Lichen Planus

Pengertian Lichen Planus

Lichen Planus (LP) adalah penyakit autoimun berupa peradangan kronis pada kulit, selaput lendir (mukosa), dan kuku. Pada kulit, LP biasanya muncul sebagai ruam dengan benjolan kecil-kecil dan kadang gatal. Pada selaput lendir, seperti mulut, Mrs V, atau daerah lain yang ditutupi selaput lendir, LP dapat berbentuk bercak putih berenda yang kadang menyakitkan.

Terkadang LP dapat terjadi pada dua tempat berbeda, pada kulit dan selaput lendir. LP dapat membuat bentuk kuku berubah. LP dapat terjadi pada siapa saja dan bukan merupakan penyakit yang dapat menular dan bukan pula penyakit kanker. 

 

Gejala Lichen Planus

Gejala dan tanda dari LP bervariasi tergantung pada daerah mana yang terkena. Tanda dan gejala yang khas sesuai lokasi LP pada tubuh adalah

  • LP Kutaneus atau LP kulit. Bentuk lesi LP pada kulit berupa ruam merah keunguan, terdapat benjolan atau tonjolan kecil pada ruam kulit, mengkilap, terkadang terdapat garis-garis putih kecil yang menjalarinya. Lokasi paling sering dari LP kulit adalah lengan bagian dalam, pergelangan tangan, pergelangan kaki, tetapi dapat muncul di bagian kulit mana saja, termasuk kulit kelamin. Pada kaki, warna lesi agak lebih gelap. Jika lesi terus muncul pada tempat yang sama, maka kulit akan terlihat lebih tebal, kasar, dan bersisik. 

Lesi LP dapat gatal dengan berbagai intensitas, gatal dirasakan terutama pada lesi yang sudah menebal dan bersisik. Nyeri dapat dirasakan terutama lesi LP pada kulit kelamin yang dapat menyebabkan nyeri saat hubungan seksual. Lesi kulit LP berkembang makin membesar seiring waktu, umumnya setelah satu minggu atau lebih dan penyebaran maksimal dalam 2–16 minggu. 

Lesi kulit LP dapat berkembang menjadi luka lepuh yang pecah dan membentuk keropeng atau kerak. Lesi LP kulit dapat hilang dalam waktu 6–18 bulan, tetapi lesi kulit LP yang menebal dan bersisik membutuhkan waktu yang lebih lama. saat lesi hilang, lesi baru dapat muncul lagi ditempat yang sama atau di bagian kulit lain.

  • LP Oral atau LP mulut. Lesi LP pada mulut dapat berupa bercak putih kecil, terdapat garis-garis seperti renda pada bercak. Lesi dapat tidak sakit, gatal, atau nyeri seperti terbakar. Lokasi LP mulut adalah selaput lendir (mukosa) pipi, lidah bibir, dan gusi. Lesi pada gusi dapat menyebabkan gusi terkelupas, kemerahan, bengkak, dan nyeri.
  • LP Kuku. Lesi berupa lekukan pada kuku, kuku terbelah atau menipis, dan dapat menyebabkan kuku terlepas atau kehilangan kuku. Kehilangan kuku ini bisa sementara atau permanen. LP pada kuku biasanya hanya muncul pada beberapa kuku saja, tetapi pada kasus yang jarang dapat terjadi pada semua kuku tangan ataupun kaki. 
  • Lichen Planopilaris atau LP kulit kepala. LP pada kulit kepala jarang terjadi, tetapi dapat muncul lesi berupa kemerahan, iritasi, rambut rontok menyebabkan menipisnya rambut, dan perubahan warna kulit kepala. 

 

Penyebab Lichen Planus

LP merupakan penyakit autoimun di mana sel-sel kekebalan tubuh menyerang kulit dan selaput lendir menimbulkan reaksi peradangan. Penyebab pasti mengapa hal tersebut terjadi belum jelas. Namun, terdapat kecenderungan faktor genetik dan kondisi tertentu yang dapat memicu terjadinya LP, seperti hepatitis C, dan beberapa jenis obat-obatan tertentu walaupun mekanismenya masih belum jelas.

 

Faktor Risiko Lichen Planus

Semua orang sebenarnya berisiko terkena LP, pria dan wanita memiliki risiko yang sama, walaupun LP lebih sering terjadi pada usia pertengahan, sekitar 45 tahun, dan wanita lebih sering terkena LP mulut dibanding pria. Beberapa faktor atau kondisi yang dapat memicu timbulnya LP adalah

  • Faktor genetik, beberapa pengidap LP memiliki antigen leukosit manusia B7 (Human leukocyte Antigen B7 — HLA-B7), HLA-DR1,dan HLA-DR10 dapat berkembang menjadi LP.
  • Infeksi Hepatitis C
  • Orang yang mendapatkan vaksin influenza
  • Penggunaan obat-obatan darah tinggi, obat anti-malaria (Hidroksiklorokuin dan klorokuin), obat golongan penghambat pompa proton untuk pengobatan gangguan lambung, anti-nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (ibuprofen).
  • Paparan logam merkuri atau bahan kimia lainnya

 

Diagnosis Lichen Planus

Untuk mendiagnosis LP dokter akan menanyakan gejala secara terperinci dan melakukan pemeriksaan fisik pada lesi, dan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan, misalnya biopsi dengan mengambil sampel jaringan kulit dan ditemukan gambaran karakteristik LP. Pemeriksaan pencitraan tidak diperlukan dalam mendiagnosis LP. Pemeriksaan lainnya untuk mencari pemicu LP seperti pemeriksaan untuk hepatitis C. 

 

Pengobatan Lichen Planus

Umumnya, lesi LP akan hilang sendiri dalam waktu beberapa bulan sampai beberapa tahun tanpa pengobatan. Lesi LP mulut umumnya lebih sulit diobati dan jarang hilang sendiri. Pengobatan ditujukan untuk meredakan gatal, nyeri dan mempercepat proses penyembuhan. Beberapa pengobatan yang diberikan pada pengidap LP, meliputi:

  • Kortikosteroid. Pilihan utama pengobatan LP adalah salep atau krim kortikosteroid, terutama pada lesi kulit dan lesi dalam rongga mulut. Pada lesi yang lebih parah atau tidak memungkinkan untuk penggunaan salep atau krim dapat diberikan suntikan atau obat minum dalam bentuk tablet. 
  • Antihistamin. Pada lesi LP yang gatal dapat diberikan antihistamin dalam bentuk tablet untuk mengurangi gatal.
  • Fototerapi. Fototerapi yang digunakan untuk LP menggunakan sinar ultraviolet B (UVB) yang hanya menembus lapisan atas kulit (epidermis). Fototerapi dilakukan dalam 2–3 kali dalam seminggu selama beberapa minggu. 
  • Imunosupresan. Obat-obatan immunosupresan atau menurunkan sel-sel imun tubuh, seperti azathioprine, mycophenolate, cyclosporine, dan methotrexate diberikan pada LP dalam bentuk tablet untuk LP yang tidak respon dengan pemberian kortikosteroid dan untuk LP kulit kepala. Salep cyclosporine sama efektifnya dengan salep kortikosteroid.  
  • Retinoid. Jika LP tidak membaik dengan terapi kortikosteroid atau fototerapi, dapat digunakan retinoid salep seperti salep tretinoin atau retinoid tablet minum, seperti isotretinoin atau acitretin. Salep tretinoin umumnya efektif untuk lesi LP mulut, tetapi kurang efektif untuk lesi LP kulit. Sedangkan tablet minum isotretinoin dan acitretin efektif untuk lesi kulit yang parah atau tidak berespon dengan pengobatan sebelumnya.

Perawatan di rumah dapat membantu untuk mengurangi gejala seperti gatal, tidak nyaman atau nyeri yang disebabkan LP. Perawatan di rumah meliputi

  • Tidak menggaruk ruam yang gatal untuk mencegah iritasi dan cedera pada kulit.
  • Mengompres lesi dengan air dingin
  • Menggunakan lotion pelembap setelah mandi

Pada LP mulut disarankan untuk memeriksakan ke dokter gigi dan dapat melakukan perawatan di rumah untuk mengurangi nyeri atau tidak nyaman sebagai berikut

  • Menjaga kebersihan mulut dan gigi.
  • Tidak merokok, minum alkohol, dan mengonsumsi makanan dan minuman yang pedas atau asam. 

 

Pencegahan Lichen Planus

Seperti penyebab pasti dari LP belum diketahui, maka belum ada upaya pencegahan yang dapat dilakukan agar seseorang tidak terkena LP. Namun, beberapa upaya pencegahan untuk menghindari faktor atau kondisi terkait LP, seperti 

  • Tidak menggunakan obat-obatan antinyeri sembarangan, sebaiknya selalu diskusikan dengan dokter sebelum memulai terapi dengan obat-obatan tersebut diatas
  • Mencegah infeksi hepatitis C dengan tidak menggunakan obat-obatan narkoba suntik.
  • Memastikan produk kosmetik atau perawatan kecantikan terbebas dari logam merkuri

 

Kapan Harus ke Dokter?

Diskusikan dengan dokter jika terdapat ruam dan benjolan kecil di kulit, atau bercak putih dimulut yang terjadi tiba-tiba dan tanpa penyebab yang jelas. Jika memiliki gejala atau tanda di atas jangan tunda untuk mengkonsultasikan dengan dokter agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang cepat dan akurat. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit terdekat dengan domisilimu di sini.