Rhinitis Vasomotor

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Rhinitis Vasomotor

Rhinitis vasomotor, atau disebut juga dengan rhinitis non alergi, merupakan suatu peradangan pada mukosa hidung yang ditandai dengan hidung berair, bersin-bersin, dan hidung tersumbat, tanpa adanya penyebab yang jelas. Kondisi ini diakibatkan oleh gangguan saraf pada hidung. Meskipun rhinitis vasomotor tidak mengancam nyawa, kondisi ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengidapnya.

 

Faktor Risiko Rhinitis Vasomotor

Beberapa  faktor risiko yang dapat memicu terjadinya rhinitis vasomotor, antara lain:

  • Berusia di atas 20 tahun.
  • Jenis kelamin wanita, oleh karena dipengaruhi oleh perubahan hormon.
  • Paparan terhadap bahan iritan, seperti asap rokok, asap knalpot, atau kabut.
  • Pengguna nasal drop dekongestan atau spray selama lebih dari beberapa hari.
  • Pengidap kondisi medis, seperti hipotiroidisme atau sindrom kelelahan kronis.
  • Stres emosional atau stres fisik.

 

Penyebab Rhinitis Vasomotor

Rhinitis vasomotor terjadi akibat pelebaran pembuluh darah di dalam hidung. Hal ini menyebabkan pembengkakan, hidung tersumbat, dan hidung dipenuhi dengan lendir. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti mengapa pelebaran pembuluh darah ini dapat terjadi. Diduga terdapat beberapa pemicu dari kondisi ini, seperti:

  • Infeksi virus yang terkait dengan flu.
  • Konsumsi makanan atau minuman panas dan pedas.
  • Konsumsi minuman beralkohol.
  • Paparan bahan iritan dari lingkungan, seperti parfum, asap, atau perokok pasif.
  • Pengguna obat-obatan tertentu, seperti aspirin, ibuprofen, antihipertensi, beta blockers, atau antidepresan.
  • Pengidap penyakit tertentu, seperti hipotiroidisme.
  • Perubahan cuaca atau musim yang kering.
  • Perubahan hormon akibat kehamilan, menstruasi, atau kontrasepsi oral.

 

Gejala Rhinitis Vasomotor

Gejala yang dirasakan pengidap rhinitis vasomotor dapat datang dan pergi kapan saja. Gejala dapat dirasakan selama beberapa minggu, bahkan lebih lama dari itu. Beberapa gejala umum yang dirasakan, antara lain:

  • Hidung beringus.
  • Hidung tersumbat.
  • Fungsi penciuman menurun.
  • Bersin-bersin.
  • Lendir pada tenggorokan.

 

Diagnosis Rhinitis Vasomotor

Dokter akan melakukan wawancara medis lengkap, pemeriksaan fisik di daerah hidung, serta pemeriksaan penunjang, untuk mengetahui apakah rhinitis disebabkan oleh alergi atau akibat hal lain. Jika tidak ditemukan tanda yang mengarah pada rhinitis alergi, maka dokter dapat menegakkan diagnosis rhinitis vasomotor. Dokter umumnya akan meminta untuk dilakukan tes alergi (tes tusuk kulit dan tes darah) untuk mengidentifikasi alergi yang dimiliki pengidap, serta endoskopi hidung untuk melihat gambaran mukosa hidung. Pada sebagian kasus, dokter akan meminta untuk dilakukan CT scan pada daerah sinus untuk melihat kemungkinan yang mengarah pada sinusitis atau polyposis.

 

Pengobatan Rhinitis Vasomotor

Metode pengobatan utama dari rhinitis vasomotor adalah dengan menghindari faktor pemicunya. Saat gejala sedang berlangsung, pengidap dianjurkan untuk tidur dengan bantal yang lebih tinggi, untuk membantu mengurangi gejala hidung tersumbat. Pada rhinitis alergi yang parah atau sangat mengganggu aktivitas sehari-hari pengidap, dokter umumnya akan memberikan obat-obatan, seperti:

  • Dekongestan oral, seperti Pseudoephedrine.
  • Spray hidung saline.
  • Spray hidung corticosteroid, seperti Fluticasone atau Triamcinolone.
  • Spray hidung antihistamin, seperti Azelastine atau Olopatadine hydrochloride.
  • Spray hidung anticholinergic seperti Ipratropium.

Pada sebagian kecil kasus yang tidak membaik dengan pemberian obat-obatan, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi untuk mengangkat polip hidung atau memperbaiki septum yang bengkok, agar efek pengobatan yang diberikan dapat lebih optimal.

 

Pencegahan Rhinitis Vasomotor

Upaya untuk mencegah rhinitis vasomotor adalah dengan menghindari pemicunya. Beberapa upaya yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Hindari terlalu sering menggunakan obat dekongestan hidung, karena dapat menyebabkan perburukan gejala.
  • Hindari menggunakan obat-obatan bebas secara sembarangan, jika tidak sesuai dengan indikasi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika seseorang mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan sebelumnya di atas yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, segera berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan lengkap dan penanganan lebih lanjut. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit sesuai domisilimu di sini.