• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Ondansetron Hydrochloride
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Ondansetron Hydrochloride

Ondansetron Hydrochloride

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ondansetron HydrochlorideOndansetron Hydrochloride

Deskripsi Ondansetron Hydrochloride

Ondansetron hydrochloride adalah obat resep yang digunakan sebagai profilaksis dan untuk mengobati gejala mual dan muntah akibat kehamilan, kemoterapi, radiasi dan pasca operasi. Obat ini termasuk dalam kelas obat yang disebut antiemetik, selektif 5-HT3 antagonis.

Manfaat Ondansetron Hydrochloride

Obat ini dapat digunakan sendiri atau dengan obat lain untuk mencegah mual dan muntah yang disebabkan oleh pengobatan obat kanker (kemoterapi) dan terapi radiasi. 

Obat ini juga digunakan untuk mencegah dan mengobati mual dan muntah setelah operasi. Pengobatan ini bekerja dengan cara memblokir salah satu zat alami tubuh (serotonin) yang menyebabkan muntah.

Dosis Ondansetron Hydrochloride

Dosis untuk pencegahan mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi dapat berbeda-beda tergantung dari usia seseorang yang mengidapnya. Berikut beberapa pembagian dosisnya:

  • Dosis Dewasa (18-64 Tahun)

Dosis umum untuk kemoterapi yang sangat mungkin menyebabkan mual dan muntah: Dosis tunggal 24 mg yang diberikan 30 menit sebelum kemoterapi.

Dosis umum untuk kemoterapi yang agak mungkin menyebabkan mual dan muntah: 8 mg, 30 menit sebelum kemoterapi.

Delapan jam kemudian akan mengonsumsi lagi sebanyak 8 mg.

Selama 1-2 hari setelah kemoterapi, pasien dapat mengonsumsi 8 mg dua kali sehari.

  • Dosis Anak (12-17 Tahun)

Dosis khas untuk kemoterapi yang agak mungkin menyebabkan mual dan muntah: 8 mg diberikan 30 menit sebelum kemoterapi.

Empat dan delapan jam setelah dosis pertama, anak tersebut dapat minum 8 mg lagi.

Selama 1-2 hari setelah kemoterapi dapat mengonsumsi obat ini sebanyak 8 mg, tiga kali sehari.

  • Dosis Anak (4-11 Tahun)

Dosis khas untuk kemoterapi yang mungkin menyebabkan mual dan muntah: 4 mg diberikan 30 menit sebelum kemoterapi.

Empat dan delapan jam setelah dosis pertama, anak dapat minum 4 mg lagi.

Selama 1-2 hari setelah kemoterapi, anak dapat mengonsumsi 4 mg, tiga kali sehari.

Sementara itu, dosis dari obat ini yang dilakukan untuk pencegahan mual dan muntah yang disebabkan oleh pengobatan radiasi, antara lain:

  • Dosis Dewasa (18-64 Tahun)

Dosis umum: 8 mg mulai 1-2 jam sebelum radiasi, diikuti oleh dosis 8 mg setiap 8 jam setelah dosis pertama.

Lanjutkan selama 1-2 hari setelah menyelesaikan pengobatan radiasi.

Dosis ini dapat bervariasi tergantung pada jenis radiasi yang diterima.

  • Dosis Anak (0-17 Tahun)

Belum ditetapkan bahwa obat ini aman dan efektif untuk digunakan pada anak-anak.

Cara Penggunaan Ondansetron Hydrochloride

Untuk mencegah mual dari kemoterapi, minum obat ini melalui mulut biasanya dalam waktu 30 menit sebelum perawatan dimulai. Untuk mencegah mual dari pengobatan radiasi, minum obat ini melalui mulut 1-2 jam sebelum dimulainya perawatan. 

Untuk mencegah mual setelah operasi, ambil ondansetron melalui mulut satu jam sebelum dimulainya operasi. Obat ini dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Namun, dokter mungkin memberitahu untuk tidak makan sebelum kemoterapi, radiasi, atau operasi.

Jika menggunakan bentuk cair dari obat ini, gunakan sendok ukur atau alat khusus untuk mengukur dosis yang ditentukan. Jangan menggunakan sendok rumah tangga, karena mungkin ukurannya tidak sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Ambil dosis lain sesuai anjuran dokter. Ondansetron dapat diminum hingga 3 kali sehari selama 1-2 hari setelah kemoterapi atau pengobatan radiasi selesai. 

Jika minum obat ini sesuai jadwal yang ditentukan, diminum secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal dari itu. Untuk membantu agar ingat, lakukan pada waktu yang sama setiap hari.

Minum obat ini tepat sesuai petunjuk. Jangan minum obat lebih banyak atau meminumnya lebih sering daripada yang diresepkan. Tanyakan kepada dokter atau apoteker jika memiliki pertanyaan.

Perhatian Penggunaan Ondansetron Hydrochloride

Setiap orang tidak boleh menggunakan ondansetron jika dalam waktu yang bersamaan juga menggunakan apomorphine. Hindari juga menggunakan obat ini jika mengalami alergi terhadapnya atau terhadap obat-obatan serupa, seperti dolasetron (Anzemet), granisetron (Kytril), atau palonosetron (Aloxi).

Sebelum menggunakan obat ini, beritahu dokter jika memiliki penyakit hati, atau riwayat pribadi atau keluarga dengan sindrom Long QT. Tablet ondansetron disintegrasi oral dapat mengandung fenilalanin. Beritahu dokter jika memiliki fenilketonuria (PKU).

Efek Samping Ondansetron Hydrochloride

Sakit kepala, pusing, mengantuk, kelelahan, atau sembelit dapat terjadi sebagai efek samping umum dari konsumsi obat ini. Jika efek ini berlanjut atau memburuk, beritahu dokter segera.

Ingatlah bahwa dokter telah meresepkan obat ini karena telah melakukan penilaian bahwa manfaatnya akan lebih besar daripada risiko efek samping. Kebanyakan orang tidak mengalami efek samping serius ketika mengonsumsi obat ini.

Beri tahu dokter segera jika salah satu dari efek samping yang tidak biasa, tetapi serius ini terjadi, seperti sakit perut, kekejangan/kekakuan otot, dan perubahan penglihatan (kehilangan penglihatan sementara atau penglihatan kabur).

Dapatkan bantuan medis segera jika salah satu dari efek samping yang jarang tetapi sangat serius ini terjadi, seperti:

  • Nyeri dada.
  • Detak jantung yang lambat/cepat/tidak teratur.
  • Pusing parah.
  • Pingsan.

Obat ini dapat meningkatkan serotonin dan dalam kasus jarang menyebabkan kondisi yang sangat serius yang disebut sindrom serotonin atau toksisitas. Risiko meningkat jika juga menggunakan obat lain yang meningkatkan serotonin, jadi beritahu dokter atau apoteker semua obat yang dikonsumsi. 

Dapatkan bantuan medis segera jika mengalami beberapa gejala seperti:

  • Detak jantung cepat.
  • Halusinasi.
  • Kehilangan koordinasi.
  • Pusing parah.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare parah.
  • Otot berkedut.
  • Demam .
  • Kegelisahan yang tidak biasa.

Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini sangat jarang terjadi. Namun, berhenti minum obat ini dan segera cari pertolongan medis jika terjadi reaksi alergi serius termasuk ruam, gatal atau bengkak (terutama pada wajah, lidah, atau tenggorokan), pusing parah, serta kesulitan bernapas.

Interaksi Ondansetron Hydrochloride

Obat ini tidak boleh digunakan dengan obat apomorphine, karena interaksi yang sangat serius dapat terjadi. Jika saat ini kamu sedang menggunakan obat ini, beritahu dokter atau apoteker sebelum memulai untuk mengonsumsi ondansetron hydrochloride.

Banyak obat selain ondansetron dapat memengaruhi irama jantung, termasuk dofetilide, pimozide, procainamide, amiodarone, quinidine, sotalol, dan antibiotik macrolide. Oleh karena itu, sebelum menggunakan obat ini, informasikan semua obat yang saat ini digunakan ke dokter atau apoteker.

Risiko sindrom serotonin/toksisitas meningkat jika dalam waktu bersamaan mengonsumsi obat lain yang meningkatkan serotonin. Contohnya termasuk ekstasi dan antidepresan tertentu. Risiko sindrom serotonin atau toksisitas mungkin lebih besar ketika memulai atau meningkatkan dosis obat-obatan ini.

Kontraindikasi Ondansetron Hydrochloride

Seseorang tidak boleh menggunakan obat ini jika:

  • Dalam waktu bersamaan juga menggunakan apomorphine.
  • Mengalami alergi terhadap ondansetron atau obat-obatan serupa (dolasetron, granisetron, dan palonosetron).

Untuk memastikan ondansetron tetap aman dikonsumsi, beritahu dokter jika memiliki:

  • Penyakit hati.
  • Ketidakseimbangan elektrolit.
  • Gagal jantung kongestif atau detak jantung lambat.
  • Riwayat pribadi atau keluarga dengan sindrom QT panjang.
  • Penyumbatan di saluran pencernaan.

Itulah pembahasan mengenai obat ondansetron hydrochloride. Jika kamu mendapat resep obat ini dari dokter, download Halodoc saja untuk cek kebutuhan medis kamu dengan mudah.

Referensi:
Drugs. Diakses pada 2022. Ondansetron.
RX List. Diakses pada 2022. Ondansetron Hydrochloride.
WebMD. Diakses pada 2022.  Ondansetron Hcl – Uses, Side Effects, and More.