Plasenta Akreta

Pengertian Plasenta Akreta

Pada kondisi normal, plasenta menempel pada endometrium yang merupakan salah satu lapisan dinding rahim, tepatnya pada stratum basalis. Meski begitu, terdapat beberapa kondisi ketika plasenta menempel lebih dalam dari dinding rahim. Kondisi tersebut dikenal sebagai plasenta akreta, inkreta dan perkreta yang dibedakan berdasarkan letak dan kedalaman implantasi plasenta pada lapisan dinding rahim.

Plasenta akreta terjadi ketika plasenta menempel terlalu dalam di dinding rahim tetapi tidak menembus otot uterus (miometrium). Plasenta akreta bertanggung jawab sekitar 75 persen dari semua kasus implantasi plasenta abnormal. Plasenta inkreta terjadi ketika plasenta menempel lebih dalam ke dinding uterus dan menembus ke dalam otot uterus. Plasenta inkreta menyumbang sekitar 15 persen dari semua kasus.

Sementara itu, Plasenta perkreta terjadi ketika plasenta menembus seluruh dinding uterus dan menempel ke organ lain seperti kandung kemih. Plasenta perkreta yang paling jarang dari tiga kondisi dengan angka kejadian hanya sekitar 5 persen dari semua kasus.

Gejala Plasenta Akreta

Plasenta akreta sering tidak menimbulkan tanda atau gejala selama kehamilan - tetapi perdarahan Miss V selama trimester ketiga mungkin terjadi.

Penyebab dan Faktor Risiko Plasenta Akreta

Penyebab spesifik Plasenta akreta tidak diketahui, tetapi diduga berkaitan dengan kejadian plasenta previa dan riwayat kelahiran caesar sebelumnya. Plasenta akreta terjadi pada 5 persen hingga 10 persen wanita dengan plasenta previa.

Persalinan caesar meningkatkan risiko terjadinya plasenta akreta di masa depan. Semakin sering bedah caesar dilakukan, semakin besar peningkatannya. Seperti pada plasenta previa, penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita yang lebih tua dari 35 tahun.

Diagnosis Plasenta Akreta

Jika terdapat faktor risiko untuk plasenta akreta selama kehamilan seperti plasenta previa atau operasi rahim sebelumnya - dokter memeriksa implantasi plasenta bayi. Melalui ultrasound atau MRI, dokter mengevaluasi seberapa dalam implantasi plasenta di dinding rahim.

Penanganan Plasenta Akreta

Tidak ada yang dapat dilakukan untuk mencegah plasenta akreta, dan hanya sedikit yang dapat dilakukan untuk menangani plasenta akreta setelah diagnosis. Pada umumnya, dokter memantau kehamilan dengan tujuan memberi jadwal persalinan dan memilih operasi yang dapat menyelamatkan rahim.

Penting untuk mendiskusikan operasi ini dengan dokter jika pengidap masih ingin memiliki anak lagi. Sayangnya, plasenta akreta mungkin cukup parah sehingga perlu dilakukan histerektomi atau pengangkatan rahim.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika memiliki masalah dengan kandungan, segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.