Penyakit Perlemakan Hati

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Penyakit Perlemakan Hati

Penyakit perlemakan hati atau yang disebut dengan “fatty liver” adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menunjukkan kondisi ketika terdapat penumpukan lemak yang berlebihan pada hati. Kondisi tersebut membuat organ hati menjadi sulit bekerja. Penyakit perlemakan hati biasanya terjadi akibat konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Namun, kamu juga bisa terkena penyakit ini bahkan bila kamu tidak minum banyak alkohol.

Baca juga: Jaga Kesehatan Hati, Ini Bedanya Perlemakan Hati Alkohol dan Perlemakan Hati Non-Alkohol

 

Faktor Risiko Penyakit Perlemakan Hati

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit perlemakan hati, antara lain:

  • Konsumsi alkohol yang berlebihan.

  • Obesitas.

  • Hiperlipidemia (tinggi kolesterol dan terutama trigliserida).

  • Diabetes.

  • Memiliki riwayat penyakit perlemakan hati di keluarga.

  • Malnutrisi.

  • Sindrom metabolik.

  • Tidak berolahraga.

  • Konsumsi obat-obatan melebihi dosis yang dianjurkan (contoh yang tersering adalah konsumsi obat yang dapat dijual bebas seperti asetaminofen).

 

Penyebab Penyakit Perlemakan Hati

Penyakit perlemakan hati seringkali dikaitkan sebagai akibat dari konsumsi alkohol yang berlebihan (alcoholic fatty liver). Meski begitu, penyakit ini juga dapat muncul pada orang yang tidak mengonsumsi alkohol (non-alcoholic fatty liver disease atau NAFLD).

 

Gejala Penyakit Perlemakan Hati

Dalam banyak kasus, penyakit perlemakan hati tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Namun, pengidap mungkin akan merasa kelelahan dan rasa tidak nyaman di sisi kanan atas perut. Namun, penelitian menunjukkan bahwa 20 persen dari pengidap penyakit ini mengalami gejala yang lebih buruk. Pengidap akan menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Penurunan berat badan.

  • Nyeri perut.

  • Lemas.

  • Kelemahan fisik.

  • Nyeri kepala.

Ketika penyakit perlemakan hati sudah berprogres lebih jauh dan mengarah pada penyakit sirosis hati, maka gejala lain akan muncul, meliputi:

  • Pembesaran perut yang berisi cairan.

  • Kuning pada tubuh (kulit dan mata).

  • Perdarahan abnormal, misalnya muntah darah.

 

Diagnosis Penyakit Perlemakan Hati

Untuk mendiagnosis penyakit perlemakan hati, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada wawancara medis, dokter akan menggali riwayat keluhan pasien, riwayat penyakit terdahulu, riwayat penyakit keluarga, serta riwayat sosial dan kebiasaan, seperti ada atau tidaknya kebiasaan dalam mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan. Informasi tersebut berguna untuk mencari tahu faktor risiko dan keterkaitan keluhan terhadap penyakit yang diidap pasien. Sedangkan pembesaran pada hati dapat diketahui melalui pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan penunjang yang sering digunakan untuk mendiagnosis penyakit perlemakan hati adalah pemeriksaan laboratorium darah untuk mengukur ada atau tidaknya peningkatan enzim serta fungsi hati. Selain itu, pemeriksaan pencitraan, seperti USG, CT Scan, maupun MRI juga sering dilakukan untuk memberikan gambaran ada atau tidak perlemakan pada hati yang abnormal. Namun, pemeriksaan pencitraan ini tidak dapat mendeteksi tingkat kerusakan sel-sel hati yang telah terjadi.

Pemeriksaan penunjang terbaik adalah dengan biopsi hati. Melalui biopsi, dokter dapat melihat dan mengukur progresivitas dari penyakit dan mengetahui sejauh mana kerusakan pada sel-sel hati yang sudah terjadi.

 

Komplikasi Penyakit Perlemakan Hati

Komplikasi utama perlemakan hati adalah sirosis atau jaringan parut hati. Ketika hati mencoba untuk menghentikan peradangan yang terjadi, ia akan menghasilkan area bekas luka. Ketika peradangan menyebar dan begitu juga dengan bekas luka, hati akhirnya tidak bisa melakukan fungsinya dengan baik lagi. Kondisi ini akan menyebabkan:

  • Penumpukan cairan di perut.

  • Pembengkakan pembuluh darah di kerongkongan yang bisa pecah dan berdarah.

  • Kebingungan dan rasa kantuk.

  • Kanker hati.

  • Gagal hati.

 

Pengobatan Penyakit Perlemakan Hati

Sampai saat ini, penanganan pertama pada penyakit perlemakan hati ini berupa kombinasi dari gaya hidup dan mengurangi faktor risiko. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perlemakkan hati:

  • Membatasi atau menghindari minuman beralkohol.

  • Menjaga kadar kolesterol dalam darah.

  • Mengurangi asupan gula dan lemak.

  • Menurunkan berat badan.

  • Mengontrol kadar gula dalam darah.

  • Berolahraga secara teratur dan meningkatkan aktivitas fisik.

Sementara penanganan dengan menggunakan obat-obatan sampai saat ini masih dalam penelitian.

Baca juga: Transplantasi Hati untuk Mengatasi Penyakit Perlemakan Hati

 

Pencegahan Penyakit Perlemakan Hati

Menjaga dan melindungi kesehatan organ hati merupakan hal terbaik dalam upaya pencegahan penyakit perlemakan hati dan komplikasinya. Cara mencegah perlemakan hati yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Membatasi konsumsi alkohol atau tidak mengonsumsi alkohol sama sekali.

  • Konsumsi makanan yang sebat dengan diet seimbang.

  • Mengontrol diabetes khusus untuk pengidap diabetes.

  • Berolahraga minimal 30 menit setiap hari.

Baca juga: Ketahui 3 Cara Mencegah Perlemakan Hati pada Wanita Pengidap PCOS

 

Kapan Harus ke Dokter?

Buat janji dengan dokter bila kamu mengalami tanda atau gejala yang persisten dan mengkhawatirkan.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Fatty Liver Disease (Hepatic Steatosis).
Healthline. Diakses pada 2019. Everything You Need to Know About Fatty Liver.

Diperbarui pada 17 September 2019