Pemeriksaan Spirometri

ARTIKEL TERKAIT

Apa Itu Pemeriksaan Spirometri?

Pemeriksaan Spirometri adalah sebuah pemeriksaan standar yang dilakukan oleh ahli medis atau dokter untuk mendiagnosis dan memantau fungsi paru-paru pada seseorang. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengukur aliran udara masuk dan keluar dari paru-paru. Pemeriksaan spirometri ini menggunakan sebuah perangkat yang disebut spirometer, yaitu mesin kecil yang dipasang dengan kabel ke mulut. Alat ini akan mencatat jumlah udara yang masuk dan keluar, serta kecepatan napas seseorang.

 

Kenapa Melakukan Pemeriksaan Spirometri?

Pemeriksaan spirometri digunakan untuk mendiagnosis kondisi-kondisi, seperti:

  1. Penyakit asma, yaitu sebuah kondisi jangka panjang ketika saluran udara mengalami peradangan dan menyempit, sehingga sulit untuk bernapas.
  2. Penyakit paru restriktif.
  3. Penyakit paru obstruktif kronis (COPD), yaitu ketika beberapa bagian paru-paru dan saluran udara menyempit.
  4. Cystic fibrosis, yaitu suatu kondisi genetik ketika paru-paru dan sistem pencernaan tersumbat karena lendir.
  5. Fibrosis paru.

 

Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan Spirometri?

Pemeriksaan ini dilakukan apabila seseorang merasa kesulitan bernapas yang mungkin saja disebabkan oleh gangguan pada paru-paru.

 

Bagaimana Melakukan Pemeriksaan Spirometri?

Sebelum melakukan pemeriksaan, seseorang harus melakukan beberapa hal. Salah satunya adalah tidak merokok dalam rentang waktu satu jam sebelum dilakukannya pemeriksaan. Selain itu, seseorang yang akan melakukan pemeriksaan juga dilarang untuk mengonsumsi alkohol pada hari pemeriksaan. Pun, makanan yang dikonsumsi harus dibatasi, supaya tidak memengaruhi kemampuan bernapas seseorang.

Seseorang yang akan menjalani tes ini juga sebaiknya tidak mengenakan pakaian yang terlalu ketat, supaya pernapasannya tidak terbatasi. Dokter mungkin juga akan memberikan instruksi tentang menghindari konsumsi beberapa obat pernapasan yang dihirup dan obat-obatan lain sebelum dilakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan spirometri merupakan tes standar yang digunakan untuk seseorang yang direkomendasikan untuk operasi. Selain itu, tes ini juga dilakukan untuk memeriksakan kesehatan umum pada seseorang yang mengidap penyakit, seperti rheumatoid arthritis.

 

Prosedur Spirometri

Pemeriksaan spirometri umumnya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dan dilakukan di ruangan kerja dokter. Pertama-tama, kamu akan duduk di kursi pada ruang pemeriksaan dokter, lalu dokter akan menempelkan klip di hidung kamu untuk membuat kedua lubang hidung tertutup. Lalu, dokter akan menempatkan masker pernapasan yang menyerupai cangkir pada mulut kamu. Setelah itu, dokter atau perawat akan menyuruh kamu untuk mengambil napas dalam-dalam, tahan napas selama beberapa saat, dan buang napas tersebut sekuat tenaga ke dalam masker pernapasan tersebut.

Hal ini akan diulangi paling tidak tiga kali untuk melihat angka yang dihasilkan konsisten. Dokter juga akan meminta mengulangi hal tersebut lebih banyak apabila hasil yang tercatat lebih variatif. Penilaian yang diambil adalah yang tertinggi dari pemeriksaan tersebut dan menggunakannya sebagai hasil akhir.

Apabila kamu terbukti mengalami gangguan pernapasan, dokter akan memberikan obat inhalasi yang disebut dengan bronkodilator untuk membuka paru-paru setelah putaran pertama tes. Lalu, dokter akan meminta kamu untuk menunggu selama 15 menit sebelum dilakukan pemeriksaan lainnya. Dokter akan membandingkan hasil pengukuran sebelum dan sesudah menggunakan bronkodilator, dan apakah membantu untuk meningkatkan aliran udara di paru-paru.

Pemeriksaan spirometri umumnya dilakukan setahun hingga dua tahun sekali untuk memantau perubahan pernapasan pada seseorang yang mengidap COPD. Selain itu, pada pengidap asma pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat apakah kondisi pengidap sudah lebih baik atau belum. Seseorang yang memiliki pernapasan yang lebih parah atau masalah pernapasannya menjadi lebih tidak terkontrol, direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan ini lebih sering.

 

Di Mana Melakukan Pemeriksaan Spirometri?

Pemeriksaan spirometri dapat dilakukan di rumah sakit atau laboratorium yang menyediakan perlengkapan yang memadai untuk melakukan tes.