Radang Panggul

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Radang Panggul

Radang panggul adalah kondisi dimana organ reproduksi wanita mengalami infeksi. Selain disebut sebagai radang panggul, penyakit ini memiliki nama lain, yaitu pelvic inflammatory disease (PID). Penyakit ini biasanya disebabkan oleh bakteri dari suatu infeksi menular seksual menyebar dari Miss V ke rahim (uterus), tuba falopi atau saluran indung, serviks atau leher rahim, dan sel telur/ovarium.

Penyakit radang panggul disebabkan oleh bakteri yang ditularkan ketika berhubungan intim dan lebih cepat menyebar ketika wanita mengalami menstruasi. Sebagian besar radang ini menyerang perempuan dengan usia 1524 tahun yang sudah aktif secara seksual. Jika tidak segera mendapat penanganan, risiko nyeri panggul kronis, infertilitas, sulit hamil karena kehamilan etopik dan berkembangnya fetus di tuba falopi bisa terjadi karena radang panggul.

Seorang pengidap radang panggul yang akut akan menimbulkan gejala, seperti demam tinggi, tidak nafsu makan, perut terasa sakit, menggigil, dan bermasalahnya pada sistem pencernaan serta sistem urine. Selain itu, perempuan yang mengidap penyakit ini harus waspada ketika masa menstruasi, karena haid dapat terjadi lebih lama dan juga perdarahan ketika menstruasi atau setelah berhubungan intim.

Baca juga: Benarkah Penyakit Radang Panggul Bisa Sebabkan Kemandulan?

 

Penyebab dan Faktor Risiko Radang Panggul

Radang panggul disebabkan oleh infeksi bakteri, bakteri yang paling sering menyebabkan kondisi ini adalah bakteri gonore dan bakteri Chlamydia. Penyebaran bakteri ini terjadi saat seseorang melakukan hubungan seksual tanpa proteksi dengan orang yang mempunyai kondisi ini.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko radang panggul adalah :

  • Wanita berusia <25 tahun yang aktif secara seksual.

  • Memiliki banyak pasangan dalam melakukan hubungan intim.

  • Melakukan hubungan intim dengan seseorang yang mempunyai pasangan seksual lebih dari satu.

  • Melakukan hubungan intim tanpa kondom.

  • Pernah mengalami infeksi seksual atau memiliki riwayat sakit radang panggul.

  • Tidak membersihkan Miss V dengan sabun khusus.

 

Gejala Radang Panggul

Gejala dari radang panggul meliputi:

  • Adanya nyeri di panggul dan perut bagian bawah;

  • Terdapat keputihan dengan bau yang tidak sedap;

  • Perdarahan abnormal yang keluar melalui Miss V, terutama saat melakukan hubungan såeksual atau bisa juga terjadi diantara siklus menstruasi;

  • Demam kadang sampai menggigil;

  • Nyeri saat melakukan hubungan intim; dan

  • Nyeri atau sulit dalam berkemih.

Baca juga: 9 Faktor Risiko Penyakit Radang Panggul pada Wanita

 

Diagnosis Radang Panggul

Radang panggul dapat di diagnosis melalui pemeriksaan fisik, anamnesis, dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan dan yang termudah dilakukan adalah dengan pemeriksaan darah dan pemeriksaan urine, selain itu pemeriksaan pencitraan ultrasonografi (USG) juga dapat dilakukan dalam membantu penegakkan diagnosis.

 

Pengobatan Radang Panggul

Langkah pengobatan dari kondisi radang panggul adalah mengobati sumber penyebab infeksinya dengan antibiotik, kemudian pada proses pengobatan, dilarang untuk melakukan hubungan intim. Jika pengidap radang panggul memiliki pasangan, maka pasangannya juga perlu diperiksa dan diobati jika memiliki kondisi yang sama. Agar infeksi benar-benar hilang, pengidap radang panggul akan diberikan antibiotik di rumah sakit. Pengobatan pun harus dilakukan sampai selesai.

 

Pencegahan Radang Panggul

Pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

  • Mempraktikkan hubungan intim yang aman;

  • Pemeriksaan rutin harus dilakukan, jika seseorang berisiko terjangkit penyakit menular seksual;

  • Selalu waspada ketika mencuci Miss V karena dapat menggangu keseimbangan bakteri baik;

  • Berbicara dengan dokter mengenai kontrasepsi;

  • Melakukan pengecekkan berkala; dan

  • Selalu mengikuti saran dokter dengan melakukan pengobatan yang dianjurkan.

Baca juga: 6 Faktor Pemicu Penyakit Radang Panggul yang Harus Diwaspadai

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala di atas, diharapkan langsung menemui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit melalui Halodoc.

Referensi:

Healthline.com. Di akses pada 2019. Pelvic Inflammatory Disease (PID).

Diperbarui pada 23 Agustus 2019