Neuroblastoma

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Neuroblastoma

Neuroblastoma merupakan kanker pada sistem saraf yang sering terjadi pada anak-anak. Jenis kanker ini bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh. Kanker ini bersumber dari jaringan yang membentuk sistem saraf simpatis yakni bagian dari sistem saraf yang mengatur fungsi tubuh involunter atau di luar kehendak, dengan cara meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, mengerutkan pembuluh darah dan merangsang hormon tertentu.

Neuroblastoma lebih sering terjadi pada salah satu kelenjar adrenal di atas ginjal, atau pada jaringan saraf tulang belakang yang membentang dari leher, dada, perut, hingga panggul. Penyakit kanker langka ini dapat menyebar dengan cepat ke organ lain, seperti sumsum tulang, kelenjar getah bening, tulang, hati, serta kulit

Neuroblastoma adalah salah satu tumor yang lebih umum dialami oleh anak-anak. Anak-anak sering memiliki tumor ini sejak lahir tapi sayangnya sering terlambat didiagnosis. Dari banyaknya penyakit tumor padat yang terjadi pada anak, 10 persen di antaranya adalah neuroblastoma.

 

Gejala Neuroblastoma

Gejalanya tergantung kepada asal tumor dan luas penyebarannya. Gejala awal biasanya berupa perut yang membesar, perut terasa penuh dan nyeri perut, kulit terlihat pucat, tampak lingkaran hitam di sekeliling mata, diare, rasa lelah yang berlebihan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, keringat berlebihan, rewel, tidak enak badan (malaise) berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, gerakan mata yang tidak terkendali. Gejalanya juga bisa berhubungan dengan penyebaran tumor:

  • Bila kanker sudah menyebar sampai ke tulang, maka bisa mengakibatkan munculnya nyeri tulang.
  • Penyebaran kanker hingga ke tulang sumsum mengakibatkan berkurangnya jumlah trombosit hingga anak mudah mengalami  memar, anemia akibat kekurangan sel darah merah, dan anak rentan terinfeksi akibat kurangnya sel darah putih.
  • Kanker yang telah menyebar ke kulit bisa menyebabkan terbentuknya benjolan-benjolan di kulit.
  • Kanker yang sudah menyebar sampai ke paru-paru mengakibatkan gangguan pernapasan.
  • Penyebaran kanker hingga ke korda spinalis dapat mengakibatkan lengan dan tungkai menjadi lemah.

 

Penyebab Neuroblastoma

Sampai saat ini para ahli belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab sel saraf ini tidak matang dan berkembang menjadi neuroblastoma. Meski demikian, para ilmuwan menduga adanya kerusakan pada gen neuroblast, yang membuatnya membelah diri tanpa terkendali dan menjadi tumor.

 

Faktor Risiko

Untuk faktor risiko apa saja yang menyebabkan neuroblastoma belum diketahui secara pasti. Kemungkinan adanya riwayat keluarga yang memiliki kelainan neuroblastoma semakin meningkatkan angka kejadian terjadinya neuroblastoma.

 

Diagnosis Neuroblastoma

Dokter akan mencurigai seseorang mengidap neuroblastoma berdasarkan gejala yang ia alami dan pemeriksaan penunjang lainnya, seperti tes darah atau urine. Pengidap neuroblastoma memiliki kadar zat katekolamin yang sangat tinggi di dalam tubuhnya. Melalui tes darah atau urine, kelebihan katekolamin tersebut bisa diketahui.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti USG, CT scan, dan MRI yang berfungsi untuk mengetahui letak tumor dan kondisinya. Sedangkan untuk melihat penyebaran sel kanker, dokter dapat melakukan pemindaian MIBG (meta-iodobenzyl-guanidine). Bahan radioaktif tersebut disuntikkan pada darah yang mengikat sel neuroblastoma. Dengan tes ini, dokter dapat memastikan penyebaran kanker sudah terjadi atau belum.

 

Pengobatan Neuroblastoma dan Efek Sampingnya

Pengobatan untuk neuroblastoma bervariasi, tergantung pada lokasi, penyebaran dan usia pengidap. Bila kanker belum menyebar maka bisa diangkat dengan pembedahan. Bila kanker sudah menyebar dan berukuran besar maka akan dilakukan kemoterapi (obat anti-kanker vincristine, siklofosfamid, doksorubisin dan cisplatin) atau terapi penyinaran.

Pengidap membutuhkan asupan nutrisi dan dukungan emosi dari keluarga. Saat ini ada jenis terapi baru yaitu imunoterapi. Dokter menggunakan zat yang disebut antibodi monoklonal dan vaksin untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh pengidap terhadap penyakit ini.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila kamu merasakan gejala dari neuroblastoma, seperti perut yang membesar dan nyeri di perut, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kamu dapat melakukan janji temu dengan dokter di rumah sakit yang terbaik menurut kamu di sini.