Skizofrenia

Pengertian Skizofrenia

Skizofrenia merupakan penyakit gangguan mental kronis yang membuat pengidap mengalami delusi, halusinasi dan adanya perubahan sikap. Penyakit skizofrenia ini sering disebut dengan gangguan jiwa karena pengidap sulit membedakan antara kenyataan dan pikiran yang ada di diri sendiri.

Tanda dan Gejala Skizofrenia

Terdapat dua kategori gejala skizofrenia, yaitu kategori positif dan negatif. Berikut penjelasan dari 2 kategori gejala penyakit tersebut:

1. Gejala Negatif
Gejala skizofrenia negatif adalah hilangnya sifat dan kemampuan yang biasanya terdapat pada diri orang normal seperti hilang konsentrasi, jam tidur yang berubah, hilang minat dan motivasi hidup dan tidak mau bersosialisasi dan tidak nyaman saat dengan orang lain. Ciri-ciri orang yang mengidap gejala skizofrenia negatif, yaitu terlihat apatis dan datas secara emosi, tidak peduli terhadap penampilan diri sendiri dan menarik diri dari pergaulan.

2. Gejala Positif
Biasanya berupa delusi, halusinasi, pikiran kacau dan adanya perubahan perilaku.

Penyebab Skizofrenia

Beberapa faktor yang menjadi penyebab skizofrenia, yaitu:

  • Bentuk struktur otak dan sistem saraf pusat yang tidak normal.
  • Faktor genetik dari orangtua.
  • Kekurangan oksigen, kekurangan nutrisi dan terkena virus saat didalam kandungan.
  • Lahir dengan kondisi prematur.
  • Peningkatan aktivasi pada sistem kekebalan tubuh.
  • Ketidakseimbangan kadar serotinin dan dopamine.
  • Peningkatan aktivasi pada sistem kekebalan tubuh.
  • Penyalahgunaan dari obat-obat terlarang.

Pengobatan Skizofrenia

Menangani skizofrenia dapat menggunakan beberapa cara seperti mengombnasikan obat-obatan melalui terapi psikologis. Obat dengan resep pada pengobatan skizofrenia ini adalah antipsikotik yang dapat memengaruhi zat neurotransmiter didalam otak, yang bisa menurunkan rasa cemas, menurunkan atau mencegah halusinasi serta halusinasi dan membantu menjaga kemampuan berpikir.

Pengobatan skizofrenia pun bisa dilakukan dengan penanganan terapi psikologis. Melalui terapi tersebut, pengidap diajari cara mengatasi stres dan mengendalikan penyakit, meningkatkan kemampuan komunikasi dan mengembangkan kemampuan pengidap dalam bekerja.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter guna mendapat penangaan yang tepat.