Penyakit Gondok

Pengertian Penyakit Gondok

Goiter atau yang lebih familiar dikenal sebagai penyakit gondok adalah suatu pembesaran kelenjar tiroid yang terjadi secara abnormal. Kelenjar tiroid adalah suatu kelenjar yang berbentuk menyerupai kupu-kupu dan terletak di leher, tepat di bawah Adam’s apple (jakun).

Gejala Penyakit Gondok

Gejala dari penyakit gondok/goiter, antara lain:

  • Pembesaran/pembengkakkan pada leher yang dapat dengan jelas terlihat saat berkaca maupun dengan perabaan.
  • Sensasi rasa penuh pada leher/tenggorokan.
  • Batuk.
  • Suara serak.
  • Sulit menelan.
  • Sulit bernapas.


Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Gondok

Penyebab dari penyakit gondok/goiter ada bermacam-macam, beberapa yang tersering, yaitu:

  • Kekurangan iodine. Iodine merupakan bahan utama yang digunakan oleh kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid. Iodine adalah suatu zat yang terkandung di dalam garam. Kurangnya konsumsi garam dapat menyebabkan kelenjar tiroid mengalami suatu pembesaran. Penyakit goiter akibat kekurangan iodine sering dikenal dengan istilah penyakit goiter endemik.
  • Penyakit Grave. Merupakan suatu penyakit autoimun dengan ciri kelenjar tiroid menjadi terlalu aktif dan memproduksi hormon tiroid secara berlebihan dan mengakibatkan suatu kondisi hipertiroid.
  • Penyakit Hashimoto. Merupakan sebuah penyakit autoimun. Namun, pada Hashimoto, kelenjar tiroid menjadi kurang aktif dalam memproduksi hormon tiroid sehingga mengakibatkan suatu kondisi hipotiroid.
  • Penyakit Goiter Multinodular. Pada kondisi ini, terbentuk beberapa benjolan padat ataupun benjolan berisi cairan yang disebut dengan nodul pada kedua kelenjar tiroid (kiri dan kanan), mengakibatkan pembesaran kelenjar tiroid secara keseluruhan.
  • Nodul Soliter Tiroid. Pada keadaan ini, hanya terbentuk satu benjolan/nodul pada salah satu sisi kelenjar tiroid. Kebanyakan dari benjolan ini bersifat jinak dan tidak mengarah kepada suatu keganasan (kanker).
  • Kanker Tiroid. Suatu keganasan pada tiroid dan lebih jarang terjadi dibandingkan dengan nodul soliter tiroid jinak.
  • Kehamilan. Saat wanita mengandung, hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG) diproduksi oleh tubuh dan dapat menyebabkan kelenjar tiroid mengalami sedikit pembesaran.
  • Inflamasi atau dikenal dengan istilah Tiroiditis. Merupakan suatu kondisi inflamasi yang dapat disertai dengan rasa nyeri di leher. Hal ini dapat terjadi akibat kelebihan atau kekurangan hormon tiroxin.

Penyakit Goiter dapat menimpa siapa saja. Dapat muncul sejak lahir atau pada umur tertentu. Beberapa faktor risiko yang sering menyebabkan penyakit goiter, antara lain:

  • Kurangnya asupan iodine. Hal ini sering menimpa orang-orang yang tinggal di daerah pegunungan yang sulit mendapatkan akses untuk makanan yang mengandung iodine.
  • Wanita. Wanita lebih rentan mengidap kelainan tiroid dibandingkan dengan pria.
  • Usia. Penyakit goiter sering kali muncul di atas usia 40 tahun.
  • Riwayat penyakit keluarga terutama jika salah satu anggota di keluarga memiliki riwayat penyakit autoimun.
  • Kehamilan dan menopause. Hal ini belum dapat dijelaskan dengan pasti, tetapi kelainan tiroid seringkali muncul pada saat kehamilan dan menopause.
  • Beberapa pengobatan. Beberapa obat-obatan yang dikonsumsi untuk mengobati suatu kondisi medis tertentu seperti amiodarone (obat jantung) dan lithium (obat psikatri) dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit goiter.
  • Paparan radiasi. Paparan radiasi, baik sengaja maupun tidak dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit goiter.

Diagnosis Penyakit Gondok

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter dan dibantu dengan pemeriksaan penunjang lainnya. Pemeriksaan penunjang berguna untuk memperteguh diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan diagnosis lainnya.

Pemeriksaan penunjang yang biasanya dilakukan, yaitu:

  • Pemeriksaan hormon. Pemeriksaan hormon dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium darah.
  • Pemeriksaan antibodi. Jika dicurigai penyebab penyakit goiter adalah suatu autoimun.
  • Ultrasonografi (USG). Suatu pemeriksaan pencitraan yang digunakan untuk menilai ukuran dari tiroid dan melihat jika terdapat suatu nodul pada tiroid yang tidak ditemukan pada perabaan.
  • Tiroid Scan. Pada pemeriksaan tiroid scan, pasien akan diminta untuk meminum atau diinjeksikan suatu isotop radioaktif. Kemudian, pasien diminta berbaring dan sebuah kamera spesial akan menangkan gambar dan memproyeksikan gambar dari tiroid anda di layar komputer.
  • Biopsi. Biopsi dilakukan dengan menggunakan sebuah jarum halus atau seringkali dikenal dengan istilah fine-needle aspiration biopsy (FNAB) yang akan dipandu dengan ultrasonografi untuk mengambil jaringan atau cairan sampel yang akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa struktur nya oleh dokter patologi anatomi.

Penanganan Penyakit Gondok

Penanganan dari penyakit goiter berbeda-beda tergantung penyebabnya. Pilihan yang tersedia untuk penanganan penyakit goiter, antara lain:

  • Observasi. Hal ini dilakukan jika goiter yang dimiliki pasien berukuran kecil dan tidak menimbulkan masalah, serta hormon tiroid sudah terbukti dalam batas normal setelah diperiksa. Dokter akan menyarankan untuk menunggu dan melihat perkembangan dari goiter yang dimiliki oleh pasien.
  • Medikasi. Penanganan dengan obat-obatan akan disarankan oleh dokter jika pasien memiliki kelainan pada hormon tiroid baik kondisi Hipertiroid maupun hipotiroid.
  • Pembedahan. Mengangkat seluruh kelenjar tiroid atau sebagian/satu sisi dari kelenjar tiroid pasien adalah suatu pilihan jika goiter yang dimiliki pasien berukuran besar, mengakibatkan sulitnya bernafas atau menelan.
  • Pembedahan juga merupakan suatu pilihan jika pasien memiliki suatu keganasan tiroid.
  • Pasien yang menjalani pengangkatan kelenjar tiroid secara total akan membutuhkan obat untuk menggantikan fungsi dari kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon tiroid yang dibutuhkan dalam proses metabolisme tubuh.
  • Radioaktif iodine. Pada beberapa kasus, radioaktif iodine digunakan untuk mengobati kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Radioaktif dikonsumsi secara oral dan akan sampai di kelenjar tiroid melalui peredaran darah, gunanya adalah untuk menghancurkan sel tiroid. Tujuan dari pengobatan ini adalah untuk mengecilkan ukuran dari kelenjar tiroid, tetapi sering kali juga menyebabkan kelenjar tiroid menjadi kurang aktif.

Pencegahan Penyakit Gondok

Pencegahan dapat dilakukan jika penyakit goiter yang dialami pasien adalah penyakit goiter yang diakibatkan oleh diet yang tidak sesuai. Beberapa saran dapat digunakan:

  • Mendapatkan asupan iodine yang cukup. Iodine didapatkan dari garam, seafood dan rumput laut. Udang dan kerang-kerangan memiliki kadar iodine yang tinggi. Jika tinggal di daerah pegunungan dan jauh dari laut, sumber makanan lain yang mengandung iodine antara lain adalah susu sap? dan yoghurt. Beberapa jenis sayur dan buah-buahan juga mengandung iodine meskipun kadarnya di bawah seafoodKadar iodine yang dibutuhkan adalah 150 mikogram per har? (kurang dari setengah sendok teh garam).
  • Hindari asupan iodine berlebihan. Meskipun sangat jarang terjadi, konsumsi iodine berlebih dapat mengakibatkan terjadinya penyakit goiter.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika cara penanganan dan pencegahan di atas tidak berhasil, segera berdiskusi dengan dokter. Jangan hanya menganggap penyakit gondok sebagai penyakit biasa, sebab banyak pengidap penyakit ini yang bisa sembuh jika dilakukan pemeriksaan sedini mungkin.