• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Sakit Maag

Sakit Maag

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Pengertian Sakit Maag

Sakit maag alias dispepsia adalah rasa nyeri dan tidak nyaman pada lambung yang disebabkan oleh sejumlah kondisi. Jadi, sakit maag bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari penyakit. Umumnya, sakit maag disebabkan oleh luka terbuka yang terjadi di lapisan dalam lambung (tukak lambung), infeksi bakteri Helicobacter pylori, efek samping konsumsi obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS) dan stres.

Sakit maag adalah salah satu penyakit pada sistem pencernaan yang terbilang mudah untuk disembuhkan, tetapi juga bisa menjadi parah apabila tidak segera ditangani. Maka dari itu, sakit maag sebaiknya segera ditangani.

Baca juga: Susu Murni Perparah Maag, Apa Benar?

 

Faktor Risiko Sakit Maag

Semua orang dari segala usia dan jenis kelamin bisa mengalami sakit maag. Gangguan pencernaan ini sangat umum. Namun, ada beberapa faktor yang dapat membuat risiko seseorang mengalami sakit maag meningkat, seperti:

  • Adanya masalah emosional, seperti kecemasan atau depresi.

  • Infeksi bakteri Helicobacter pylori.

  • Efek samping penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid.

  • Terlalu banyak makan.

  • Kelebihan berat badan.

  • Makan terlalu cepat.

  • Mengonsumsi makanan berminyak, berlemak dan pedas.

  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein dan soda.

  • Mengonsumsi cokelat berlebihan.

Sakit maag juga bisa menjadi komplikasi dari sebuah penyakit, misalnya penyakit batu empedu, radang pankreas, penyumbatan usus, dan kanker lambung.

 

Penyebab Sakit Maag

Sebelum kamu mengetahui penyebab sakit maag, kamu harus tahu tentang cara kerja lambung. Setiap makanan yang kamu konsumsi akan masuk ke lambung, lalu dicerna secara kimiawi dengan bantuan dari enzim pepsin dan renin yang dicampur dengan asam lambung (HCl).

Apabila terjadi gangguan, maka mukosa akan rusak dan menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Apabila gangguan ini terus-menerus terjadi, maka asam lambung akan memecah mukosa dan menyebabkan iritasi dan peradangan. Kondisi inilah yang mengkibatkan sakit maag. Rasa nyeri karena maag akut disebabkan oleh asam lambung yang bersentuhan dengan lapisan mukosa, sehingga ujung-ujung saraf menjadi lebih peka oleh rasa nyeri.

Baca juga: Hindari Nyeri, Ini 7 Cara Mudah Cegah Maag Kambuh

 

Gejala Sakit Maag

Gejala sakit maag yang biasanya akan dialami pengidap, antara lain:

  • Cepat merasa kenyang saat makan dan rasa kenyang berkepanjangan setelah makan.

  • Mual.

  • Kembung pada perut bagian atas.

  • Sering bersendawa.

  • Nyeri pada ulut hati dan nyeri di tengah dada yang muncul ketika atau setelah makan.

  • Rasa panas pada perut bagian atas.

  • Sakit maag yang sering terjadi biasanya ditandai dengan gejala rasa panas di dalam dada akibat naiknya asam lambung ke bagian kerongkongan. Stres pun membawa dampak menjadi lebih negatif bagi pengidap sakit maag.

 

Diagnosis Sakit Maag

Untuk membantu dokter mendiagnosis sakit maag, kamu perlu menjelaskan secara detail gejala yang dialami, termasuk lokasi munculnya rasa nyeri di perut.  Dokter juga akan mencari tahu tentang riwayat kesehatan kamu dan memeriksa bagian perut dengan cara menekan area perut yang berbeda untuk mengetahui apakah ada area perut yang sensitif, nyeri saat ditekan, atau nyeri di bawah tekanan.

Bila dokter mencurigai adanya kondisi medis tertentu sebagai penyebab sakit maag, maka dokter bisa menganjurkan tes diagnostik, sepertu tes darah, endoskopi, tes untuk mendiagnosis infeksi bakteri H pylori, tes fungsi hati, dan sinar X.

 

Komplikasi Sakit Maag

Berikut ini 3 komplikasi yang berkaitan dengan penyakit maag:

  1. Esofagus barret

Esofagus barret disebabkan oleh paparan asam lambung di kerongkongan secara terus-menerus, yang menyebabkan perubahan pada sel-sel di lapisan bagian bawah kerongkongan menjadi sel kanker.

  1. Stenosis pilorus

Komplikasi ini terjadi ketika asam lambung menyebabkan iritasi jangka panjang pada lapisan sistem pencernaan. Piloris adalah jalur antara lambung dan usus kecil. Pada kasus stenosis pilorik, pilorus menjadi parut dan menyempit. Akibatnya, makanan tidak bisa dicerna dengan baik.

  1. Penyempitan Esofagus

Penyempitan esofagus terjadi bila seseorang mengalami sakit maag berulang akibat refluks asam. Gejala yang muncul biasanya berupa sulit menelan dan nyeri pada bagian dada.

 

Pengobatan Sakit Maag

Pengobatan untuk sakit maag tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gejala. Bila gejalanya ringan, perubahan gaya hidup mungkin sudah bisa meredakannya. Berikut ini gaya hidup untuk mengatasi sakit maag:

  • Kurangi makanan berlemak dan pedas.

  • Kurangi konsumsi minuman beralkohol dan berkafein.

  • Tidur setidaknya selama 7 jam setiap malam juga bisa membantu meredakan sakit maag ringan.

  • Berolahraga secara teratur dan berhenti merokok.

Dalam kasus sakit maag yang parah dan sering, dokter bisa meresepkan obat, seperti  obat golongan antasida, antagonis reseptor H-2, dan inhibitor pompa proton (PPI).

Baca juga: Si Kecil Mengidap Maag, Ini yang Bisa Orangtua Lakukan

 

Pencegahan Sakit Maag

Cara terbaik mencegah sakit maag adalah dengan menghindari faktor-faktor pemicunya. Berikut ini beberapa cara mencegah sakit maag:

  • Makanlah dalam porsi kecil dan secara perlahan.

  • Hindari makanan yang mengandung banyak asam.

  • Bila sakit maag dipicu oleh stres, carilah metode baru untuk mengelola stres seperti bermeditasi.

  • Jangan berolahraga dengan perut penuh.

  • Kurangi konsumsi alkohol.

  • Jangan berbaring tepat setelah makan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Sakit maag sebaiknya jangan dibiarkan saja. Segera kunjungi dokter bila kamu mengalami gejala-gejala sakit maag seperti di atas, agar bisa mendapatkan penanganan segera. Untuk melakukan pemeriksaan, bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit sesuai domisilimu melalui Halodoc.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Dyspepsia: Symptoms, causes, and treatments.
WebMD. Diakses pada 2020. Indigestion (Dyspepsia): Symptoms, causes, diet and treatments.

NCBI. Diakses pada 2020. Evaluation and management of dyspepsia,

AAFP. Diakses pada 2020. Dyspepsia: What It Is and What to Do About It,

Diperbarui pada 31 Januari 2020.

Showing response for:

Jul 7, 2020
Dok kalo bedanya maag dengan GERD itu apa ya?
Secara harfiah, maag merupakan serapan dari bahasa belanda yang berarti lambung. Dalam bahasa sehari-hari, kedua istilah ini sering dikonotasikan sebagai rasa nyeri pada daerah ulu hati atau perut bagian atas. Keduanya dapat berkaitan dengan produksi asam lambung yang berlebih. Sedangkan penyakit GERD (Gastro Esofageal Refluks Disease) adalah penyakit naiknya asam lambung hingga ke kerongkongan. Maag biasanya diidentikkan dengan penyakit gastritis, atau iritasi pada lapisan lambung akibat jumlah asam lambung yang berlebih. Gejala penyakit GERD biasanya lebih identik dengan perasaan mual, ingin muntah, nyeri pada daerah kerongkongan, bau mulut, dan rasa pahit di kerongkongan. Sedangkan penyakit maag gejala yang timbul lebih dominan pada rasa perih pada daerah perut bagian atas atau nyeri perut.
Jul 7, 2020
Dok ini saya perut suka berasa mual dan perih akhir-akhir ini. Saya kan ada maag dok, apakah ini maag saya kambuh?
Penyakit maag atau gastritis seringkali menyebabkan kambuhan apabila penderitanya tidak menjaga pola makan yang baik. Maag dapat terjadi jika dalam lambung tidak terjadi keseimbangan antara zat yang menyebabkan iritasi lambung seperti asam lambung (HCl) dan zat yang melindungi lambung seperti mukosa lambung. Ketidakseimbangan ini terjadi karena makanan yang dikonsumsi menyebabkan zat yang mengiritasi lambung jumlahnya berlebih seperti saat makan makanan yang asam atau yang pedas. Apabila memang memiliki riwayat maag sangat penting untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi agar keseimbangan ini terjaga.
Jul 7, 2020
Dok apakah benar kalau stres bisa sebabkan maag?
Maag dapat terjadi jika dalam lambung tidak terjadi keseimbangan antara zat yang menyebabkan iritasi lambung seperti asam lambung (HCl) dan zat yang melindungi lambung seperti mukosa lambung. Ketika kita stress terjadi ketidakseimbangan hormon dalam otak kita, ketidakseimbangan hormon tersebut menurunkan kadar hormon prostaglandin, dimana hormon ini berfungsi untuk membantu melapisi lapisan dalam lambung atau mukosa lambung yang berperan melindungi lambung. Jika lapisan lambung ini menipis, maka asam lambung dalam jumlah normal dapat mengiritasi bagian dalam lambung, hal inilah yang seringkali mendasari terjadinya maag saat stress.