Radang Otak

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Radang Otak

Radang otak atau yang dalam bahasa medis dikenal dengan istilah ensefalitis adalah kondisi yang perlu ditangani, hal ini terjadi ketika terdapat infeksi yang menembus otak dan menyebabkan otak menjadi meradang. Infeksi dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, ataupun parasit. Gejala awal radang otak umumnya menyerupai gejala flu ringan, seperti demam, nyeri kepala, rasa lelah, dan nyeri sendi atau tulang.

Umumnya, radang otak terjadi pada anak-anak, orang lanjut usia, dan mereka yang sistem imunnya sedang lemah. Meskipun radang otak dianggap bukan penyakit yang bisa merenggut nyawa seseorang dengan mudah, tetapi jika dibiarkan saja, radang otak bisa menyebabkan komplikasi. Jika komplikasi sampai terjadi, maka pengidap radang otak bisa mengidap epilepsi atau hilang ingatan.

Baca juga: Jaga Kesehatan Otak, Ini Bedanya Radang Otak dan Abses Otak

 

Penyebab dan Faktor Risiko Radang Otak

Penyebab dari radang otak sering tidak diketahui, tetapi sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus, di Indonesia penyebab yang lumayan sering ditemukan adalah infeksi bakteri tuberkulosis.

Terdapat beberapa virus yang sering menjadi penyebab radang otak, antara lain:

  • Virus herpes simpleks;

  • Enterovirus;

  • Virus rabies; dan

  • Virus yang disebarkan melalui nyamuk.

Beberapa faktor berperan dalam meningkatkan risiko seseorang mengidap radang otak, hal ini meliputi:

  • Usia. Anak-anak dan lansia lebih rentan mengidap penyakit ini.

  • Orang - orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu (pengidap HIV/AIDS, serta seseorang yang sedang menjalani pengobatan seperti kemoterapi dan obat supresi imun lainnya).

  • Faktor risiko seseorang juga meningkat ketika orang tersebut tinggal di daerah rawan dan memiliki banyak kasus radang otak yang disebabkan oleh virus.

  • Musim panas saat popularitas nyamuk-nyamuk pembawa virus bertambah banyak dan memudahkan penyebaran virus yang bersangkutan.

 

Gejala Radang Otak

Gejala dari radang otak yang disebabkan oleh virus dapat menyerupai gejala flu yang ringan, hal ini meliputi:

  • Nyeri kepala;

  • Demam;

  • Nyeri tulang dan sendi; dan

  • Rasa lelah dan kelemahan pada badan.

Gejala-gejala ini kemudian dapat berkembang menjadi lebih serius seperti:

  • Kebingungan, rasa cemas dan halusinasi;

  • Kejang;

  • Kehilangan sensasi atau kelumpuhan pada area wajah atau tubuh;

  • Kelemahan otot;

  • Masalah dalam berbicara maupun pendengaran; dan

  • Penurunan kesadaran.

Pada bayi dan anak-anak, ada beberapa gejala lain yang dapat muncul:

  • Penonjolan pada ubun-ubun kepala bayi;

  • Mual dan muntah;

  • Kaku tubuh;

  • Sulit makan; dan

  • Rewel.

Baca juga: Ketahui Tanda Mengidap Radang Otak

 

Diagnosis dan Komplikasi Radang Otak

Diagnosis dari radang otak ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Sementara itu, pemeriksaan darah, pemeriksaan pencitraan dengan CT-Scan atau MRI dapat dilakukan sebagai pemeriksaan penunjang, namun pemeriksaan penunjang terbaik adalah dengan mengambil cairan dari tulang belakang (pungsi lumbal), melalui  sampel cairan ini, infeksi yang terjadi pada pengidap, dapat segera diketahui penyebabnya.

Sementara itu, jika dibiarkan dan tidak diberikan penanganan, komplikasi bisa timbul akibat radang otak. Jika komplikasi sampai terjadi, maka pengidap memiliki risiko untuk menderita epilepsi atau memory loss (hilang ingatan)

 

Pengobatan Radang Otak

Pengobatan dari radang otak yang ringan adalah dengan:

  • Tirah baring;

  • Menjaga asupan cairan;

  • Obat antiradang;

  • Obat antivirus seperti acyclovir jika penyebabnya adalah suatu infeksi virus;

  • Antibiotik jika penyebabnya adalah bakteri;

  • Obat-obat antituberkulosis, Jika radang otak disebabkan oleh  infeksi bakteri tuberkulosis, maka obat antituberkulosis akan diberikan kepada pengodap; dan

  • Obat kejang perlu diberikan jika sudah mengalami kejang.

 

Pencegahan Radang Otak

Pencegahan radang otak adalah berusaha untuk terhindar dari paparan virus, beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

  • Menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan;

  • Tidak menggunakan peralatan makan bersamaan;

  • Beri diri untuk divaksin;

  • Memberantas sarang-sarang nyamuk; dan

  • Menggunakan krim anti nyamuk saat bepergian ke daerah yang banyak nyamuk.

Baca juga: Sering Ngupil Bisa Sebabkan Radang Otak, Benarkah?

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala di atas, silahkan menemui dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit melalui Halodoc.

Referensi:

Medicalnewstoday.com. Diakses pada 2019. Encephalitis: Types, symptoms, causes, and treatment.

Diperbarui pada 23 Agustus 2019