• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Marasmus
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Marasmus

Marasmus

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
MarasmusMarasmus

Marasmus adalah salah satu jenis malnutrisi yang parah, khususnya, kekurangan energi protein. Ini merupakan hasil dari kekurangan kalori secara keseluruhan. Termasuk semua makronutrien karbohidrat, lemak, dan protein

Kondisi ini dapat membuat tbuh kekurangan bahan bakar yang diperlukan untuk mempertahankan fungsi tubuh yang normal. Orang dengan marasmus bisa terlihat sangat kurus. Anak-anak mungkin terhambat dalam ukuran dan perkembangan. Marasmus yang berkepanjangan menyebabkan kelaparan.

Penyebab Marasmus

Defisiensi nutrisi merupakan penyebab utama marasmus. Ini terjadi pada anak-anak yang tidak mengonsumsi cukup protein, kalori, karbohidrat, dan nutrisi penting lainnya. Ini biasanya karena kemiskinan dan kelangkaan makanan.

Ada beberapa jenis malnutrisi. Seorang anak yang kekurangan gizi mungkin mengalami kondisi lain selain selain marasmus. Di antara jenis malnutrisi, yang lebih umum adalah defisiensi zat besi, yodium, zinc, dan vitamin A.

Faktor Risiko Marasmus

Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko mengembangkan marasmus. Tidak semua orang dengan faktor risiko akan mengalami marasmus. Faktor risiko marasmus meliputi:

  • Kelaparan kronis.
  • Pasokan air yang terkontaminasi.
  • Persediaan makanan yang tidak memadai.
  • Kekurangan vitamin, terutama vitamin A , E atau K.
  • Pola makan yang buruk dan tidak seimbang, tertama kurang biji-bijian, buah-buahan dan sayuran, dan protein.

Gejala Marasmus

Gejala utama marasmus adalah kekurangan berat badan. Anak-anak dengan kondisi ini telah kehilangan banyak massa otot dan lemak subkutan. Lemak subkutan adalah lapisan lemak tepat di bawah kulit. Kulit kering dan rambut rapuh juga merupakan gejala marasmus.

Pada anak-anak dengan marasmus, berikut ini juga dapat terjadi:

  • Diare kronis
  • Infeksi pernapasan
  • Cacat intelektual
  • Pertumbuhan terhambat

Anak-anak yang kekurangan gizi serius mungkin terlihat lebih tua dan memiliki sedikit atau tidak ada energi atau antusiasme untuk apa pun. Marasmus juga dapat membuat anak-anak cepat marah dan mudah tersinggung, tetapi ini biasanya merupakan gejala kwashiorkor yang lebih umum.

Kwashiorkor adalah bentuk lain dari malnutrisi serius. Kwashiorkor menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh yang dapat menyebabkan wajah menjadi bulat dan perut menjadi buncit.

Diagnosis Marasmus

Dokter sering dapat membuat diagnosis awal marasmus melalui pemeriksaan fisik. Pengukuran, seperti tinggi dan berat badan, dapat membantu menentukan apakah seorang anak menderita marasmus.

Ketika pengukuran tersebut jauh di bawah ukuran yang seharusnya dimiliki oleh anak sehat pada usia tertentu, marasmus mungkin menjadi penyebabnya.

Kurangnya gerak pada anak yang kekurangan gizi juga dapat membantu memastikan diagnosis marasmus. Anak dengan kondisi tersebut cenderung kekurangan energi atau kemauan untuk melakukan apapun.

Marasmus sulit didiagnosis menggunakan tes darah. Hal ini karena banyak anak dengan marasmus juga mengalami infeksi yang dapat memengaruhi hasil tes darah.

Pengobatan Marasmus

Orang yang menjalani pengobatan untuk marasmus berisiko mengalami sindrom refeeding, komplikasi yang mengancam jiwa yang dapat terjadi ketika tubuh yang kekurangan gizi mencoba melakukan boot ulang terlalu cepat. Untuk itu, rehabilitasi dilakukan secara bertahap. 

Idealnya, pengidap marasmus harus dirawat di rumah sakit, di bawah pengawasan medis yang ketat. Lalu, dokter akan mengantisipasi dan mengenali sindrom refeeding dapat membantu mencegah atau memperbaikinya dengan melengkapi kekurangan elektrolit dan zat gizi mikro.

Berikut ini tahap pengobatan untuk marasmus:

1. Tahap 1: Rehidrasi dan Stabilisasi

Tahap pertama pengobatan difokuskan pada pengobatan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan defisiensi mikronutrien untuk mempersiapkan tubuh untuk refeeding

Dalam banyak kasus, semua ini dapat diobati dengan satu formula, Solusi Rehidrasi untuk Nutrisi MAL (ReSoMal), yang diberikan secara oral atau melalui selang nasogastrik. 

Penting juga untuk menjaga pengidap tetap hangat untuk mencegah hipotermia dan untuk mengobati infeksi, yang membahayakan sumber energi mereka yang sedikit. Tergantung pada individu, mungkin diperlukan beberapa jam hingga hari sebelum mereka dianggap cukup stabil untuk mulai memberi makan kembali.

2. Tahap 2: Rehabilitasi Nutrisi

Refeeding dimulai secara perlahan dengan formula cair yang secara hati-hati menyeimbangkan karbohidrat, protein, dan lemak. Untuk pasien rawat inap, penyedia layanan kesehatan lebih memilih pemberian makanan melalui selang karena memungkinkan nutrisi bertahap tetapi berkelanjutan. 

Kalori diperkenalkan sekitar 70 persen dari nilai normal yang direkomendasikan untuk usia seseorang. Hingga akhirnya dapat meningkat hingga 140 persen dari nilai yang direkomendasikan untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan anak-anak yang terhambat. 

Fase ini dapat berlangsung dua hingga enam minggu. Selama waktu ini, pasien secara bertahap berkembang ke pemberian makanan oral yang lebih biasa dengan makanan padat.

3. Tahap 3: Tindak Lanjut dan Pencegahan

Karena marasmus dapat kambuh, protokol perawatan lengkap mencakup pendidikan dan dukungan keluar untuk pasien dan/atau pengasuh mereka sebelum mereka dipulangkan. 

Di negara berkembang, ini mungkin berarti dukungan menyusui, air minum yang aman dan pedoman persiapan makanan, imunisasi dan pendidikan untuk mencegah penyebaran penyakit. 

Selain itu, pengasuh juga memerlukan panduan tentang cara mengenali tanda-tanda malnutrisi pada orang yang mereka rawat. Alat penyaringan universal malnutrisi (MUST) dapat membantu mengidentifikasi orang yang berisiko.

Komplikasi Marasmus

Komplikasi yang berhubungan dengan marasmus atau malnutrisi sangat serius pada bayi dan anak-anak. Kurangnya nutrisi yang tepat dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik dan mental.

Komplikasi marasmus yang tidak diobati bisa serius dan mungkin termasuk:

  • Masalah tumbuh kembang pada anak.
  • Deformitas dan kerusakan sendi.
  • Kehilangan kekuatan.
  • Kehilangan penglihatan dan kebutaan.
  • Kegagalan atau disfungsi organ.
  • Tidak sadar dan koma.

Pencegahan Marasmus

Pola makan bergizi dan seimbang dengan banyak buah dan sayuran segar, biji-bijian, dan protein akan mengurangi risiko malnutrisi dan marasmus. Jika marasmus berhubungan dengan penyakit yang mendasarinya, maka carilah pengobatan yang tepat untuk penyakit tersebut.

Kamu mungkin dapat menurunkan risiko maramus dengan cara:

  • Makan makanan yang bergizi dan seimbang.
  • Membahas gejala dengan penyedia layanan kesehatan.
  • Minum air yang disanitasi dengan benar.
  • Mengikuti kursus pengobatan yang direkomendasikan untuk infeksi.

Kapan Harus ke Dokter?

Penting untuk mengenali gejala malnutrisi sedini mungkin dan mencari pengobatan medis yang diperlukan. Jika dokter memberi resep obat, kamu bisa download Halodoc untuk cek kebutuhan medis kamu dengan mudah.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Marasmus.
Health Grades. Diakses pada 2022. Marasmus.
Healthline. Diakses pada 2022. What You Should Know About Marasmus.
Medical News Today. Diakses pada 2022. Marasmus: A Type Of Malnutrition.