Penyakit Gondok

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Penyakit Gondok

Gondok adalah penyakit yang menimbulkan reaksi pembesaran kelenjar tiroid dan terjadi secara abnormal. Gondok juga memiliki nama lain yaitu goiter. Kelenjar tiroid sendiri, merupakan kelenjar yang berbentuk seperti kupu-kupu dan terletak di leher, di bawah Adam’s apple atau jakun.

Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini Bedanya Gondok dan Kanker Tiroid

 

Faktor Risiko dan Penyebab Penyakit Gondok

Penyebab dari penyakit gondok/goiter ada bermacam-macam, beberapa yang tersering, yaitu:

  • Kekurangan iodine. Kelenjar tiroid membutuhkan iodine untuk memproduksi hormon iodine. Iodine adalah suatu zat yang terkandung di dalam garam. Jika kelenjar tiroid kekurangan konsumsi garam, maka pembesaran kelenjar akan terjadi.

  • Penyakit Grave. Memiliki indikasi atau gejala dimana kelenjar tiroid menjadi terlalu aktif, sehingga memproduksi hormon tiroid secara berlebihan. Kondisi ini menyebabkan hipertiroid. Penyakit grave sendiri merupakan penyakit autoimun (sistem kekebalan menyerang tubuh sendiri).

  • Penyakit Hashimoto. Merupakan sebuah penyakit autoimun. Namun, pada penyakit Hashimoto, kondisi hipotiroid akan terjadi karena kelenjar tiroid kurang aktif untuk memproduksi hormone tiroid.

  • Penyakit Goiter Multinodular. Pada kondisi ini, terbentuk beberapa benjolan padat ataupun benjolan berisi cairan yang disebut dengan nodul pada kedua kelenjar tiroid (kiri dan kanan), mengakibatkan pembesaran kelenjar tiroid secara keseluruhan.

  • Nodul Soliter Tiroid. Dalam kondisi ini, hanya akan terbentuk satu benjolan/nodul pada salah satu sisi kelenjar tiroid. Kebanyakan dari benjolan ini bersifat jinak dan tidak mengarah kepada suatu keganasan (kanker).

  • Kanker Tiroid. Merupakan di mana tiroid mengalami keganasan dan lebih jarang terjadi dibandingkan dengan nodul soliter tiroid jinak.

  • Kehamilan. Hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG) yang di produksi oleh tubuh bisa menyebabkan sedikit pembesaran pada kelenjar tiroid. Hal tersebut umumya terjadi ketika wanita sedang mengandung.

  • Inflamasi atau dikenal dengan istilah tiroiditis. Merupakan suatu kondisi inflamasi yang dapat disertai dengan rasa nyeri di leher. Hal ini dapat terjadi akibat kelebihan atau kekurangan hormon tiroxin.

Penyakit goiter dapat menimpa siapa saja dan dapat muncul sejak lahir atau pada umur tertentu. Penyakit goiter memiliki beberapa faktor risiko penyebab, antara lain:

  • Kurangnya asupan iodine. Umumnya, terjadi pada orang-orang yang tinggal di daerah pegunungan dan sulit untuk mendapatkan akses untuk makanan yang mengandung iodine.

  • Wanita. Jika dibandingkan pria, Wanita akan lebih rentan mengidap kelainan tiroid.

  • Usia. Kemunculan penyakit goiter sering kali ketika seseorang berusia di atas 40 tahun.

  • Riwayat penyakit keluarga terutama jika salah satu anggota di keluarga memiliki riwayat penyakit autoimun.

  • Kehamilan dan menopause. Hal ini belum dapat dijelaskan dengan pasti, tetapi kelainan tiroid seringkali muncul pada saat kehamilan dan menopause.

  • Beberapa pengobatan. Beberapa obat-obatan yang dikonsumsi untuk mengobati suatu kondisi medis tertentu, seperti amiodarone (obat jantung) dan lithium (obat psikatri) dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit goiter.

  • Paparan radiasi. Paparan radiasi, baik sengaja maupun tidak dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit goiter.

 

Gejala Penyakit Gondok

Gejala dari penyakit gondok/goiter, antara lain:

  • Pembesaran/pembengkakkan pada leher yang dapat dengan jelas terlihat saat berkaca maupun dengan perabaan;

  • Sensasi rasa penuh pada leher/tenggorokan;

  • Batuk;

  • Suara serak;

  • Sulit menelan; dan

  • Sulit bernapas.

 

Diagnosis Penyakit Gondok

Diagnosis dilakukan berdasarkan hasil anamnesis dan dari pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter serta dibantu dengan melakukan pemeriksaan penunjang lain. Pemeriksaan penunjang berguna untuk memperteguh diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan diagnosis lainnya.

Pemeriksaan penunjang yang biasanya dilakukan, yaitu:

  • Pemeriksaan hormon. Pemeriksaan hormon dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium darah.

  • Pemeriksaan antibodi. Jika dicurigai penyebab penyakit goiter adalah suatu autoimun.

  • Ultrasonografi (USG). Pemeriksaan pencitraan yang bertujuan untuk mengukur kelenjar tiroid dan melihat jika terdapat suatu nodul pada tiroid yang tidak ditemukan pada perabaan.

  • Tiroid Scan. Pada pemeriksaan tiroid scan, pasien akan diminta untuk meminum atau diinjeksikan suatu isotop radioaktif. Kemudian, pasien diminta berbaring dan sebuah kamera spesial akan menangkan gambar dan memproyeksikan gambar dari tiroid anda di layar komputer.

  • Biopsi. Biopsi dilakukan dengan menggunakan sebuah jarum halus atau seringkali dikenal dengan istilah fine-needle aspiration biopsy (FNAB) yang akan dipandu dengan ultrasonografi untuk mengambil jaringan atau cairan sampel yang akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa struktur nya oleh dokter patologi anatomi.

Baca juga: Gondok dan Gondongan, Apa Bedanya?

 

Pengobatan Penyakit Gondok

Pengobatan dari penyakit goiter berbeda-beda tergantung penyebabnya. Berikut ini pilihan dalam menangani penyakit goiter, antara lain:

  • Observasi. Observasi dilakukan jika goiter yang dimiliki pasien berukuran kecil dan tidak menimbulkan masalah, serta hormon tiroid sudah terbukti dalam batas normal setelah diperiksa. Dokter akan menyarankan untuk menunggu dan melihat perkembangan dari goiter yang dimiliki oleh pasien.

  • Medikasi. Penanganan dengan obat-obatan akan disarankan oleh dokter jika pasien memiliki kelainan pada hormon tiroid, baik kondisi hipertiroid maupun hipotiroid.

  • Pembedahan. Mengangkat seluruh kelenjar tiroid atau sebagian/satu sisi dari kelenjar tiroid pasien adalah suatu pilihan jika goiter yang dimiliki pasien berukuran besar yang mengakibatkan sulitnya bernafas atau menelan.

  • Jika terjadi keganasan tiroid pada pasien, pembedahan juga menjadi pilihan.

  • Pasien yang menjalani pengangkatan kelenjar tiroid secara total akan membutuhkan obat untuk menggantikan fungsi dari kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon tiroid yang dibutuhkan dalam proses metabolisme tubuh.

  • Radioaktif iodine. Pada beberapa kasus, radioaktif iodine digunakan untuk mengobati kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Konsumsi radioaktif bertujuan untuk menghancurkan sel kelenjar tiroid. Konsumsi radioaktif sendiri dilakukan secara oral agar beredar melalui peredaran darah sampai pada akhirnya sampai di kelenjar tiroid. Tujuan dari pengobatan ini adalah untuk mengecilkan ukuran dari kelenjar tiroid, tetapi sering kali juga menyebabkan kelenjar tiroid menjadi kurang aktif.

 

Pencegahan Penyakit Gondok

Penyakit goiter yang disebabkan oleh diet yang tidak sesuai memiliki beberapa saran pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Mendapatkan asupan iodine yang cukup. Iodine didapatkan dari garam, seafood dan rumput laut. Udang dan kerang-kerangan memiliki kadar iodine yang tinggi. Susu sapi dan yogurt merupakan sumber alternatif untuk jenis makanan yang mengandung iodine, jika tinggal di daerah pegunungan dan jauh dari laut. Beberapa jenis sayur dan buah-buahan juga mengandung iodine meskipun kadarnya di bawah seafood. Kadar iodine yang dibutuhkan adalah 150 mikogram per hari (kurang dari setengah sendok teh garam).

  • Hindari asupan iodine berlebihan. Penyakit goiter bisa terjadi karena konsumsi iodine yang berlebihan, meskipun jarang terjadi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika cara penanganan dan pencegahan di atas tidak berhasil, segera berdiskusi dengan dokter. Penanganan yang cepat dan tepat akan menghindari kamu dari komplikasi berbahaya. Kamu bisa memilih dokter yang sesuai dengan kebutuhan kamu, di rumah sakit melalui Halodoc.

Baca juga: Gondok Bisa Sebabkan Mata Bengkak, Benarkah?

Referensi:
Medicalnewstoday.com (Diakses pada 2019). Goiter: Causes, treatment, and symptoms 
Diperbarui pada 20 Agustus 2019