• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Gangguan Kepribadian

Gangguan Kepribadian

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Gangguan Kepribadian

Pengertian Gangguan Kepribadian

Kepribadian sangat penting untuk mendefinisikan siapa kita sebagai individu. Kepribadian melibatkan perpaduan unik dari sifat-sifat, termasuk sikap, pikiran, perilaku, dan suasana hati. Beberapa karakteristik kepribadian individu dapat diwariskan atau dibentuk oleh peristiwa dan pengalaman hidup.

Orang dengan gangguan kepribadian memiliki pola berpikir dan bertindak yang berbeda dari apa yang masyarakat anggap normal. Selain itu, pengidap umumnya memiliki keterampilan penyelesaian masalah yang buruk dan kesulitan membentuk hubungan yang sehat dengan orang lain.

Penyebab Gangguan Kepribadian

Kasus gangguan kepribadian umumnya dimulai pada masa remaja dan memasuki usia dewasa. Faktor yang memicu dan meningkatkan risiko gangguan ini, termasuk:

  • Adanya kelainan pada struktur atau komposisi kimia di dalam otak.
  • Adanya riwayat gangguan kepribadian atau penyakit mental lainnya dalam keluarga.
  • Menghabiskan masa kecil di dalam kehidupan keluarga yang kacau.
  • Perasaan diabaikan sejak kanak-kanak.
  • Mengalami pelecehan sejak kanak-kanak, baik dalam bentuk verbal maupun fisik.
  • Tingkat pendidikan yang rendah.
  • Hidup di tengah-tengah keluarga berekonomi sulit.

Sebagian besar gejala yang muncul umumnya disebabkan oleh gabungan dari situasi atau latar belakang pengidap yang tidak menyenangkan. Kondisi ini “bertemu” dengan gen yang membentuk emosi yang diwariskan dari kedua orang tua.

Gejala Gangguan Kepribadian

Gangguan kepribadian dibagi menjadi tiga kelompok, dengan gejala yang berbeda-beda. Berikut ini kelompok dan penjelasannya masing-masing:

  1. Gangguan Kepribadian Kelompok A

Gangguan pada kelompok ini biasanya ditandai dengan gejala pemikiran dan perilaku yang aneh. Ini gangguan yang termasuk ke dalam kelompok A:

  • Gangguan kepribadian skizotipal. Pengidap memiliki tingkah laku aneh dan cara bicara yang tidak wajar, serta kerap terlihat cemas atau tidak nyaman dalam situasi sosial.
  • Gangguan kepribadian skizoid. Pengidap memiliki sifat yang dingin, sulit menikmati momen apa pun, tidak bergeming saat dikritik atau dipuji, dan tidak tertarik menjalin hubungan pertemanan dengan siapa pun.
  • Gangguan kepribadian paranoid. Pengidap sering merasa curiga dan tidak percaya terhadap orang lain karena takut memanipulasi atau merugikan. Hal ini termasuk pada pasangan.
  1. Gangguan Kepribadian Kelompok B

Gangguan pada kelompok ini memiliki pola pikir dan perilaku yang tidak bisa diprediksi, emosi berlebihan, dan dramatis. Ini gangguan yang termasuk ke dalam kelompok B:

  • Gangguan kepribadian ambang. Pengidap cenderung memiliki dorongan untuk menyakiti diri sendiri dan tidak stabil secara emosi.
  • Gangguan kepribadian antisosial. Pengidap kerap mengabaikan norma sosial yang berlaku dan tidak memiliki rasa simpati apabila orang lain mengalami kesusahan. 
  • Gangguan kepribadian narsistik. Pengidap merasa yakin bahwa dirinya lebih istimewa dibandingkan orang lain. Mereka cenderung arogan dan terus-menerus mengharapkan pujian.
  • Gangguan kepribadian histrionik. Pengidap terlalu mencemaskan penampilan, cenderung dramatis dalam berbicara, dan selalu mencari perhatian.
  1. Gangguan Kepribadian Kelompok C

Meski ciri-ciri tiap gangguan yang masuk dalam kelompok ini berbeda-beda, ada satu komponen yang sama, yaitu rasa cemas dan ketakutan. Ini gangguan yang termasuk ke dalam kelompok C:

  • Gangguan kepribadian dependen. Pengidap akan sangat tergantung pada orang lain dalam hal apa pun. Akibatnya, pengidap tidak bisa membuat keputusan dan mengemban tanggung jawab sendiri tanpa bantuan orang lain.
  • Gangguan kepribadian menghindar. Pengidap akan menghindar dari kontak sosial, terutama dalam kegiatan baru yang melibatkan orang asing. Penghindaran ini dilakukan akibat malu dan tidak percaya diri.
  • Gangguan kepribadian obsesif kompulsif. Pengidap memiliki kepribadian yang perfeksionis. Mereka sering kali mereka stres apabila hasil pekerjaan tidak sesuai dengan standar mereka yang tinggi.

Diagnosis Gangguan Kepribadian

Jika dokter mencurigai adanya gangguan kepribadian, diagnosis dilakukan beberapa cara berikut ini:

  • Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan mendalam tentang kesehatan pengidap. Dalam beberapa kasus, gejala mungkin terkait dengan masalah kesehatan fisik yang mendasari. 
  • Evaluasi psikiatri. Pemeriksaan dilakukan dengan diskusi tentang pikiran, perasaan, dan perilaku pengidap, termasuk kuesioner untuk membantu menentukan diagnosis.
  • Kriteria diagnostik berdasarkan DSM-5. Pemeriksaan dilakukan dengan membandingkan gejala dengan kriteria dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).

Pengobatan Gangguan Kepribadian

Langkah pengobatan yang dilakukan akan tergantung pada jenis penyakit, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan masing-masing pengidap. Terkadang pendekatan tim diperlukan untuk memastikan semua kebutuhan psikiatri, medis, dan sosial pengidap terpenuhi dengan baik. 

Jika gejala sudah cukup lama dialami, pengobatan kadang memerlukan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Berikut ini beberapa jenis pengobatan yang dilakukan oleh pengidap:

  • Psikoterapi

Selama psikoterapi dilakukan, pengidap akan mempelajari tentang kondisi diri sendiri terkait suasana hati, perasaan, pikiran, dan perilaku. Pengidap juga akan belajar mengatasi stres dan mengelola gejala yang dialami. Psikoterapi dapat diberikan dalam sesi individu, terapi kelompok, atau melibatkan dan teman.

  • Obat-obatan

Tidak ada obat yang secara khusus disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk mengobati gangguan kepribadian. Namun, beberapa jenis obat psikiatri dapat membantu dengan berbagai gejala gangguan kepribadian.

    • Antidepresan. Antidepresan mungkin berguna jika Anda memiliki suasana hati yang tertekan, marah, impulsif, mudah tersinggung atau putus asa, yang mungkin terkait dengan gangguan kepribadian.
    • Stabilisator suasana hati. Seperti namanya, penstabil suasana hati dapat membantu meredakan perubahan suasana hati atau mengurangi iritabilitas, impulsif, dan agresi.
    • Obat antipsikotik. Juga disebut neuroleptik, ini mungkin membantu jika gejala Anda termasuk kehilangan kontak dengan kenyataan (psikosis) atau dalam beberapa kasus jika Anda memiliki masalah kecemasan atau kemarahan.
    • Obat anti kecemasan. Ini dapat membantu jika Anda mengalami kecemasan, agitasi, atau insomnia. Tetapi dalam beberapa kasus, mereka dapat meningkatkan perilaku impulsif, sehingga mereka dihindari pada jenis gangguan kepribadian tertentu.
  • Program Perawatan Rumah Sakit

Dalam kasus yang parah, gangguan kepribadian perlu mendapat perawatan di rumah sakit. Langkah ini sangat disarankan bagi penderita yang tidak mampu merawat diri sendiri atau bahkan berpotensi melukai diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.

  • Perawatan Rumahan

Perawatan rumahan dapat dilakukan sebagai penunjang ketika kamu tengah melakukan pengobatan. Berikut ini beberapa langkah yang dilakukan:

  • Jangan melewatkan sesi terapi yang sudah direncanakan. Upaya ini dapat digunakan untuk mengelola gejala yang muncul.
  • Konsumsi obat sesuai dengan petunjuk dokter, bahkan jika kamu sudah merasa jauh lebih sehat.
  • Aktif secara fisik. Aktivitas fisik dapat membantu mengelola gejala depresi, stres, dan cemas. Tetap aktif bergerak juga dapat melawan efek dari beberapa obat yang menyebabkan penambahan berat badan. 
  • Hindari narkotika dan alkohol. Keduanya dapat memperburuk gejala atau berinteraksi dengan obat yang diberikan dokter.

Komplikasi Gangguan Kepribadian

Komplikasi gangguan kepribadian terjadi akibat gejala yang muncul tidak segera diatasi. Hal ini berdampak pada terganggunya kehidupan pribadi, termasuk hilangnya produktivitas, tidak bisa melakukan aktivitas harian, merasa tidak bahagia, dan perasaan terpenjara.

Selain itu, pengidap akan mengalami masalah dengan hubungan, pekerjaan atau sekolah, dan menyebabkan isolasi sosial. Jika sudah begitu, pengidap berisiko mengalami penyalahgunaan alkohol atau narkoba, perilaku kekerasan atau merusak diri sendiri, bahkan bunuh diri. 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami atau menemukan sejumlah gejala di atas pada orang terdekat, disarankan untuk segera menemui psikolog atau psikiater di rumah sakit terdekat. Penanganan yang tepat dapat menurunkan risiko terjadinya efek samping yang ditimbulkan. Kamu juga bisa membaca informasi lain seputar kesehatan dengan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Personality disorders.
Medline Plus. Diakses pada 2022. Personality Disorders.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Personality Disorders.