Mikrosefali

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Mikrosefali

Mikrosefali adalah suatu keadaan ketika ukuran kepala kurang dari 2 SD di bawah rata-rata usia dan jenis kelamin. Hal ini mencerminkan pertumbuhan otak bayi yang kurang. Pada anak yang memiliki lingkar kepala jauh di bawah kelas 3 SD cenderung tergolong mikrosefali primer.

Baca juga: Bahaya Mikrosefali, Ini Gejala dari Sindrom Edward pada Anak

 

Gejala Mikrosefali

Pada penderita mikrosefali, umumnya ukuran lingkar kepala lebih kecil dari pada bayi atau anak seusianya dan umumnya perkembangan otak juga terganggu. Ubun-ubun terkadang masih terbuka, menunjukkan gejala retardasi mental, hemiplegia, kejang, keterlambatan bicara, serta gejala motorik lainnya. Retardasi mental merupakan gejala yang paling sering ditemukan.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Mikrosefali

Penyebab mikrosefali dapat dibagi menjadi primer dan sekunder. Mikrosefali primer meliputi kondisi otak kecil karena tidak pernah terbentuk baik karena genetik atau kelainan kromosom.

Faktor lain yang mempengaruhi adalah faktor genetic, fungsi otot, hormonal, serta faktor ekstrinsik lainnya seperti lingkungan, nutrisi, derajat aktivitas fisik serta kesehatan dan penyakit.

Baca juga: Benarkah Mikrosefali adalah Penyakit Turunan?

 

Diagnosis Mikrosefali

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan gambaran radiologi. Lingkar kepala lebih dari 2 standar deviasi di bawah rata-rata dianggap mikrosefali; keliling lebih dari 3 standar deviasi di bawah rata-rata diklasifikasikan sebagai mikrosefali berat, yang harus segera mempertimbangkan neuroimaging (MRI atau CT-scan).

 

Penanganan Mikrosefali

Belum ada penanganan yang spesifik dan efektif untuk mikrosefali ini. Namun pemantauan perkembangan otak merupakan salah satu fokus utama yang dapat kita lakukan. Karena tujuan pengobatan bukan untuk menyembuhkan tetapi untuk mengoptimalkan fungsi otak pengidap, serta meningkatkan kualitas hidup pengidapnya.

 

Pencegahan Mikrosefali

Pencegahan spesifik untuk mikrosefali belum ditemukan, namun tetap harus waspada terutama disaat hamil terutama untuk bahaya infeksi, paparan zat kimia, dan penggunaan obat-obatan rutin.

Baca juga: 2 Pencegahan Mikrosefali pada Ibu Hamil yang Harus Diketahui

 

Kapan Harus ke Dokter?

Ketahui cara meningkatkan kualitas dan mengoptimalkan diri untuk pengidap mikrosefali dengan menemui dokter untuk info selengkapnya. Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala - gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu di sini.

Referensi:
Cdc.gov. Diakses pada 2019. Facts about Microcephaly

Diperbarui pada 26 November 2019.