Radang Otak

Pengertian Radang Otak

Radang otak atau yang dalam bahasa medis dikenal dengan istilah ensefalitis adalah kondisi yang perlu ditangani, hal ini terjadi ketika terdapat infeksi yang menembus otak dan menyebabkan otak menjadi meradang. Infeksi dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur maupun parasit.

Gejala Radang Otak

Gejala dari radang otak yang disebabkan oleh virus dapat menyerupai gejala flu yang ringan, hal ini meliputi:

  • Nyeri kepala.
  • Demam.
  • Nyeri tulang dan sendi.
  • Rasa lelah dan kelemahan pada badan.

Gejala-gejala ini kemudian dapat berkembang menjadi lebih serius seperti:

  • Kebingungan, rasa cemas dan halusinasi.
  • Kejang.
  • Kehilangan sensasi atau kelumpuhan pada area wajah atau tubuh.
  • Kelemahan otot.
  • Masalah dalam berbicara maupun pendengaran.
  • Penurunan kesadaran.

Pada bayi dan anak-anak, ada beberapa gejala lain yang dapat muncul:

  • Penonjolan pada ubun-ubun kepala bayi.
  • Mual dan muntah.
  • Kaku tubuh.
  • Sulit makan.
  • Rewel.

Diagnosis Radang Otak

Diagnosis dari radang otak ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan pencitraan dengan CT-Scan atau MRI dapat dilakukan, namun pemeriksaan penunjang terbaik dengan mengambil cairan dari tulang belakang (pungsi lumbal), melalui cairan ini, penyebab dari infeksi yang terjadi pada pengidap dapat segera diketahui.

Penyebab dan Faktor Risiko Radang Otak

Penyebab dari radang otak sering tidak diketahui, namun sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus, di Indonesia penyebab yang lumayan sering ditemukan adalah infeksi bakteri tuberkulosis.

Virus-virus yang sering menjadi penyebab radang otak antara lain adalah:

  • Virus herpes simpleks.
  • Enterovirus.
  • Virus rabies.
  • Virus yang disebarkan melalui nyamuk.

Beberapa faktor berperan dalam meningkatkan risiko seseorang mengidap radang otak, hal ini meliputi:

  • Usia. Anak-anak dan lansia lebih rentan mengidap penyakit ini.
  • Orang - orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu (pengidap HIV/AIDS, serta seseorang yang sedang menjalani pengobatan seperti kemoterapi dan obat supresi imun lainnya).
  • Tinggal di daerah-daerah yang rawan dan banyak kejadian radang otak yang disebabkan infeksi virus.
  • Musim panas saat popularitas nyamuk-nyamuk pembawa virus bertambah banyak dan memudahkan penyebaran virus yang bersangkutan.

Penanganan Radang Otak

Penanganan dari radang otak yang ringan adalah dengan:

  • Tirah baring.
  • Menjaga asupan cairan.
  • Obat antiradang.
  • Obat antivirus seperti acyclovir jika penyebabnya adalah suatu infeksi virus.
  • Antibiotik jika penyebabnya adalah bakteri.
  • Obat-obat antituberkulosis, jika pemeriksaan telah mengkonfirmasi bahwa penyebab radang otak adalah suatu infeksi bakteri tuberkulosis.
  • Obat kejang perlu diberikan jika sudah mengalami kejang.

Pencegahan Radang Otak

Pencegahan radang otak adalah berusaha untuk terhindar dari paparan virus, beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

  • Menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan.
  • Tidak menggunakan peralatan makan bersamaan.
  • Beri diri untuk divaksin.
  • Memberantas sarang-sarang nyamuk.
  • Menggunakan krim anti nyamuk saat bepergian ke daerah yang banyak nyamuk.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala di atas, silahkan menemui dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.