
DAFTAR ISI
- Apa Itu Neozep?
- Manfaat Neozep
- Dosis Neozep
- Efek Samping Neozep
- Peringatan dan Perhatian
- Tips Penggunaan Neozep
- Pencegahan Flu dan Pilek
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kesimpulan
- FAQ
Apa Itu Neozep?
Neozep adalah obat kombinasi yang digunakan untuk meredakan gejala flu dan pilek. Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas terbatas dan banyak digunakan di Indonesia.
Neozep mengandung kombinasi zat aktif:
- Paracetamol: Analgesik dan antipiretik untuk meredakan demam dan nyeri.
- Chlorpheniramine Maleate (CTM): Antihistamin untuk meredakan gejala alergi seperti bersin-bersin dan hidung tersumbat.
- Phenylephrine HCl: Dekongestan untuk melegakan hidung tersumbat.
Manfaat Neozep
Neozep efektif untuk meredakan berbagai gejala flu dan pilek, seperti:
- Demam.
- Sakit kepala.
- Hidung tersumbat.
- Bersin-bersin.
- Pilek.
Kamu alami flu? Simak selengkapnya, berikut Ini Rekomendasi Obat Flu dan Pilek Dewasa yang Paling Ampuh.
Dosis Neozep
Dosis Neozep yang umum adalah:
- Dewasa: 1 tablet, 3-4 kali sehari.
Selalu ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan atau sesuai anjuran dokter. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika Anda memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain.
Efek Samping Neozep
Beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi Neozep antara lain:
- Mengantuk.
- Mulut kering.
Jika efek samping menetap atau memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.
Peringatan dan Perhatian
Perhatikan beberapa hal berikut sebelum mengonsumsi Neozep:
- Hindari penggunaan pada orang dengan riwayat alergi terhadap salah satu komponen obat.
- Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan hati, ginjal, atau jantung.
- Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui kecuali atas petunjuk dokter.
Tips Penggunaan Neozep
Berikut adalah beberapa tips penggunaan Neozep:
- Konsumsi setelah makan untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan.
- Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin berat karena obat ini dapat menyebabkan kantuk.
- Perbanyak minum air putih selama mengonsumsi obat ini.
Pencegahan Flu dan Pilek
Selain mengonsumsi obat, pencegahan juga penting. Beberapa cara mencegah flu dan pilek:
- Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air.
- Hindari menyentuh wajah, terutama hidung dan mulut.
- Istirahat yang cukup.
- Konsumsi makanan bergizi.
- Vaksinasi flu (terutama bagi kelompok risiko tinggi).
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika:
- Gejala tidak membaik setelah beberapa hari.
- Demam tinggi (di atas 38.5°C).
- Sesak napas atau kesulitan bernapas.
- Nyeri dada.
Kesimpulan
Neozep adalah obat yang efektif untuk meredakan gejala flu dan pilek. Jika mengalami gejala flu dan membutuhkan obat ini, kamu dapat dengan mudah membelinya melalui Toko Kesehatan Halodoc.
Dapatkan Neozep Forte di Toko Kesehatan Halodoc!
Produknya 100% asli original dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.
Selain itu, konsultasi dengan dokter di Halodoc juga dapat membantu menentukan dosis dan penggunaan yang tepat.
Yuk, download Halodoc sekarang juga!
Referensi:
CDC. Diakses Pada 2025. Influenza (flu).
Darya Varia. Diakses pada 2025. Neozep.
Neozepforte.co.id. Diakses pada 2025. Neozep.
FAQ
1. Bagaimana Neozep mengatasi “hidung mampet” pada tingkat seluler?
Kandungan phenylpropanolamine dalam neozep bekerja sebagai agonis reseptor alfa-adrenergik yang memicu vasokonstriksi pembuluh darah di mukosa hidung, sehingga secara mekanis mengecilkan jaringan yang bengkak dan membuka sumbatan jalan napas.
2. Apa fungsi spesifik Salicylamide dibandingkan pereda nyeri biasa?
Berbeda dengan aspirin murni, salicylamide dalam neozep memiliki kelarutan yang lebih tinggi dan bekerja cepat menghambat biosintesis prostaglandin di sistem saraf pusat, memberikan efek analgetik-antipiretik yang lebih stabil untuk meredakan sakit kepala hebat saat flu.
3. Mengapa kombinasi antihistamin dalam Neozep efektif untuk “batuk pilek”?
Chlorpheniramine maleate dalam neozep bekerja memblokir reseptor H1 secara kompetitif, yang tidak hanya menghentikan reaksi alergi, tetapi juga memberikan efek antikolinergik yang mengeringkan sekresi lendir berlebih di saluran pernapasan atas.



