Nekrolisis Epidermal Toksik

ARTIKEL TERKAIT

Nekrolisis Epidermal Toksik (NET) merupakan jenis gangguan kelainan kulit yang sangat serius. Kondisi ini ditandai dengan kerusakan jaringan kulit yang cukup luas, yang dapat berujung pada infeksi berat dan kematian. Tak hanya di kulit, NET juga bisa menyerang organ dalam dan menyebabkan gangguan pernapasan, perdarahan di saluran pencernaan, gangguan pada saluran kemih, dan sebagainya.

Gejala Nekrolisis Epidermal Toksik

Gejala nekrolisis epidermal toksik muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah mengonsumsi obat tertentu diawali dengan gejala yang menyerupai infeksi saluran pernapasan bagian atas atau flu, seperti demam melebihi 39 derajat Celsius, nyeri tenggorokan, pilek, batuk, nyeri otot, mata merah, serta tubuh terasa lelah. Gejala awal ini berlangsung selama beberapa hari.

Selanjutnya, gejala yang muncul pada penderita berupa ruam kulit berwarna merah yang menyebar ke seluruh tubuh, terutama pada wajah atau tungkai. Perluasan penyebaran ini berlangsung selama maksimal 4 hari. Luka kulit tersebut dapat berupa kulit merah yang datar dan meluas, luka berbentuk seperti papan target panah, atau luka lepuh. Luka lepuh kemudian menjadi lapisan kulit yang terkelupas hingga  menyisakan lapisan tengah kulit atau dermis yang berwarna merah gelap dan terlihat seperti luka bakar.

Selain pada kulit, muncul juga gejala pada bagian tubuh yang lain, seperti pada:

  • Mata, sehingga mata menjadi merah atau sensitif terhadap cahaya.
  • Mulut atau bibir, di mana bibir terlihat merah, pecah-pecah, atau sariawan.
  • Tenggorokan dan kerongkongan, yang menyebabkan pengidap sulit menelan.
  • Saluran kemih dan kelamin, yang dapat menyebabkan gejala retensi urine dan luka.
  • Saluran pernapasan, yang dapat menyebabkan batuk dan sesak napas.
  • Saluran pencernaan, yang menimbulkan gejala diare.

Dalam kondisi ini, pengidap mengalami nyeri yang cukup parah dan merasa gelisah. Selain itu, organ lain seperti hati, ginjal, paru-paru, sumsum tulang, dan sendi juga dapat mengalami gangguan.

 

Penyebab Nekrolisis Epidermal Toksik

Penyebab utama terjadinya NET adalah reaksi sensitivitas berlebihan (hipersensitivitas) dari sistem imun terhadap racun yang terakumulasi pada kulit karena penggunaan atau konsumsi obat. Sebagian besar kasus NET disebabkan oleh obat seperti antibiotik sulfonamid, allopurinol, NSAID, antimetabolit, antiretroviral, kortikosteroid, antikonvulsan (fenobarbital, asam valproat, fenitoin, karbamazepin). Selain itu, NET bisa juga disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae, virus herpes, transplantasi tulang dan sumsum.

 

Diagnosis Nekrolisis Epidermal Toksik

Untuk mendiagnosis nekrolisis epidermal toksik, pertama-tama dokter akan menanyakan riwayat timbulnya gejala dan pemeriksaan fisik pasien, terutama kondisi kulitnya. Selain itu, beberapa pemeriksaan penunjang juga diperlukan guna membantu menetapkan diagnosis nekrolisis epidermal toksik. Contoh pemeriksaan penunjang tersebut adalah biopsi kulit atau mengambil sampel jaringan kulit untuk diperiksa di bawah mikroskop. Selain itu, tes darah juga dapat dilakukan untuk melihat  kemungkinan komplikasi seperti anemia dan rendahnya jumlah sel darah putih (leukopenia), atau tes urin untuk melihat protein yang bocor melalui urine, tetapi tidak bisa menetapkan diagnosis secara langsung.

 

Pengobatan dan Efek Samping Nekrolisis Epidermal Toksik

Penanganan awal yang penting adalah memberikan sejumlah cairan melalui infus untuk memastikan pasien tidak kekurangan cairan dan untuk mencegah syok. Pengidap biasanya akan dirawat di ruang isolasi, agar tidak mudah tertular infeksi dari pengidap lain yang sedang dirawat.

Bagian kulit yang mengalami NET biasanya perlu diolesi larutan garam fisiologi setiap jam, lalu dilanjutkan dengan diolesi pelembab di atasnya. Hal ini penting untuk mencegah penguapan air yang berlebihan dari kulit. Jika jaringan kulit yang mati cukup luas, tak jarang operasi pengangkatan kulit mati perlu dilakukan untuk mencegah kulit mati tersebut menjadi tempat bersarangnya kuman penyakit.

Karena NET rentan terjadi infeksi maka dokter akan memberikan antibiotik terhadap pasien. Antibiotik yang diberikan oleh dokter biasanya antibiotik yang spektrumnya luas. Pengobatan NET umumnya membutuhkan waktu yang lama, bisa selama dua minggu, bisa juga sampai berbulan-bulan. Selain itu, perlu diketahui bahwa tak semua kasus NET dapat sembuh dengan sempurna.

 

Pencegahan Nekrolisis Epidermal Toksik

Apabila kamu memiliki alergi terhadap suatu obat, sebaiknya hindari paparan zat tersebut. Cara ini akan sangat membantu menurunkan risiko mengalami NET.

 

Kapan harus ke Dokter?

Bila setelah beberapa jam atau beberapa hari kamu mengonsumsi obat, tapi gejala-gejala seperti di atas tidak kunjung sembuh, sebaiknya periksakan ke dokter.