Perdarahan Subarachnoid

Pengertian Perdarahan Subarachnoid

Perdarahan subarachnoid adalah perdarahan yang terjadi di ruang antara otak dan membran sekitarnya yang disebut sebagai ruang subarachnoid.

Gejala Perdarahan Subarachnoid

Gejala dari Perdarahan subarachnoid meliputi:

  • Nyeri kepala yang sangat hebat.
  • Muntah.
  • Kaku kuduk.
  • Penurunan fungsi penglihatan.
  • Sensitivitas terhadap cahaya.
  • Kelumpuhan anggota gerak.
  • Kejang.
  • Penurunan kesadaran secara perlahan.

Gejala dari Perdarahan subarachnoid muncul secara tiba-tiba dan membutuhkan tindakan segera.

Penyebab dan Faktor Risiko Perdarahan Subarachnoid

Penyebab dari Perdarahan subarachnoid paling sering disebabkan karena trauma kepala. Perdarahan dari subarachnoid yang terjadi secara tiba-tiba tanpa trauma kepala memiliki kaitan erat dengan pecahnya aneurisma di otak yang sering dikenal dengan nama Aneurisma Berry.

Aneurisma adalah sebuah kelainan pada pembuluh darah ketika pembuluh darah mengalami pelebaran akibat dindingnya yang lemah. Ketika aneurisma di otak pecah, perdarahan, dan penggumpalan darah dapat terjadi dengan sangat cepat. Pecahnya aneurisma dapat terjadi pada setiap usia, tetapi yang paling sering terjadi adalah pada pengidap di usia 40—65 tahun.

Faktor risiko dari aneurisma di otak, antara lain:

  • Wanita.
  • Perokok.
  • Pengidap hipertensi (darah tinggi).

Penyebab lain dari terjadinya Perdarahan subarachnoid, meliputi:

  • Perdarahan akibat malformasi arteri-vena pada otak.
  • Penggunaan obat pengencer darah (pada pasien penyakit jantung).

Diagnosis Perdarahan Subarachnoid

Diagnosis perdarahan subarachnoid dilakukan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Adanya keluhan nyeri kepala yang sangat hebat dan terjadi secara tiba-tiba merupakan salah satu gejala yang penting dan sering ditemukan. Pada pemeriksaan fisik, biasanya akan ditemukan adanya kaku kuduk yang positif.

Pemeriksaan penunjang yang menjadi standar utama adalah dilakukannya CT-Scan. Pada CT-Scan otak, akan ditemukan ada atau tidaknya perdarahan yang terjadi pada otak.

Pemeriksaan pencitraan lain seperti MRI dapat juga dilakukan, tetapi CT-Scan lebih dipilih karena lebih cepat dan efektif dibandingkan dengan pemeriksaan MRI yang membutuhkan waktu lebih lama.

Penanganan Perdarahan Subarachnoid

Perdarahan subarachnoid merupakan sebuah kondisi yang perlu penanganan segera. Perdarahan yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan kerusakan lebih jauh ke otak. Pengidap bisa saja mengalami koma dan kecacatan.

Penanganan utama dari perdarahan subarachnoid adalah dengan pembedahan/operasi kraniotomi atau membuka tempurung otak, sehingga perdarahan yang terjadi dapat dievakuasi. Selain itu, obat-obatan seperti antihipertensi, anti-nyeri, dan terapi cairan juga akan diberikan kepada pasien melalui intravena.

Pencegahan Perdarahan Subarachnoid

Pencegahan dari perdarahan subarachnoid adalah dengan mengidentifikasi adanya potensi masalah yang dapat terjadi pada otak, seperti dengan melakukan pengecekan tekanan darah secara teratur, sehingga jika didapati adanya hipertensi (darah tinggi), maka hipertensi harus dikontrol dengan obat antihipertensi. Deteksi dini dan tatalaksana aneurisma atau malformasi arteri-vena di otak juga dapat mencegah terjadinya perdarahan subarachnoid.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika cara penanganan dan pencegahan di atas tidak berhasil, segera berdiskusi dengan dokter.