Osteomalasia

Pengertian Osteomalasia

Osteomalasia adalah kelainan pada tulang yang menyebabkan tulang menjadi lunak sehingga mudah patah. Osteomalasia hampir mirip dengan osteoporosis karena sama-sama menyebabkan tulang rapuh. Namun, keduanya memiliki penyebab dan gejala yang berbeda.

Kelainan ini paling sering dialami oleh orang yang kekurangan vitamin D dan mendapat sedikit paparan sinar matahari. Oleh karena itu, osteomalasia dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan sumber vitamin D dan sering berjemur.

 

Gejala Osteomalasia

Gejala dari osteomalasia, yaitu :

  • Otot menjadi lemah dan mudah letih yang mungkin menjadi tanda awal defisiensi vitamin D.
  • Nyeri tulang yang mungkin terasa ringan pada awalnya, tapi bisa bertambah parah saat melakukan aktivitas tertentu seiring dengan perkembangan penyakit. Osteomalasia paling sering terjadi pada panggul, tulang panjang pada ekstremitas, spina, dan iga.
  • Kesulitan berganti posisi dari posisi berbaring ke posisi duduk, atau dari posisi duduk ke posisi berdiri.
  • Gaya berjalan bergoyang yang mungkin akibat nyeri dan kelemahan otot.
  • Kifosis dorsal yang dapat terjadi pada kasus berat.
  • Fraktur patologis.
  • Mudah lelah.

 

Penyebab Osteomalasia

Osteomalasia dapat terjadi karena beberapa penyebab, yaitu:

  • Defisiensi vitamin D yang bisa terjadi karena sedang menjalani diet.
  • Kurang paparan sinar matahari.
  • Malabsorpsi, kondisi yang membuat usus kecil tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik. Penyebabnya antara lain bypass lambung, gangguan usus kecil, penyakit kandung empedu, dan insufisiensi pankreatik kronik.
  • Gangguan ginjal atau hati.
  • Efek samping dari obat-obatan seperti isoniazid, rifampin, antikonvulsan.
  • Gangguan absorpsi akibat penggunaan antasida kronik.

 

Diagnosis Osteomalasia

Beberapa metode pemeriksaan yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis osteomalasia antara lain:

  • Biopsi tulang. Dokter akan memasukkan jarum hingga ke tulang pasien untuk mengambil sampel jaringan tulang. Sampel tersebut akan diteliti lebih lanjut di laboratorium.
  • Tes darah dan urine. Tes ini berfungsi untuk memeriksa kadar vitamin D dan mineral lain pada tubuh pengidap.
  • Sinar-X. Tes ini bertujuan untuk memeriksa apakah pengidap memiliki keretakan kecil pada tulang (Looser zones) yang menjadi salah satu ciri-ciri osteomalacia.
  • Pemeriksaan kepadatan mineral tulang. Hal ini untuk melihat kadar kalsium dan fosfat pada tulang pengidap.

 

Pengobatan Osteomalasia dan Efek Samping

Bila osteomalasia disebabkan karena kekurangan vitamin D, maka pengidap bisa diberi suntikkan vitamin D 200.000 IU per minggu selama 4-6 minggu. Setelah beberapa lama, suntikkan vitamin D bisa dikurangi menjadi 1600 IU setiap hari atau 200.000 IU setiap 4-6 bulan.

Namun, bila osteomalasia disebabkan karena kekurangan fosfat (hipofosfatemia), maka penyakit ini dapat diobati dengan cara mengonsumsi 1,25 dihydroxyvitamin D. 

Selain itu, pengidap perlu memperbaiki gaya hidupnya dengan memperbanyak mengonsumsi kalsium. Cara tersebut bertujuan agar sel osteoblas (pembentuk tulang) bisa bekerja lebih keras lagi. Selain mengonsumsi sayur-sayuran, buah, tahu, tempe, ikan teri, daging, dan yogurt asupan  kalsium juga bisa didapatkan dari suplemen. Jika kamu kekurangan vitamin D, maka sebaiknya perbanyak konsumsi makanan seperti ikan salmon, kuning telur, minyak ikan, dan susu. Sedangkan untuk membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh, cobalah untuk sering berjemur di bawah sinar matahari. Waktu berjemur yang paling baik adalah saat pagi, sekitar pukul 07.00 - 09.00 pagi dan sore pada pukul 16.00 - 17.00.  Selain itu, pengidap perlu menjalani diet vitamin D disertai mengonsumsi suplemen kalsium. Apabila osteomalasia atau rakitis disebabkan oleh penyakit lain, maka penyakit tersebut perlu mendapatkan penanganan terlebih dahulu. Bila pengidap mengalami deformitas ortopedik persisten, maka ia perlu menggunakan brace atau korset. Kondisi tersebut bisa juga diatasi dengan melakukan pembedahan. 

 

Pencegahan Osteomalasia

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah osteomalasia. Cara pertama adalah dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin D, seperti sereal, keju, telur, minyak ikan, hati, susu, jus jeruk, atau yogurt. Cara kedua adalah dengan meluangkan waktu untuk menjemur tubuh di bawah sinar matahari. Dan cara yang ketiga adalah dengan mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral. Hal ini dilakukan jika kandungan vitamin D dan mineral pada makanan yang dikonsumsi belum cukup atau kamu memiliki gangguan pencernaan untuk menyerap kandungan vitamin dan mineral dalam makanan. Pastikan untuk bicarakan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen dalam bentuk apapun.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila kamu memiliki pertanyaan seputar osteomalasia atau mengalami gejala di atas, silahkan periksakan diri ke dokter.