Pectus Excavatum

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Pectus Excavatum

Pectus excavatum merupakan suatu kelainan bawaan yang terjadi karena perubahan bentuk dinding dada. Beberapa tulang rusuk dan tulang dada tumbuh tidak normal sehingga dinding dada menjadi cekung.

Umumnya, pectus excavatum lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan (rasionya 3:1). Kondisi ini biasanya baru terdeteksi ketika pengidap beranjak ke usia remaja, karena kelainan pada dinding dada akan terlihat semakin jelas dan keluhan-keluhan mulai bermunculan.

 

Gejala Pectus Excavatum

Gejala yang dapat ditemukan berupa :

  •         Nyeri dada.
  •         Nyeri punggung.
  •         Sesak napas terutama bila beraktivitas.
  •         Infeksi pernafasan kambuhan.

 

Penyebab Pectus Excavatum

Penyebab kelainan ini adalah adanya faktor genetik pada keluarga.

 

Faktor Risiko Pectus Excavatum

Pectus excavatum lebih umum terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan. Kondisi ini juga sering terjadi pada orang-orang yang memiliki:

  • Sindrom Marfan.
  • Osteogenesis imperfecta.
  • Sindrom Turner.

 

Diagnosis Pectus Excavatum

Metode untuk mendiagnosa kelainan ini dapat dilakukan dengan mudah secara klinis, dan disertai dengan pemeriksaan penunjang seperti rontgen dada 2 posisi, CT scan, dan echocardiography. Pemeriksaan klinis yang dilakukan adalah untuk menilai fungsi jantung dan paru. Rontgen dada dan CT Scan dilakukan untuk menentukan keparahan dari deformitas tulang dada dan tingkat asimetri. Sedangkan echocardiography dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pada jantung.

 

Pengobatan Pectus Excavatum dan Efek Sampingnya

Pada kondisi pectus excavatum ringan, pengidap biasanya hanya akan disarankan untuk menjalani terapi fisik saja. Beberapa jenis latihan dapat membantu meningkatkan postur pengidap serta meningkatkan daya kembang bagian dada pengidap.

Sedangkan kondisi pectus excavatum yang berat dapat dikoreksi dengan melakukan operasi minimal invasif yang dikenal sebagai nuss procedure. Pada tindakan ini, kelainan dinding dada dikoreksi dengan pemasangan pectus bar di bawah tulang dada. Tulang dada akan terangkat ke posisi normal dan bar tersebut dibiarkan di dalam tubuh selama 2-4 tahun. Setelah itu, operasi perlu dilakukan kembali untuk mengeluarkan pectus bar tersebut.

Meskipun teknik operasi ini memiliki angka keberhasilan yang cukup tinggi, tapi risiko operasi seperti rasa nyeri, infeksi, dan hasil operasi yang kurang efektif tetap mungkin terjadi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila kamu memiliki gangguan pernapasan, nyeri punggung dan infeksi pernapasan berulang, sebaiknya segera bicarakan dengan dokter. Penanganan yang cepat dan tepat akan menghindari kamu dari komplikasi berbahaya. Kamu bisa memilih dokter yang sesuai dengan kebutuhan kamu, di rumah sakit pilihan kamu di sini.