Pityriasis Alba

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Pityriasis Alba

Pityriasis alba adalah penyakit kulit yang banyak menyerang anak-anak dan remaja. Orang yang mengidap pityriasis alba umumnya punya bercak merah atau merah muda pada kulitnya di mana bentuknya bisa bulat tidak beraturan.

Bercak biasanya bisa memudar dengan sendirinya atau setelah dioleskan krim pelembap. Meski begitu, bercak sering meninggalkan bekas luka berwarna pucat setelahnya.

 

Gejala Pityriasis Alba

Gejala pityriasis alba umumnya mengakibatkan munculnya bercak-bercak merah terang atau merah muda pucat (merah jambu) yang berbentuk bulat tak beraturan di kulit. Tekstur bercak biasanya kering dan bersisik.

Umumnya bercak ini muncul di:

  • wajah
  • lengan bagian atas
  • leher
  • dada

Setelah beberapa minggu, warna bercak bisa semakin memudar menjadi lebih pucat. Ada juga bercak yang hilang total dalam beberapa bulan, tapi ada juga yang bisa bertahan selama beberapa tahun.

Gejala pityriasis alba cenderung kambuh kala cuaca panas di mana pinggiran bercak bisa berubah warna menjadi kecoklatan saat terkena panas.

 

Penyebab Pityriasis Alba

Penyebab pityriasis alba tidak diketahui secara pasti. Namun, diyakini bahwa penyakit kulit ini berhubungan dengan dermatitis atopik atau eksim yang juga mungkin dialami anak-anak di masa awal tumbuh kembangnya. Eksim adalah penyakit autoimun yang menyebabkan kulit meradang sampai menimbulkan ruam bersisik dan gatal-gatal.

 

Faktor Risiko Pityriasis Alba

Pityriasis alba umumnya paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Kondisi ini umum terjadi pada sekitar 2–5 persen anak-anak di dunia. Gejala paling sering terlihat bisa mulai muncul ketika anak memasuki usia 6 dan 12 tahun.

Pityriasis alba berisiko tinggi terjadi pada anak yang memiliki dermatitis atopik atau eksim. Kondisi ini juga sering muncul pada anak-anak yang sering mandi air panas atau yang terpapar sinar matahari tanpa tabir surya.

Namun, tidak jelas apakah faktor-faktor ini merupakan penyebab langsung dari penyakit kulit tersebut.

 

Diagnosis Pityriasis Alba

Dokter akan membuat diagnosis berdasarkan kondisi kulit seluruh badan, hingga kulit kepala. Kemungkinan dokter akan melakukan biopsi kulit (mengambil sampel kulit) untuk diteliti lebih lanjut.

 

Pencegahan Pityriasis Alba

Beberapa hal untuk mencegah pityriasis alba, meliputi:

  • Menjaga kesehatan dan kekebalan umum yang baik
  • Setiap tambalan jika ada harus diperiksa terlebih dahulu
  • Hindari penggunaan obat tropis apa pun yang belum dikonfirmasi pada kulit
  • Penggunaan pakaian sintetis harus dihindari
  • Hindari asupan berlebihan dari makanan asam
  • Hindari alkohol dan merokok

 

Pengobatan Pityriasis Alba

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi pityriasis alba, meliputi:

  • Gunakan obat sesuai dengan resep dokter
  • Beritahu dokter tentang semua obat yang digunakan, termasuk obat-obatan tanpa resep
  • Hindari kulit terkena sinar matahari secara langsung. Rutin gunakan tabir surya minimal SPF-30 setiap kali akan keluar rumah, dan oles ulang setiap 2 jam sekali.
  • Menjaga kebersihan kulit dengan baik.
  • Rutin menemui dokter untuk memeriksa kondisi kulit.

Jika pada ruam merah ada rasa gatal, gunakan krim hidrokortison 1 persen yang dapat digunakan tipis-tipis. Pengobatan di rumah harus dilakukan dengan telaten. Untuk sampai ke waktu pemulihan kadang-kadang bisa memakan waktu beberapa bulan.

Jangan lupa juga untuk menghindari cedera kulit dan kulit kering. Kondisi ini dapat memperparah gejalanya.

Selain untuk menekan risiko kekambuhan gejala, tabir surya juga berfungsi untuk menghindari bercak berubah menggelap kecoklatan dan sulit pudar. Pemakaian tabir surya justru membantu proses pemudaran warna bercaknya jadi lebih cepat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas atau memiliki pertanyaan apapun, diskusikanlah dengan dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini.