Neuropati Perifer

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Neuropati Perifer

Neuropati perifer adalah kerusakan pada saraf perifer yang sering menyebabkan gejala kelemahan, mati rasa dan nyeri, dan biasanya di tangan dan kaki. Hal ini dapat memengaruhi bagian lain dari tubuh. Neuropati perifer dapat terjadi akibat cedera traumatis, infeksi, masalah metabolisme, faktor turunan, dan paparan toksin. Salah satu penyebab paling umum adalah diabetes melitus.

Baca juga: Inilah 4 Jenis Neuropati Perifer Berdasarkan Saraf yang Terganggu

 

Faktor Risiko Neuropati Perifer

Faktor-faktor risiko neuropati perifer meliputi

  • Diabetes melitus yang tidak terkontrol.

  • Penyalahgunaan alkohol.

  • Kekurangan vitamin Bl

  • Infeksil

  • Penyakit autoimun.

  • Gangguan ginjal, hati atau tiroid.

  • Paparan racun.

  • Gerakan berulang.

  • Riwayat keluarga neuropati.

Baca juga: Gangguan Ginjal Tingkatkan Risiko Neuropati Perifer

 

Penyebab Neuropati Perifer

Neuropati perifer bukan penyakit tunggal, melainkan kerusakan saraf yang disebabkan oleh sejumlah kondisi. Kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan neuropati perifer, antara lain:

  • Penyakit autoimun, seperti sindrom Sjorgen, lupus, rheumatoid arthritis, sindrom Guillan-Barre, radang kronis demielinasi polineuropati, dan vaskulitis.

  • Diabetes. Lebih dari setengah pengidap diabetes mengembangkan beberapa jenis neuropati.

  • Infeksi, baik oleh virus atau bakteri, seperti penyakit Lyme, herpes zoster, virus Epstein-Barr, hepatitis B dan C, kusta, difteri, dan HIV.

  • Gangguan bawaan, seperti penyakit Charcot-Marie-Tooth.

  • Tumor. Pertumbuhan tumor ganas dan jinak dapat berkembang pada saraf atau saraf tekan.

  • Gangguan sumsum tulang, seperti protein abnormal dalam darah, suatu bentuk kanker tulang (myeloma), limfoma, dan amiloidosis.

  • Penyakit lainnya, seperti penyakit ginjal, penyakit hati, gangguan jaringan ikat dan tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme).

 

Gejala Neuropati Perifer

Tanda dan gejala neuropati perifer termasuk mati rasa yang dialami secara bertahap, rasa tusukan atau kesemutan di kaki atau tangan, yang dapat menyebar ke atas ke kaki dan tangan, rasa berdenyut, beku atau rasa sakit terbakar, sensitivitas ekstrem ketika disentuh, kurang koordinasi dan sering terjatuh, kelemahan otot atau kelumpuhan jika saraf motorik terpengaruh.

Jika saraf otonom yang terganggu, tanda dan gejala dapat berupa intoleransi panas dan perubahan keringat, masalah kandung kemih dan pencernaan, serta perubahan tekanan darah yang menyebabkan pusing atau kepala terasa ringan. Neuropati perifer bisa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu mononeuropathy yang memengaruhi satu saraf, multiple mononeuropathy (kerusakan terjadi pada dua atau lebih saraf di area yang berbeda), dan polyneuropathy (kerusakan terjadi pada banyak saraf). Kebanyakan orang dengan neuropati perifer memiliki polyneuropathy.

Baca juga: Pengidap Neuropati Perifer Dapat Kehilangan Kemampuan Otot, Ini Penyebabnya

 

Diagnosis Neuropati Perifer

Diagnosis neuropati perifer dimulai dari wawancara medis tentang gejala yang dialami, gaya hidup, paparan racun, kebiasaan minum, dan riwayat penyakit dalam keluarga. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan neurologis dengan memeriksa refleks, tonus, dan kekuatan otot, kemampuan sensorik, serta fungsi koordinasi.

Untuk memastikan diagnosis, dokter juga akan menganjurkan pemeriksaan penunjang seperti tes darah guna mendeteksi kekurangan vitamin, diabetes, sistem imun yang abnormal, dan indikasi kondisi lain yang dapat menyebabkan neuropati perifer.

Selain tes darah, pemeriksaan radiologi juga dapat dilakukan yaitu CT scan dan MRI. Elektromiografi juga mungkin perlu dilakukan untuk merekam aktivitas listrik di otot untuk mendeteksi kerusakan saraf. Cara lain untuk mendiagnosis yaitu dengan biopsi. Biopsi saraf yaitu pengambilan sebagian kecil saraf, biasanya saraf sensorik, untuk mencari kelainan. Biopsi kulit dengan mengangkat sebagian kecil kulit untuk mencari pengurangan ujung saraf.

 

Pengobatan Neuropati Perifer

Selain untuk mengobati kondisi yang terkait dengan neuropati perifer, pengobatan yang diberikan biasanya juga berguna untuk meredakan tanda dan gejala neuropati perifer, antara lain seperti obat anti nyeri untuk meredakan gejala. Selain itu, dapat digunakan obat anti-kejang seperti gabapentin dan pregabalin guna mendapatkan efek meredakan nyeri yang bersifat neurogenik.

Perawatan topikal yang juga bisa diberikan adalah krim capsaicin, yang mengandung zat yang ditemukan dalam cabai, yang dapat membantu mengatasi gejala neuropati perifer. Lidocaine patch adalah perawatan lain yang dapat diterapkan pada kulit menimbulkan efek pereda nyeri.

Antidepresan trisiklik tertentu, seperti amitriptyline, doxepin dan nortriptyline telah ditemukan dapat membantu meredakan nyeri dengan mengganggu proses kimia di otak dan sumsum tulang belakang yang menyebabkan merasakan sakit secara berat.

 

Pencegahan Neuropati Perifer

Pencegahan dapat dilakukan dengan mengatasi kondisi yang mendasarinya, seperti diabetes, alkoholisme, atau rheumatoid arthritis. Setelah itu, pengidap juga dapat mencegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, contohnya konsumsi diet kaya buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak untuk menjaga kesehatan saraf. Pencegahan kekurangan vitamin B12 dengan mengonsumsi daging, ikan, telur, makanan rendah lemak, dan serat pangan yang cukup. Lalu, olahraga secara teratur setidaknya 30 menit hingga satu jam latihan tiga kali seminggu. Terakhir, mencegah gerakan yang dapat menyebabkan kerusakan saraf, termasuk gerakan berulang, posisi kaku, paparan bahan kimia beracun, merokok dan terlalu banyak mengonsumsi alkohol.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu merasakan kulit seperti tertusuk atau kesemutan di kaki atau tangan dalam jangka waktu yang lama, jangan dibiarkan melainkan segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Peripheral neuropathy.
Medical News Today. Diakses pada 2019. What is peripheral neuropathy?.

Diperbarui pada 13 September 2019