Sindrom Guillain Barre

Pengertian Sindrom Guillain-Barre

Sindrom Guillain-Barre atau GBD adalah penyakit saraf yang jarang ditemukan. Penyakit ini menyerang sistem saraf tepi, yaitu sistem saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. GBS dapat menyerang semua usia, walaupun lebih sering ditemukan pada orang dewasa dan lanjut usia. Perempuan dan laki-laki memiliki risiko yang sama untuk terserang GBS. Diestimasikan GBS menyerang 100.000 orang setiap tahunnya.

Gejala Sindrom Guillain-Barre

Gejala pertama yang muncul adalah kesemutan pada kaki atau tangan, terkadang disertai rasa nyeri yang berawal di bagian tungkai atau punggung. Gejala lainnya yaitu kelemahan tubuh yang ditandai dengan kesulitan berjalan. Pada kebanyakan kasus, kelemahan dimulai dari tungkai lalu menjalar ke atas (bersifat asenden), tetapi dapat juga dimulai dari mata. Pada fase lanjut, kelemahan dapat menyerang otot-otot pernafasan yang dapat berakibat fatal. Pada kebanyakan orang, gejala mencapai tingkat keparahan paling berat dua minggu setelah gejala pertama muncul.

Selain kelemahan otot, individu dengan GBS dapat mengalami gangguan penglihatan akibat lemahnya otot-otot sekitar mata, kesulitan menelan, bicara dan mengunyah, sensasi seperti tertusuk jarum pada tangan dan hati, dan rasa nyeri yang cenderung memburuk pada malam hari. Individu juga dapat mengalami gangguan koordinasi, dengan ciri postur yang tidak stabil, gangguan detak jantung dan tekanan darah, serta gangguan pencernaan dan kontrol buli-buli.

Gejala dapat berbeda pada tiap individu, mulai dari hitungan jam, hari atau berminggu-minggu. Pada fase akhir, individu dengan GBS mengalami paralisis total, termasuk paralisis otot pernafasan, sehingga perlu disokong oleh alat bantu napas.

Penyebab dan Faktor Risiko Sindrom Guillain-Barre

Sel saraf tepi memiliki axon yang dilapisi oleh selubung mielin yang bertugas untuk mempercepat hantaran impuls listrik. Pada GBS, terjadi proses demielinisasi yang ditandai dengan terjadinya kerusakan pada selubung ini. Bukan hanya selubung mielin yang terganggu, kerusakan juga dapat menyerang axon yang diselubunginya.

GBS merupakan penyakit autoimun, yang artinya kerusakan selubung tersebut disebabkan oleh komponen sistem imun tubuh penderita. Hal ini seringkali dipicu oleh infeksi oleh bakteri atau virus. Bakteri yang sering dikaitkan dengan terjadinya GBS adalah campylobacter yang menyerang sistem pencernaan. Virus yang sering dikaitkan dengan GBS adalah virus Epstein-Barr, cytomegalovirus, dan HIV.

Diagnosis Sindrom Guillain-Barre

Diagnosis dilakukan melalui wawancara, biasanya dokter menanyakan adanya infeksi tenggorokan maupun pencernaan yang terjadi sebelum gejala GBS muncul. Pada pemeriksaan neurologis juga akan ditemukan adanya kelainan sensorik seperti kesemutan dan kelainan motorik seperti kelemahan anggota tubuh. Sebagai penunjang diagnosis, dapat dilakukan studi konduksi saraf untuk mengukur kecepatan sinyal saraf dan elektromiografi untuk mengukur aktivitas saraf terhadap otot.

Penanganan Sindrom Guillain-Barre

GBS merupakan penyakit autoimun sehingga pengobatan ditujukan untuk menangani aktivitas abnormal antibodi yang menyerang saraf perifer. Hal ini dilakukan dengan pemberian imunoglobulin intravena (IVIg) yang diambil dari donor sehat dengan tujuan melawan imunoglobulin penderita dan meredakan gejala.

Tata laksana lain yang dapat dilakukan ialah plasmaferesis yaitu penggantian plasma darah untuk menyaring plasma penderita. Metode ini menggunakan mesin khusus. Darah pengidap akan disaring lalu dialirkan kembali ke tubuh penderita. Hal ini juga dapat memicu tubuh penderita untuk memproduksi plasma baru yang sehat.

Kedua metode ini dilakukan secara rutin selama beberapa minggu setelah gejala muncul. Penanganan lain untuk penderita GBS bersifat suportif, tergantung pada gejala yang dialami. Contohnya adalah memberikan alat bantu nafas pada pasien dengan kelemahan otot pernafasan. Upaya untuk memperbaiki kelemahan motorik, dokter sering menyarankan fisioterapi secara rutin yang meliputi terapi wicara untuk memulihkan kemampuan menelan dan bicara.

Pencegahan Sindrom Guillain-Barre

Penyebab GBS belum bisa ditentukan secara pasti sehingga pencegahan sulit untuk dilakukan. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab jelas sehingga strategi pencegahan dapat dikembangkan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika mengalami gejala-gejala di atas agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.