• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Sindrom Cinderella Complex

Sindrom Cinderella Complex

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sindrom Cinderella Complex

Pengertian Sindrom Cinderella Complex

Istilah sindrom Cinderella Complex (CC) merupakan istilah psikiatri modern yang pertama kali dicetuskan oleh Colette Dowling, seorang terapis asal New York sekaligus penulis buku “The Cinderella Complex: Women's Hidden Fear of Independence”. Ia menjelaskan bahwa perempuan pada umumnya tidak dididik untuk menghadapi ketakutannya, dan tidak diajarkan mengatasi segala masalahnya sendiri.

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Mengidap Cinderella Complex?

Sejauh ini, sindrom Cinderella Complex memang belum diteliti secara mendalam, karena merupakan suatu istilah populer saja yang mencuat di kalangan masyarakat. Jadi, sindrom Cinderella Complex belum bisa dijadikan sebagai sebuah gangguan secara psikologis. Namun demikian, sindrom Cinderella Complex cukup dekat kaitannya dengan gangguan psikologis, yaitu gangguan kepribadian dependen. Gangguan kepribadian dependen merupakan gangguan kepribadian di mana seseorang sangat tergantung dengan orang lain, sehingga nyaris tidak sanggup untuk hidup mandiri.

Dalam sebuah buku berjudul "The Cinderella Complex: Women's Hidden Fear of Independence" (1981) Collete Dowling menjelaskan sindrom Cinderella Complex sebagai sebuah keinginan di bawah ketidaksadaran untuk diurus oleh orang lain atau keadaan yang dialami seorang perempuan di mana ia sangat ingin dilindungi dan membutuhkan seorang pria sebagai tameng dalam kehidupannya.


Penyebab Sindrom Cinderella Complex

Sindrom ini dapat disebabkan oleh perbedaan pola asuh antara anak laki-laki dan anak perempuan. Sebab, sindrom Cinderella Complex erat kaitannya dengan pola asuh anak. Anak perempuan cenderung lebih sedikit menerima dorongan untuk menjadi mandiri dengan pola asuh orang tua yang lebih protektif pula, serta sedikit tekanan untuk membangun identitas diri yang kuat. Hubungan antar anak perempuan dan orangtua yang cenderung lebih harmonis juga memiliki andil kuat dalam eksplorasi anak yang kurang memadai terhadap nilai-nilai kemandirian. Akibatnya, anak perempuan cenderung memiliki keterampilan hidup yang alakadarnya dan kepercayaan diri yang kurang, karena mereka hanya tahu cara menggantungkan hidup pada orang lain. Sementara anak laki-laki ditempa sangat keras untuk menguasai diri sendiri dan lingkungan sekitar, dan dipaksa untuk meninggalkan sikap manja dan ketergantungan, karena kedua sikap ini dianggap kewanitaan.

Penyebab lainnya adalah kebiasaan memanjakan anak perempuan. Pengidap sindrom Cinderella Complex ini biasanya memiliki masa kecil yang dimanja, sehingga tidak diajarkan utnuk menerima kenyataan hidup. Mereka diberikan banyak harapan tentang kisah yang berakhir bahagia tanpa mengetahui bahwa akhir yang bahagia adalah hasil dari perjalanan atau proses panjang dari suatu upaya dan perjuangan.

Baca juga4 Fakta Mengenai Sindrom Ciderella Complex


Tanda dan Gejala Sindrom Cinderella Complex

Bukan hanya wanita yang terlihat manja, bahkan wanita yang terlihat mandiri pun bisa mengalami tanda-tanda sindrom cinderella complex. Meskipun tidak ada gejala yang khusus, tetapi umumnya wanita pengidap sindrom cinderella complex mengalami beberapa hal, seperti:

1. Cenderung menerima terhadap segala keputusan dan pilihan dari pasangan.

2. Pengidap cinderella complex kerap mendambakan pasangan yang bisa jadi sebagai penyelamat, melindungi, mengayomi, dan juga menyediakan segala kebutuhannya.

3. Mereka akan merasa cemas saat memikirkan hidup sendirian.

4. Kesulitan menentukan sebuah keputusan besar dalam hidup. Biasanya, mereka membutuhkan pendapat atau masukan dari orang lain.

5. Kesulitan mempertahankan suatu pekerjaan.

6. Lebih menyukai berperan sebagai ibu rumah tangga tanpa ada pekerjaan lain.

7. Sering mengungkapkan perasaan bahwa mereka ingin diperhatikan.

8. Terkadang mereka akan merasa diperlakukan secara buruk oleh seseorang saat tidak sesuai dengan keinginan atau ekspektasi dari pengidap sindrom cinderella complex.

Jika kamu mengalami salah satu tanda dari gejala diatas, sebaiknya jangan langsung berpikir kamu mengalami sindrom cinderella complex. Sebaiknya periksakan kondisi kesehatan pada psikolog di rumah sakit terdekat. Apalagi jika gejala yang kamu rasakan menyebabkan kamu mengalami gangguan kecemasan yang memburuk ketika memikirkan tanggung jawab atas kehidupan dan kesejahteraan diri kamu sendiri.


Pengobatan Sindrom Cinderella Complex

Cukup sulit sebenarnya mengatakan bahwa sebuah gangguan psikologis, atau masalah psikologis bisa “sembuh” atau tidak. Hal ini disebabkan karena banyak mereka yang mengalami masalah psikologis ini, merasa bahwa mereka baik-baik saja, sehingga tidak kooperatif. Oleh karena itu, apabila kamu ingin membantu “menyembuhkan” masalah sindrom Cinderella Complex ini, hal pertama yang harus kamu ketahui adalah apakah mereka yang mengidap sindrom Cinderella Complex tersebut sadar, bahwa terdapat sesuatu yang salah di dalam dirinya atau tidak.

Jika sikap “manja” yang kamu miliki sudah mulai mengganggu aktivitas sehari, dan membuat kamu sangat bergantung dengan orang lain, sebaiknya segeralah berbicara dengan dokter. Tujuannya untuk mengidentifikasi penyebab sikap tersebut, serta mencari penanganan yang tepat.

Baca jugaInilah Cara Tepat Mengatasi Cinderella Complex


Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter guna mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu.

 

Referensi:
The New York Times Magazine. Diakses pada 2021. The Cinderella Syndrome.
Healthgrades. Diakses pada 2021. Cinderella Syndrome: Signs You Have It and How to Comeover It.


Diperbarui pada 7 April 2021.