Osteomielitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Osteomielitis 

Osteomielitis merupakan kondisi inflamasi yang terjadi pada tulang dan struktur sekundernya. Umumnya kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Osteomielitis umumnya terjadi pada pasien yang sedang menjalani terapi cuci darah atau mengidap kondisi medis tertentu.

Bakteri penyebab osteomielitis ini bisa masuk ke dalam tulang lewat berbagai cara. Mulai dari lewat aliran darah setelah patah tulang, rusaknya kulit, bisul, pneumonia, infeksi telinga bagian tengan, atau karena infeksi lainnya.

 

Faktor Risiko Osteomielitis

Faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya osteomyelitis adalah:

  • Riwayat trauma atau pembedahan (operasi tulang).

  • Mengidap diabetes anemia sel sabit, atau rheumatoid arhritis.

  • Penggunaan obat-obatan terlarang.

  • Vaskularisasi perifer yang buruk, dan neuropati perifer.

  • Kecanduan alkohol.

  • Menjalani terapi cuci darah.

  • Pernah mengalami osteomielitis sebelumnya.

Baca juga: Nyeri Hingga Demam, Ini Gejala dari Osteomielitis

 

Penyebab Osteomielitis

Penyebab yang paling umum dari osteomielitis adalah bakteri Staphylococcus aureus, yang biasanya ditularkan secara hematogenous. Penyebab lain dapat disebabkan oleh Streptococcus pyogenes, Streptococcus pneumonia, Haemophilus influenza, Kingella kingae, dan Pseudomonas aeruginosa.

 

Gejala Osteomielitis

Gejala yang biasanya menyertai adalah demam, malaise, anoreksia, serta rasa nyeri yang konstan dan progresif pada daerah tulang yang terlibat. Gejala pada awalnya dapat menutupi gejala lokal secara lengkap.

Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan adanya kemerahan dan bengkak. Pasien menggambarkan nyeri konstan berdenyut yang semakin memberat dengan gerakan dan berhubungan dengan tekanan pus yang terkumpul.

Baca juga: Bikin Nyeri, Ini Cara Menangani Osteomielitis

 

Diagnosis Osteomielitis

Salah satu hal yang dapat membantu menegakkan diagnosis adalah gejala klinis yang krusial meliputi nyeri, demam, menolak untuk menahan beban, kesakitan menggerakkan bagian tubuh yang terlibat, serta menolak disentuh karena nyeri. Terkadang ditemukan limfadenopati di sekitar daerah yang terlibat. Selain itu, pemeriksaan penunjang seperti darah lengkap, kultur darah, aspirasi cairan tulang yang terkena atau biopsi tulang dapat membantu dalam penegakan diagnosis.

 

Komplikasi Osteomielitis

Osteomielitis yang tidak ditangani dengan tepat bisa menimbulkan berbagai komplikasi, antara lain:

  • Kematian tulang atau osteonekrosis. Infeksi pada tulang yang menghambat sirkulasi darah di dalam tulang. Kondisi ini bisa berujung pada kematian tulang.

  • Artritis septik. Infeksi di dalam tulang yang bisa menyebar ke sendi terdekat.

  • Kanker kulit. Kondisi ini dapat menyebabkan luka terbuka dan mengeluarkan nanah. Kulit di sekitarnya berisiko lebih tinggi terserang kanker sel skuamosa.

  • Gangguan pertumbuhan. Gangguan pada anak ini bisa terjadi jika osteomielitis terjadi di daerah yang lebih lunak (lempeng pertumbuhan), di kedua ujung tulang panjang lengan dan kaki. 

Baca juga: Jaga Kesehatan Tulang, Ini Bedanya Osteomielitis dan Osteomalasia

 

Pengobatan Osteomielitis

Terdapat beberapa cara untuk mengatasi osteomielitis, antara lain:

  • Mengistirahatkan bagian yang terlibat.

  • Pemberian antibiotic broad spectrum.

  • Berikan tatalaksana suportif dan pereda nyeri.

  • Mengidentifikasi jenis organisme penyebab.

  • Melakukan drainase pus .

  • Stabilisasi jika terjadi fraktur.

  • Debridement jaringan avascular dan nekrotik.

  • Mempertahankan jaringan kulit yang sehat.

Selain hal-hal di atas, dokter mungkin juga akan memberikan antibiotik, khususnya pada pengidap osteomielitis akut. Antibiotik yang dirsepkan umumnya antibiotik empirical yang bersifat broad spectrum antibiotic.

Antibitok ini diberikan secara IV (intravena) selama 4-6 minggu. Selain itu, bisa juga memberikan antibiotik lokal. Selanjutnya, bila dianggap perlu atau dibutuhkan, bisa juga dengan melibatkan tindakan pembedahan untuk debridement ataupun drainase pus.

 

Pencegahan Osteomielitis

Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan septik dan antiseptik yang benar. Penanganan infeksi lokal dapat menurunkan angka penyebaran hematogen. Antibiotika profilaksis, diberikan untuk mencapai kadar jaringan yang memadai saat pembedahan dan selama 24 jam sampai 48 jam setelah operasi akan membantu. Teknik perawatan luka pasca operasi aseptik menurunkan insiden infeksi superfisial dan potensial terjadinya osteomielitis.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala yang mengindikasikan osteomielitis, penanganan yang cepat dan tepat akan menghindari kamu dari komplikasi berbahaya. 

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Osteomyelitis.

Diperbarui pada 16 September 2019