Polihidramnion

Pengertian Polihidramnion

Polihidramnion adalah suatu istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi dimana terjadi akumulasi berlebih cairan ketuban pada ibu yang sedang hamil.

Pada umumnya hal ini bisa terjadi dan tidak menyebabkan gangguan atau hanya menyebabkan gangguan ringan pada ibu. Namun polihidramnion dapat menyebabkan gejala serius seperti kesulitan bernapas dan kelahiran prematur.

Gejala Polihidramnion

Gejala yang muncul biasanya merupakan akibat adanya tekanan yang terjadi pada rahim dan organ-organ sekitarnya. Polihidramnion yang ringan biasanya tidak menimbulkan gejala, namun polihidramnion yang berat dapat menyebabkan:

  • Kesulitan bernapas/sesak napas.
  • Bengkok pada kaki dan perut.
  • Kontraksi rahim.
  • Kelainan posisi janin dalam rahim, seperti sungsang.

Diagnosis Polihidramnion

Diagnosis dapat ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan dibantu dengan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang mudah dan segera mendukung hasil diagnosis adalah dengan pemeriksaan pencitraan menggunakan USG.

Penyebab dan Faktor Risiko Polihidramnion

Penyebab dan faktor risiko dari polihidramnion masih belum jelas sampai saat ini. Namun dipercaya beberapa hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya polihidramnion pada trimester kedua:

  • Ibu hamil yang mengidap penyakit diabetes mellitus (kencing manis).
  • Kurangnya sel darah merah janin (fetal anemia).
  • Perbedaan golongan darah ibu dan janin.
  • Infeksi pada kehamilan.
  • Twin - twin transfusion (komplikasi yang muncul pada kehamilan ganda/kembar).
  • Suatu kelainan pada janin yang terjadi pada pembentukan saluran pencernaan atau sistem saraf pusat janin.

Penanganan Polihidramnion

Polihidramnion yang ringan biasanya tidak memerlukan penanganan secara khusus dan dapat pergi dengan sendirinya. Pada beberapa kasus, mengobati faktor penyebab seperti mengontrol gula darah pada diabetes mellitus dapat membantu mengatasi masalah polihidramnion.

Jika mengalami gejala seperti kesulitan bernafas, nyeri dan kram perut, hingga mengalami kelahiran prematur, pengidap harus segera dibawa ke rumah sakit dan diberikan pengobatan. Hal-hal yang dapat dilakukan berupa:

  • Drainase cairan amnion yang berlebihan.
  • Konsumsi obat-obatan yang dapat menurunkan sekresi urine dari janin.

Pencegahan Polihidramnion

Pencegahan dari polihidramnion belum diketahui secara pasti, namun beberapa hal dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan contohnya bagi ibu hamil yang mengidap penyakit diabetes melitus dianjurkan untuk mengontrol kadar gula darah sehingga diabetes melitus dalam keadaan terkontrol, kemudian dengan melakukan vaksinasi sebelum hamil agar terhindar dari infeksi selama kehamilan.

Kapan Harus ke Dokter?

Periksa kandungan selama kehamilan dengan menemui dokte secara teratur agar kesehatan ibu dan janin dapat selalu terjaga.