Pilek

Pengertian Pilek

Pilek adalah kondisi yang terjadi pada seseorang saat pengidapnya mengeluhkan adanya hidung tersumbat maupun berair. Pilek bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pilek disebabkan oleh infeksi maupun alergi yang memiliki penanganan berbeda tergantung dari penyebabnya.

Gejala Pilek

Pasien yang mengalami pilek biasanya memiliki gejala lain seperti bersin-bersin,  hidung tersumbat, hidung berair/berlendir, namun gejala lain dapat menyertai terjadinya pilek, gejala tersebut meliputi:

  • Demam.
  • Nyeri kepala.
  • Berkurangnya daya penciuman dan pengecapan.
  • Nyeri menelan.
  • Gatal pada tenggorokan.
  • Batuk.
  • Nyeri pada wajah.
  • Mata berair.
  • Nyeri telinga.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Nafsu makan menurun.
  • Rasa lemas pada tubuh.

Diagnosis Pilek

Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pada pilek, pemeriksaan penunjang tidak memiliki peranan penting, kecuali jika dicurigai penyebab terjadinya pilek adalah suatu infeksi. Maka pemeriksaan untuk mencari alergen dapat dilakukan. Pemeriksaan dapat melalui pemeriksaan laboratorium darah, dan dapat dilakukan dengan pemeriksaan patch test atau prick test.

Penyebab dan Faktor Risiko Pilek

Penyebab dari pilek bermacam-macam, di antaranya adalah:

  • Infeksi virus.
  • Infeksi bakteri.
  • Alergi.

Faktor risiko yang menyebabkan seseorang rentan mengalami pilek antara lain adalah:

  • Usia. Anak-anak berusia <6 tahun memiliki risiko yang tinggi dibandingkan dengan orang dewasa.
  • Orang-orang dengan sistem imun kurang baik, contohnya seseorang yang memiliki penyakit kronik.
  • Kebiasaan merokok.
  • Tinggal di lingkungan dimana banyak orang mengidap pilek.

Penanganan Pilek

Penanganan pilek dibagi berdasarkan penyebab terjadinya pilek. Apabila penyebab pilek adalah suatu infeksi maka perlu diketahui organisme penyebabnya. Jika organisme penyebab adalah bakteri, perlu diberikan terapi antibiotik, sedangkan penyebabnya virus maka yang perlu dilakukan adalah terapi suportif seperti:

  • Obat demam, jika pilek disertai dengan demam.
  • Nasal dekongestan.
  • Istirahat cukup.
  • Makan seperti biasa.
  • Menjaga agar suhu ruangan tidak terlalu dingin.

Penyebab pilek yang lain adalah kondisi alergi, jika penyebab pilek dapat dibuktikan sebagai suatu alergi, pengidapnya perlu menghindari alergen pemicu pilek seperti debu, udara dingin, pollen. Selain itu konsumsi obat anti alergi seperti antihistamin dapat diberikan untuk mengurangi gejala.

Meskipun infeksi virus dapat sembuh dengan sendirinya, pilek pada anak-anak perlu diwaspadai dan diberikan perhatian. Pasalnya, pilek yang tidak diobati ini dapat menimbulkan komplikasi seperti infeksi telinga, infeksi sinus, dapat menjadi sebuah pemicu timbulnya serangan asma bagi pengidap asma.

Pencegahan Pilek

Pencegahan pilek akibat infeksi dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu sebagai berikut:

  • Vaksinasi flu satu tahun sekali.
  • Makan makanan yang bersih dan sehat.
  • Berolahraga dengan teratur untuk menjaga agar tubuh selalu fit.
  • Tidak berdekatan dengan orang lain yang sedang pilek.
  • Tidak berbagi makanan dan minuman dari alat makan yang sama dengan orang lain yang sedang pilek.
  • Selalu higienis dengan rajin mencuci tangan terutama sebelum makan.

Sedangkan pilek akibat alergi dapat dicegah dengan menjauhi alergen, jika alergen adalah sesuatu yang sulit dihindari seperti debu, maka pengidap disarankan untuk menggunakan masker supaya paparan terhadap debu dapat berkurang.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami pilek yang tidak kunjung sembuh, segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.