Suara Serak

Pengertian Suara Serak

Suatu kondisi yang menyebabkan kesulitan produksi, perubahan serta penurunan kualitas suara. Suara tersebut mungkin terdengar lemah, berat, kasar, parau, atau terjadi perubahan volume.

 

Gejala Suara Serak

Kelainan pada laring, gejala pada umumnya berupa stridor, rasa terbakar/iritasi pada tenggorokan, sakit saat menelan, sulit menelan, napas tersumbat, dan lainnya.

Adapun beberapa keadaan suara yang dianggap tidak normal adalah:

  1. Suara serak, kasar, seperti suara bernafas, yang berlangsung lama (kronis).
  2. Suara yang keluar terlampau keras atau terlalu lemah.
  3. Sering terdapat puncak suara yang pecah.
  4. Suara hiponasal atau hipernasal.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Suara Serak

Terdapat beberapa macam penyebab suara serak, yaitu dapat berupa radang, tumor (neoplasma). Paralisis otot-otot laring (seperti post stroke), dan kelainan laring, gangguan pita suara, dan lainnya. Setiap lesi pada laring menyebabkan perubahan gerakan gelombang suara dan menyebabkan penyimpangan modulasi udara.  

Beberapa faktor risikonya adalah merokok, lingkungan udara tidak bersih, refluks gastroesofagus, penggunaan pita suara berlebihan, penggunaan steroid jangka panjang, batuk, dan lainnya.

 

Diagnosis Suara Serak

Pemeriksaan harus meliputi pemeriksaan lengkap telinga, hidung, dan tenggorok (THT). Diagnosis sebagian besar dilakukan dengan observasi suara, dan pemeriksaan laring dengan cermin.

Pemeriksaan tambahan yang sering dilakukan adalah glottografi, stroboscopic, imaging, pengukuran aerodinamik, dan akustik.

 

Penanganan Suara Serak

Secara umum untuk gangguan suara yang disebabkan oleh infeksi atau inflamasi dapat diterapi dengan pengobatan sesuai penyebab dan antiinflamasi. Bila terdapat benjolan atau massa dapat dilakukan dengan pembedahan.

 

Pencegahan Suara Serak

Kondisi suara serak dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal berikut ini, yaitu:

  • Mengevaluasi apakah memiliki infeksi jamur.
  • Mengistirahatkan pita suara.
  • Mengkonsumsi banyak cairan.
  • Menghindari asap, merokok, dan alkohol.
  • Mengurangi kontak dengan iritan seperti debu dan zat kimia.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika sudah mengalami gejala di atas dan suara serak mengganggu aktivitas, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. Untuk melakukan pemeriksaan, bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit yang dekat domisili kamu di sini.