Pemfigus

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Pemfigus

Pemfigus merupakan penyakit kulit langka dan serius yang disebabkan karena adanya masalah pada sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini ditandai dengan munculnya bula yang menyerupai bisul pada kulit atau membran mukosa (misalnya di dalam mulut atau alat kelamin). Bula ini mudah sekali pecah dan akan meninggalkan bekas seperti luka lepuh yang rentan menjadi sarang infeksi.

 

Gejala Pemfigus

Berdasarkan gejalanya, pemfigus dibagi menjadi beberapa macam jenis:

  • Pemfigus Vulgaris

Merupakan jenis yang paling sering terjadi, di mana terdapat lepuhan yang lunak pada kulit. Pemfigus vulgaris bisa muncul di mana saja, tetapi sebagian besar timbul di daerah mulut dan sisanya dapat ditemukan di daerah kelamin. Lepuhan yang muncul mudah pecah, menimbulkan sensasi nyeri dan susah untuk disembuhkan.

  • Pemfigus Vegetans

Masih termasuk jenis dari pemfigus vulgaris yang ditandai dengan adanya massa yang bervegetasi, terutama di daerah fleksor.

  • Pemfigus Foliaseus

Pemfigus foliaseus menyerang kulit, dan hampir tidak pernah mengenai membran mukosa dalam tubuh seperti mulut ataupun alat kelamin. Namun, lepuhan pada jenis pemfigus ini lebih susah ditemukan karena lepuhannya lebih mudah pecah. Kelainan yang mungkin ditemukan bisa berupa daerah yang bersisik yang tidak spesifik.

  • Pemfigus Eritematous

Salah satu varian yang mengenai daerah wajah dan mirip seperti lupus eritematosus.

 

Penyebab Pemfigus

Penyebab pasti timbulnya pemfigus masih belum diketahui. Namun, faktor yang diduga menjadi penyebabnya adalah faktor genetik. Pemfigus lebih sering menyerang orang yang sudah mengidap penyakit autoimun lainnya (terutama miastenia gravis dan timoma), serta dapat dipicu oleh penggunaan penisilamin dan captopril.

 

Faktor Risiko Pemfigus

Beberapa faktor yang diduga dapat memicu munculnya pemfigus adalah:

  • Stres.
  • Paparan sinar UV.
  • Paparan sinar-X.
  • Luka bakar.
  • Perubahan hormon dan kehamilan.
  • Faktor gizi.
  • Efek samping vaksinasi.
  • Tumor.
  • Proses penuaan.

 

Diagnosis Pemfigus

Untuk memastikan diagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan anamnesa yaitu bertanya kepada pasien tentang gejala yang dialaminya, sejak kapan, riwayat penyakit sebelumnya dan riwayat penyakit di keluarga. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap gejala yang dikeluhkan oleh pengidap. Selain itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang untuk mendukung diagnosa penyakit ini. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Biopsi kulit atau mukosa. Pada prosedur ini, dokter akan mengambil potongan kulit dari tepi lepuhan yang baru muncul dan sedapat mungkin lepuhan dijaga agar tetap utuh sehingga bisa dilakukan pemeriksaan histopatologis.
  2. Tes darah. Prosedur ini diperlukan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi antibodi dalam darah yang bernama desmoglein. Pada orang yang mengidap pemfigus, biasanya kadar desmogleinnya cukup tinggi.
  3. Endoskopi. Bila kamu dicurigai mengidap pemfigus vulgaris, dokter akan melakukan endoskopi untuk memeriksa luka dalam tenggorokan.

 

Pengobatan Pemfigus dan Efek Sampingnya

Pengobatan pemfigus harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Pengobatan ini memiliki tujuan untuk mengurangi gejala yang dialami oleh pengidap dan mencegah komplikasi yang terjadi akibat penyakit ini.

Untuk pengobatan, dokter biasanya akan menggunakan steroid sistemik dosis tinggi yang akan dikurangi bila lepuhan baru sudah berhenti, bisanya sekitar 4-6 minggu. Selain itu, pengidap juga dapat diberikan obat imunosupresi untuk membantu kerja steroid.

 

Pencegahan Pemfigus

Selama masa pengobatan, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan guna menjaga kesehatan kulit:

  • Minum obat sesuai anjuran dokter serta ikuti petunjuk dokter dalam perawatan luka untuk mencegah infeksi dan adanya bekas luka.
  • Menggunakan bedak tabur. Taburi bedak talk sedikit pada seprai atau kain yang dipakai untuk mencegah kulit menempel di kain tempat tidur.
  • Membersihkan handuk dan seprai secara rutin untuk melindungi luka dari infeksi, serta tidak berbagi handuk dengan orang lain.
  • Bicarakan dengan dokter gigi untuk menjaga kesehatan mulut bila terdapat luka dalam mulut.
  • Lindungi kulit dengan menghindari aktivitas yang dapat mencemari luka dan minimalisir paparan sinar ultraviolet matahari karena dapat memicu luka baru.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila kamu atau ada keluarga kamu yang memiliki keluhan seperti di atas, sebaiknya segera bicarakan ke dokter. Penanganan yang cepat dan tepat akan menghindari kamu dari komplikasi berbahaya. Kamu bisa memilih dokter yang sesuai dengan kebutuhan kamu, di rumah sakit pilihan kamu di sini.