Nefritis Interstisial

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Nefritis Interstisial

Nefritis interstisial adalah infeksi yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada ginjal. Infeksi ini bisa dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan pada bagian ginjal yang mengalami nefritis. Tiga bagian utama yang biasanya terkena nefritis adalah glomerulus, tubule, dan jaringan renal interstisial.

  • Glomerulonefritis – Glomerulus berfungsi untuk menyaring darah. Nefritis jenis ini terjadi ketika pembuluh kapiler kecil di dalam ginjal yang bernama glomerulus mengalami peradangan. Bila mengalami peradangan, glomerulus tidak akan dapat menyaring darah dengan baik.

  • Nefritis Interstisial – Apabila peradangan tidak mengenai glomerulus, kemungkinan besar peradangan akan terjadi pada bagian di antara nefron yang bernama interstitium renal, sehingga menyebabkan nefritis interstisial, terkadang dikenal sebagai nefritis tubulointerstitial.

  • Pyelonephritis – Kotoran yang dikeluarkan oleh darah akan diantarkan ke kandung kemih melalui tabung yang bernama ureter. Pada beberapa kasus, peradangan akan mulai timbul di kandung kemih dan menjalar ke ureter sampai ginjal. Kondisi ini dikenal sebagai pyelonephritis.

 

Faktor Risiko Nefritis Interstisial

Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit ini, antara lain :

  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

  • Diabetes melitus yang tidak diobati dengan tepat.

  • Konsumsi obat-obatan dan produk herba dalam jangka panjang dan tidak disertai dengan rekomendasi oleh dokter.

  • Merokok.

  • Infeksi.

 

Penyebab Nefritis Interstisial

Setiap jenis nefritis memiliki penyebab tersendiri. Namun, penyebab pasti dari glomerulonefritis sampai saat ini masih belum diketahui. Para dokter dan peneliti menduga ada beberapa faktor yang kemungkinan bisa menyebabkan infeksi, misalnya penyakit sistem kekebalan tubuh, riwayat kanker, abses yang timbul di bagian tubuh lainnya, dan menyebar ke ginjal melalui peredaran darah.

Penyebab utama pyelonephritis adalah bakteri Escherichia coli (E. coli). Bakteri ini berada di usus dan dapat menyebabkan infeksi di ginjal. Selain E. coli, batu ginjal juga merupakan penyebab lain pyelonephritis, penggunaan sistoskopi untuk memeriksa bagian dalam kandung kemih, dan operasi pada kandung kemih, ureter, atau ginjal.

Nefritis interstisial kebanyakan disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu. Penyebab lainnya adalah konsumsi obat-obatan dalam jangka panjang dan kadar potasium darah yang rendah.

 

Gejala Nefritis Interstisial

Gejala dari nefritis interstisial antara lain adalah

  • Demam.

  • Ruam.

  • Mual dan muntah.

  • Kebingungan.

  • Kelelahan.

  • Mudah mengantuk.

  • Jumlah urine berkurang atau bertambah.

  • Darah dalam urine.

  • Pembengkakan anggota tubuh tertentu.

  • Pertambahan berat badan akibat penumpukan cairan.

 Baca juga: Ini yang Terjadi pada Tubuh Ketika Idap Nefritis Interstisial

 

Diagnosis Nefritis Interstisial

Untuk mendiagnosis nefritis interstisial, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, ditambah dengan beberapa tes penunjang. Di antaranya adalah tes darah, tes fungsi ginjal, USG ginjal, pemeriksaan urine, dan biopsi ginjal. Kebanyakan nefritis interstisial hanya bersifat sementara, tetapi pada beberapa kasus. Infeksi ini dapat mengakibatkan gangguan ginjal permanen, seperti gagal ginjal kronis.

 

Pengobatan Nefritis Interstisial

Dokter akan melakukan pengobatan, setelah dokter memastikan adanya nefritis dan berhasil menemukan penyebab pasti di balik infeksi tersebut. Apabila penyebabnya tidak dapat diketahui, kamu akan diberi obat-obat tertentu untuk mengobati infeksi ginjal.

Obat-obatan yang biasanya digunakan dalam pengobatan infeksi ginjal adalah obat penghilang rasa sakit dan antibiotik. Obat untuk mengatur tekanan darah juga akan diberikan pada pengidap yang memiliki tekanan darah tinggi. Bila infeksi disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif atau kelainan pada sistem kekebalan tubuh (kondisi autoimun), pengidap akan diberi obat penekan sistem kekebalan tubuh, misalnya kortikosteroid.

Selain menjalani pengobatan, pengidap juga harus melakukan perubahan gaya hidup secara drastis untuk membantu mereka melawan infeksi ginjal. Perubahan tersebut meliputi memperbanyak konsumsi air dan mengurangi konsumsi sodium. Air dapat membantu kinerja ginjal dan menghilangkan kotoran dari darah. Sementara mengurangi asupan sodium dapat mengurangi risiko penimbunan air, yang dapat menyebabkan komplikasi seperti edema (pembengkakan) pada berbagai bagian tubuh dan wajah.

Baca juga: Pengidap Nefritis Interstisial Mesti Rajin Minum Air Putih

 

Pencegahan Nefritis Interstisial

Nefritis interstisial secara umum dapat dicegah dengan cara-cara berikut:

  • Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami infeksi bakteri pada tenggorokan dan kulit.

  • Tekanan darah tinggi berpotensi menyebabkan gangguan pada ginjal. Oleh karenanya, selalu kontrol tekanan darah.

  • Cegah nefropati diabetik dengan mengontrol kadar gula darah.

  • Hindari konsumsi obat-obatan dan produk herba dalam jangka panjang jika tidak direkomendasikan dokter.

  • Berhenti merokok.

  • Menjaga berat badan ideal.

 

Kapan harus ke Dokter?

Apabila kamu mengalami infeksi dan diabetes yang dapat menyebabkan nefritis interstisial maka sebaiknya segera bicarakan ke dokter. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Interstitial Nephritis
Diperbarui pada 2 September 2019