal mencakup pemberian oral diikuti dengan suntikan subkutan.
  • Dosis pemeliharaan diberikan setiap enam bulan.

Dokter akan menentukan dosis yang tepat berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Selain lenacapavir, Ini Jenis dan Rekomendasi Obat HIV yang Perlu Diketahui.

Efek Samping Lenacapavir yang Perlu Diperhatikan

Seperti semua obat, lenacapavir dapat menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum meliputi:

  • Reaksi di tempat suntikan (nyeri, kemerahan, bengkak).
  • Mual.
  • Diare.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.

Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami efek samping yang parah atau mengganggu.

Interaksi Obat Lenacapavir

Lenacapavir dapat berinteraksi dengan obat lain.

Penting untuk memberi tahu dokter tentang semua obat yang sedang dikonsumsi, termasuk obat resep, obat bebas, dan suplemen herbal.

Kamu bisa cari tahu informasi lebih lanjut tentang Tes HIV – Manfaat, Jenis, Prosedur & Efek Samping. 

Resistensi Terhadap Lenacapavir

Seperti halnya dengan obat ARV lain, resistensi terhadap lenacapavir dapat berkembang seiring waktu.

Nah, untuk meminimalkan risiko resistensi, penting untuk mematuhi rejimen pengobatan yang diresepkan dan menjalani pemeriksaan virus secara teratur.

Studi dalam Antimicrobial Agents and Chemotherapy meneliti mutasi yang terkait dengan resistensi lenacapavir.

Siapa Saja yang Dapat Menggunakan Lenacapavir?

Lenacapavir terutama ditujukan untuk orang dewasa dengan infeksi HIV multi-resistan yang telah mencoba banyak rejimen pengobatan HIV lainnya dan virus mereka terus bereplikasi.

Penggunaan lenacapavir harus dipertimbangkan dalam konteks riwayat pengobatan sebelumnya dan hasil tes resistensi.

Apakah Lenacapavir Dapat Menyembuhkan HIV?

Saat ini, belum ada obat untuk HIV. Lenacapavir, seperti ARV lainnya, membantu mengendalikan virus dan mencegahnya merusak sistem kekebalan tubuh.

Dengan pengobatan yang efektif, orang dengan HIV dapat hidup sehat dan panjang umur.

Yuk, simak informasi selengkapnya terkait Obat HIV Lenacapavir, Rekomendasi WHO Disuntik Dua Kali Setahun untuk Cegah HIV.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika kamu mengalami kondisi berikut:

  • Mengalami efek samping yang parah setelah menerima lenacapavir.
  • Mencurigai adanya interaksi obat.
  • Viral load meningkat atau jumlah sel CD4 menurun selama pengobatan.

Kamu juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui Halodoc untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pengobatan HIV dan lenacapavir.

Kesimpulan

Lenacapavir merupakan inovasi penting dalam pengobatan HIV, terutama bagi mereka yang mengalami resistensi terhadap obat lain.

Dengan mekanisme kerja yang unik dan frekuensi pemberian yang jarang, lenacapavir menawarkan harapan baru dalam mengendalikan infeksi HIV.

Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah lenacapavir sesuai dengan kondisi kamu, serta untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pilihan pengobatan HIV lainnya.

Konsultasi dengan dokter kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc. 

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.

Produknya 100% asli original dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
BPOM. Diakses pada 2025. Cek Produk – Badan Pengawas Obat dan Makanan RI.
European Medicines Agency (EMA).  Diakses pada 2025. New injection for easier prevention of HIV infection in the EU and worldwide.
GILEAD. Diakses pada 2025. Yeztugo Lenacapavir Is Now the First and Only FDA Approved HIV Prevention Option Offering 6 Months of Protection.  
UNAIDS. Diakses pada 2025. UNAIDS urges Gilead to drop price of new HIV prevention shot.   
WHO. Diakses pada 2025. WHO recommends injectable lenacapavir for HIV prevention.
WHO. Diakses pada 2025. FDA approval of injectable lenacapavir marks progress for HIV prevention
WHO. Diakses pada 2025. Long-acting injectable lenacapavir proves effective in HIV prevention for women. 
WHO. Diakses pada 2025. WHO recommends injectable lenacapavir for HIV prevention.  

TRENDING_TOPICS

VIEW_ALL
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp