Sindrom Cinderella Complex

Pengertian Sindrom Cinderella Complex

Istilah sindrom Cinderella Complex (CC) merupakan istilah psikiatri modern yang pertama kali dicetuskan oleh Colette Dowling, seorang terapis asal New York sekaligus penulis buku “The Cinderella Complex: Women's Hidden Fear of Independence”. Ia menjelaskan bahwa perempuan pada umumnya tidak dididik untuk menghadapi ketakutannya, dan tidak diajarkan mengatasi segala masalahnya sendiri.

Sejauh ini, sindrom Cinderella Complex memang belum diteliti secara mendalam, karena merupakan suatu istilah populer saja yang mencuat di kalangan masyarakat. Jadi, sindrom Cinderella Complex belum bisa dijadikan sebagai sebuah gangguan secara psikologis. Namun demikian, sindrom Cinderella Complex cukup dekat kaitannya dengan gangguan psikologis, yaitu gangguan kepribadian dependen. Gangguan kepribadian dependen merupakan gangguan kepribadian di mana seseorang sangat tergantung dengan orang lain, sehingga nyaris tidak sanggup untuk hidup mandiri.

Dalam sebuah buku berjudul "The Cinderella Complex: Women's Hidden Fear of Independence" (1981) Collete Dowling menjelaskan sindrom Cinderella Complex sebagai sebuah keinginan di bawah ketidaksadaran untuk diurus oleh orang lain atau keadaan yang dialami seorang perempuan di mana ia sangat ingin dilindungi dan membutuhkan seorang pria sebagai tameng dalam kehidupannya.

Penyebab Sindrom Cinderella Complex

Sindrom ini dapat disebabkan oleh perbedaan pola asuh antara anak laki-laki dan anak perempuan. Sebab, sindrom Cinderella Complex erat kaitannya dengan pola asuh anak. Anak perempuan cenderung lebih sedikit menerima dorongan untuk menjadi mandiri dengan pola asuh orang tua yang lebih protektif pula, serta sedikit tekanan untuk membangun identitas diri yang kuat. Hubungan antar anak perempuan dan orangtua yang cenderung lebih harmonis juga memiliki andil kuat dalam eksplorasi anak yang kurang memadai terhadap nilai-nilai kemandirian. Akibatnya, anak perempuan cenderung memiliki keterampilan hidup yang alakadarnya dan kepercayaan diri yang kurang, karena mereka hanya tahu cara menggantungkan hidup pada orang lain. Sementara anak laki-laki ditempa sangat keras untuk menguasai diri sendiri dan lingkungan sekitar, dan dipaksa untuk meninggalkan sikap manja dan ketergantungan, karena kedua sikap ini dianggap kewanitaan.

Penyebab lainnya adalah kebiasaan memanjakan anak perempuan. Pengidap sindrom Cinderella Complex ini biasanya memiliki masa kecil yang dimanja, sehingga tidak diajarkan utnuk menerima kenyataan hidup. Mereka diberikan banyak harapan tentang kisah yang berakhir bahagia tanpa mengetahui bahwa akhir yang bahagia adalah hasil dari perjalanan atau proses panjang dari suatu upaya dan perjuangan.

Tanda dan Gejala Sindrom Cinderella Complex

  • Seorang perempuan pengidap Cinderella Complex mendambakan pasangan penyelamat, seseorang yang dapat melindungi, mengayomi, dan menyediakan segala kebutuhan hidupnya.
  • Sindrom Cinderella Complex mengarah pada perilaku yang tidak efektif dalam pekerjaan, merasa cemas akan kesuksesan, hingga pada tahap ketakutan bahwa kemandiriannya akan menghilangkan esensi feminitas dirinya sebagai seorang perempuan.

Pengobatan Sindrom Cinderella Complex

Cukup sulit sebenarnya mengatakan bahwa sebuah gangguan psikologis, atau masalah psikologis bisa “sembuh” atau tidak. Hal ini disebabkan karena banyak mereka yang mengalami masalah psikologis ini, merasa bahwa mereka baik-baik saja, sehingga tidak kooperatif. Oleh karena itu, apabila kamu ingin membantu “menyembuhkan” masalah sindrom Cinderella Complex ini, hal pertama yang harus kamu ketahui adalah apakah mereka yang mengidap sindrom Cinderella Complex tersebut sadar, bahwa terdapat sesuatu yang salah di dalam dirinya atau tidak.

Jika sikap “manja” yang kamu miliki sudah mulai mengganggu aktivitas sehari, dan membuat kamu sangat bergantung dengan orang lain, sebaiknya segeralah berbicara dengan dokter. Tujuannya untuk mengidentifikasi penyebab sikap tersebut, serta mencari penanganan yang tepat.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter guna mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat.