Penyakit Paru Interstisial

Pengertian Penyakit Paru Interstisial

Penyakit paru interstisial adalah kumpulan penyakit yang ditandai oleh pembentukan jaringan parut atau fibrosis secara progresif pada jaringan paru-paru yang berada di sekitar alveoli. Jaringan tersebut disebut jaringan interstisial. Pembentukan jaringan parut pada interstisial paru dapat menyebabkan fungsi pernapasan menurun dan pasokan oksigen dalam darah berkurang.

 

Gejala Penyakit Paru Interstisial

Gejala yang paling umum dari penyakit paru interstisial adalah sesak napas yang akan memburuk dari waktu ke waktu. Gejala lain dari penyakit paru-paru interstitial meliputi:

  • Batuk, yang biasanya kering.
  • Penurunan berat badan.

 

Faktor Risiko Penyakit Paru Interstisial

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit paru interstisial antara lain adalah:

  • Usia. Penyakit ini seringkali muncul pada orang dewasa. Namun, tidak menutup kemungkinan juga bisa terjadi pada anak-anak dan remaja.
  • Paparan senyawa berbahaya di lingkungan atau pekerjaan. Pekerja di pertambangan, pertanian, atau konstruksi seringkali terkena bahan kimia yang berbahaya bagi paru-paru. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit paru interstisial.
  • Riwayat keluarga. Terdapat bukti-bukti yang menunjukkan bahwa seseorang memiliki risiko terkena penyakit paru interstisial jika terdapat keluarga yang pernah mengidap penyakit tersebut.
  • Merokok.

 

Penyebab Penyakit Paru Interstisial

Penyakit paru interstisial ini awalnya disebabkan karena kerusakan pada jaringan paru-paru di antara alveoli. Pada kondisi normal, kerusakan tersebut dapat pulih dengan sendirinya oleh sel imun yang akan melakukan regenerasi sel. Namun, pada kondisi penyakit paru interstisial, proses regenerasi sel tersebut berlangsung secara abnormal sehingga timbulah penyakit paru interstisial tersebut.

Adapun kerusakan pada jaringan paru-paru itu sendiri dapat disebabkan oleh adanya beberapa faktor lain, seperti:

  1. Material berbahaya, misalnya serat asbestos, debu batu bara, dedak, spora jamur dan kapang, serta debu silika.
  2. Efek samping obat-obatan, di antaranya adalah obat kemoterapi, obat penyakit jantung dan antibiotik.
  3. Efek samping radioterapi.

 

Diagnosis Penyakit Paru Interstisial

Orang dengan penyakit paru-paru interstitial biasanya datang ke dokter karena memiliki keluhan seperti sesak napas atau batuk. Dokter biasanya akan melakukan tes pencitraan pada paru-paru untuk mengidentifikasi masalah tersebut antara lain :

  • Pemeriksaan Sinar-X Dada. Pemeriksaan dada dengan sinar-X adalah tes pertama dalam evaluasi kebanyakan orang dengan masalah pernapasan. Hasil rontgen pada orang dengan penyakit paru-paru interstitial mungkin menunjukkan garis-garis halus di paru-paru.
  • Computed tomography (CT scan). CT scan menciptakan gambar yang lebih rinci dari paru-paru dan struktur di sekitarnya. Penyakit paru-paru interstitial biasanya dapat dideteksi lewat CT scan.
  • CT scan Resolusi Tinggi. Penggunaan CT scan resolusi tinggi dapat meningkatkan kualitas gambar dari interstitium.
  • Uji Fungsi Paru. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas paru pengidap dengan penyakit paru interstisial.

 

Pengobatan Penyakit Paru Interstisial dan Efek Sampingnya

Untuk mengobati penyakit paru, biasanya dokter akan terlebih dahulu memeriksa kondisi pengidap untuk menentukan jenis penyakit paru interstisial yang dialami.

Untuk cara pemeriksaannya sendiri dilakukan melalui :

  • Bronkoskopi, yaitu prosedur pengambilan jaringan paru melalui mulut atau hidung ke dalam saluran udara. Alat kecil endoskopi dapat mengambil sampel jaringan paru-paru.
  • Video toraskopi, yaitu metode pengambilan jaringan paru dengan menggunakan alat yang dimasukkan melalui sayatan kecil. Ahli bedah dapat mengambil beberapa daerah jaringan paru-paru.
  • Biopsi paru terbuka (torakotomi). Dalam beberapa kasus, operasi tradisional dengan sayatan besar di dada diperlukan untuk mendapatkan biopsi paru-paru.

Setelah diketahui jenis dari penyakit paru yang dialami pengidap, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengobatan pada pengidap. Pengobatan untuk penyakit paru-paru interstitial itu sendiri bervariasi sesuai dengan jenis penyakit paru-paru interstitial dan penyebabnya, di antaranya adalah :

  • Antibiotik. Obat ini efektif untuk mengatasi sebagian besar pneumonia interstitial.
  • Kortikosteroid. Obat ini bermanfaat untuk mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh, sehingga jumlah peradangan paru-paru seluruh tubuh akan berkurang.
  • Oksigen. Pemberian oksigen tambahan bertujuan untuk meredakan gejala, sekaligus melindungi jantung dari kerusakan yang disebabkan oleh rendahnya kadar oksigen.
  • Transplantasi Paru-paru. Merupakan cara yang paling efektif untuk mengobati penyakit paru interstisial yang sudah parah.

 

Pencegahan Penyakit Paru Interstisial

Untuk mencegah terjadinya komplikasi, pengidap penyakit paru interstitial dianjurkan untuk melakukan hal-hal berikut:

  • Berhenti merokok. Orang yang terkena penyakit paru-paru jenis apapun sebaiknya segera menghentikan kebiasaan merokok .
  • Menjaga pola makan sehat dan seimbang. Pengidap penyakit paru interstisial seringkali tidak dapat makan dengan nyaman, sehingga diperlukan makanan bergizi tinggi untuk menjaga asupan nutrisi.
  • Tetap melakukan aktivitas fisik. Untuk menghindari penurunan kebugaran fisik akibat kurang oksigen, pengidap dianjurkan untuk tetap melakukan aktivitas fisik, tapi tetap disesuaikan dengan kondisinya.
  • Mendapatkan vaksinasi. Infeksi pada saluran pernapasan dapat memperparah penyakit paru interstisial yang sedang dialami pengidap. Untuk mencegah hal tersebut, pengidap dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi sesuai anjuran dokter.
  • Menggunakan APD (Alat Pelindung Diri). APD ini digunakan pada pekerja-pekerja yang memiliki risiko terpapar debu-debu dengan partikel kecil di tempat kerjanya.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila kamu memiliki gejala di atas dan memiliki faktor risiko yang tinggi, segera bicarakan ke dokter. Penanganan yang cepat dan tepat akan menghindari kamu dari komplikasi berbahaya. Kamu bisa memilih dokter yang sesuai dengan kebutuhan kamu, di rumah sakit pilihan kamu di sini.