Pilek

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Pilek

Pilek adalah kondisi yang terjadi pada seseorang saat pengidapnya mengeluhkan adanya hidung tersumbat maupun berair. Umumnya kondisi ini disebabkan oleh infeksi atau alergi, dan bisa mengganggu aktivitas pengidapnya sehari-hari.

 

Faktor Risiko Pilek

Faktor risiko yang menyebabkan seseorang rentan mengalami pilek antara lain adalah:

  • Anak-anak berusia <6 tahun memiliki risiko yang tinggi dibandingkan dengan orang dewasa.

  • Orang-orang dengan sistem imun kurang baik, contohnya seseorang yang memiliki penyakit kronik.

  • Kebiasaan merokok.

  • Tinggal di lingkungan yang banyak orang mengidap pilek.

  • Kurang tidur, karena bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Benarkah Pilek Bisa Disembuhkan Tanpa Obat?

 

Penyebab Pilek

Penyebab dari pilek bermacam-macam, di antaranya adalah:

  • Infeksi virus, virus menyerang hidung, sinus, atau tenggorokan.

  • Infeksi bakteri.

  • Alergi, terpapar zat yang memicu alergi seperti debu atau bulu binatang.

  • Efek samping obat-obatan.

  • Paparan udara dingin atau kering, kondisi ini bisa mengubah keseimbangan cairan di dalam saluran hidung.

 

Gejala Pilek

Seseorang yang terserang pilek biasanya mengalami keluhan berupat hidung tersumbat, bersin-bersin, dan hidung berair. Namun, dalam beberapa kasus pilek juga bisa menimbulkan gejala-gejala lain, seperti:

  • Nyeri kepala.

  • Berkurangnya daya penciuman dan pengecapan.

  • Nyeri menelan.

  • Gatal pada tenggorokan.

  • Nyeri pada wajah.

  • Mata berair.

  • Nyeri telinga.

  • Nyeri otot dan sendi.

  • Nafsu makan menurun.

  • Rasa lemas pada tubuh.

Baca juga: Pilek Berkepanjangan, Mungkin Alami Sinusitis

 

Komplikasi Pilek

Pilek yang tak kujung sembuh dan tidak ditangani dengan tepat, bisa menimbulkam beberapa komplikasi. Misalnya, infeksi telinga akut, serangan asma, radang tenggorokan, dan bronkitis.

 

Diagnosis Pilek

Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pada pilek, pemeriksaan penunjang tidak memiliki peranan penting, kecuali jika dicurigai penyebab terjadinya pilek adalah suatu infeksi. Maka pemeriksaan untuk mencari alergen dapat dilakukan. Pemeriksaan dapat melalui pemeriksaan laboratorium darah, dan dapat dilakukan dengan pemeriksaan patch test atau prick test.

 

Pengobatan Pilek

Penanganan pilek dibagi berdasarkan penyebab terjadinya pilek. Apabila penyebab pilek adalah suatu infeksi, maka perlu diketahui organisme penyebabnya. Jika organisme penyebab adalah bakteri, perlu diberikan terapi antibiotik. Sedangkan jika penyebabnya virus, hal yang perlu dilakukan adalah terapi suportif, seperti:

  • Obat demam, jika pilek disertai dengan demam.

  • Nasal dekongestan.

  • Istirahat cukup.

  • Makan seperti biasa.

  • Menjaga agar suhu ruangan tidak terlalu dingin.

Jika penyebab pilek dapat dibuktikan sebagai suatu alergi, pengidapnya perlu menghindari alergen pemicu pilek seperti debu, udara dingin, dan pollen. Selain itu, konsumsi obat antialergi seperti antihistamin dapat diberikan untuk mengurangi gejala.

Meskipun infeksi virus dapat sembuh dengan sendirinya, pilek pada anak-anak perlu diwaspadai dan diberikan perhatian. Pasalnya, pilek yang tidak diobati ini dapat menimbulkan komplikasi seperti infeksi telinga, infeksi sinus, dapat menjadi sebuah pemicu timbulnya serangan asma bagi pengidap asma.

Baca juga: Waspada Batuk Disertai Pilek pada Bayi karena Roseola

 

Pencegahan Pilek

Pencegahan pilek akibat infeksi dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu sebagai berikut:

  • Vaksinasi flu satu tahun sekali.

  • Makan makanan yang bersih dan sehat.

  • Berolahraga dengan teratur untuk menjaga agar tubuh selalu fit.

  • Tidak berdekatan dengan orang lain yang sedang pilek.

  • Tidak berbagi makanan dan minuman dari alat makan yang sama dengan orang lain yang sedang pilek.

  • Selalu higienis dengan rajin mencuci tangan terutama sebelum makan.

Sedangkan pilek akibat alergi dapat dicegah dengan menjauhi alergen. Jika alergen adalah sesuatu yang sulit dihindari seperti debu, maka pengidap disarankan untuk menggunakan masker supaya paparan terhadap debu dapat berkurang.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila pilek dan gejala-gejalanya tak kunjung sembuh, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Complications of the Common Cold
CDC. Diakses pada 2019. Common Colds: Protect Yourself and Others
MedlinePlus. Diakses pada 2019. Common Cold

Diperbarui pada 18 September 2019