Taeniasis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Taeniasis 

Taeniasis merupakan penyakit yang yang disebabkan oleh infeksi cacing pita. Cacing pita ini bisa menjangkiti manusia dan hewan. Meski infeksi cacing ini bisa ditangani dengan mudah, infeksi ini bisa menyebar ke organ lainnya di dalam tubuh. Kondisi inilah yang bisa berujung pada masalah kesehatan lainnya yang lebih serius.

Cacing pita memiliki ukuran tubuh yang besar, beberapa di antaranya bisa tumbuh hingga 9 meter di dalam tubuh. Sayangnya, pengidap taeniasis tidak mengetahui keberadaan cacing di dalam tubuhnya. Kondisi ini baru disadari ketika mereka melihat bagian tubuh cacing yang keluar saat buang air besar.

 

Faktor Risiko Taeniasis

Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih berisiko terkena taeniasis adalah:

  • Kebersihan buruk bisa meningkatkan risiko tertular infeksi cacing pita melalui mulut.

  • Kontak dengan kotoran hewan. Risiko ini akan lebih besar bagi seseorang yang bekerja di peternakan, taitu ketika pembuangan kotoran manusia dan hewan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

  • Bepergian ke negara-negara berkembang. Sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko untuk terkena infeksi.

  • Mengonsumsi daging mentah atau kurang matang, cara memasak yang tidak benar tidak bisa membunuh telur dan larva cacing pita yang ada dalam daging.

  • Hidup di kawasan endemik taeniasis.

  • Mengidap kondisi medis tertentu seperti AIDS atau HIV, diabetes, penerima transplantasi organ, hingga kemoterapi yang bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Benarkah Konsumsi Daging Babi Bisa Sebabkan Taeniasis?

 

Penyebab Taeniasis

Taeniasis terjadi saat telur atau larva cacing pita masuk ke dalam tubuh. Jika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman terkontaminasi kotoran manusia atau hewan yang mengandung cacing pita, maka ia menelan telur cacing pita berukuran kecil. Setelah tertelan, telur akan berkembang menjadi larva di saluran pencernaan.

Manusia bisa menelan larva cacing pita yang tersembunyi pada daging hewan yang mentah atau dimasak tidak matang. Cacing pita dewasa bisa memanjang sampai 15 meter dan mampu bertahan hidup hingga 30 tahun dalam tubuh inangnya.

Berikut jenis-jenis cacing pita yang bisa menginfeksi tubuh manusia.

  • Cacing pita daging sapi dan daging babi.

  • Cacing pita ikan.

  • Cacing pita kerdil.

  • Cacing pita anjing.

 

Gejala Taeniasis

Sebagian besar kasus taeniasis umumnya tak menimbulkan gejala. Dengan kata lain, pengidapnya tak merasakan keanehan di dalam tubuhnya. Namun, ada pula beberapa pengidapnya yang mengalami berbagai keluhan atau gejala. Gejala yang timbulnya atau dirasakan bisa bergantung pada jening cacing pita yang masuk ke dalam tubuh.

Berikut beberapa gejala yang mungkin dialami oleh pengidap taeniasis.

  • Rasa nyeri pada perut bagian atas.

  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.

  • Mual dan muntah.

  • Nafsu makan menurun.

  • Gangguan pencernaan (diare).

  • Iritasi pada sekitar anus.

  • Sakit kuning.

  • Pada tinja terlihat cacing atau telur cacing.

Jika larva cacing bermigrasi keluar dari usus dan membentuk kista pada jaringan tubuh lain, maka pengidap taeniasis akan merasakan beberapa gejala seperti:

  • Munculnya benjolan.

  • Sakit kepala.

  • Infeksi bakteri.

  • Batuk atau nyeri pada paru-paru akibat abses (nanah).

  • Reaksi alergi terhadap larva.

  • Gejala neurologis, termasuk kejang-kejang.

Baca juga: Waspada, Taeniasis Dapat Sebabkan Gangguan Saraf

 

Diagnosis Taeniasis

Seperti penyakit pada umumnya, dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksan fisik seputar gejala-gejala yang dialami oleh pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti mengambilan sampel tinja, tes darah lengkan, hingga pemeriksaan pemindaian seperti CT scan, rotgen, hingga MRI bila pasien mengalami infeksi berat.

 

Komplikasi Taeniasis

Infeksi taeniasis yang tak ditangani dengan tepat, bisa memicu bebagai masalah lainnya. Berikut beberapa komplikasi yang mungkin terjadi.

  • Penyakit Hidatidosa.

  • Gangguan sistem saraf pusat dan otak.

  • Terganggunya fungsi organ seperti pada paru-paru atau hati bila larva pindah ke bagian tersebut.

  • Gangguan pencernaan seperti pencernaan tersumbat.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ketahui Cara Penularan Taeniasis

 

Pengobatan Taeniasis

Pada beberapa kasus, pengidap taeniasis bisa sembuh tanpa pengobatan. Cacing pita akan keluar dari tubuh dengan sendirinya. Untuk menangani taeniasis, biasanya dokter akan meresepkan beberapa obat-obatan seperti praziquantel, albendazole, dan nitazoxanide. Namun, obat-obat ini hanya membasmi cacing pita dewasa saja.

Untuk infeksi invasif akan ditangani berdasarkan lokasi dan efek infeksi. Beberapa langkah penanganan untuk infeksi invasif adalah:

  • Antelmintik

    Obat jenis ini bisa membunuh parasit cacing dan membuat cacing keluar dari saluran pencernaan bersama dengan kotoran.

  • Pemasangan Shunt

    Jika infeksi invasif menyebabkan penimbunan cairan pada otak, dokter akan menyarankan pemasangan tabung permanen untuk mengeringkan cairan.

  • Terapi Anti-epilepsi

    Jika taeniasis sampai menyebabkan kejang-kejang, dokter akan menyarankan terapi anti-epilepsi.

  • Pembedahan

    Tindakan pembedahan juga bisa dilakukan dokter untuk mengangkat kista cacing pita yang mengganggu fungsi organ tubuh.

  • Terapi Anti-inflamasi.

    Terapi ini diperlukan karena kista cacing pita yang akan mati bisa menyebabkan peradangan pada jaringan atau organ.

 

Pencegahan Taeniasis

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah teniasis yaitu:

  • Hindari mengonsumsi daging, ikan, dan daging babi yang tidak matang sempurna.

  • Cuci dan masaklah semua buah-buahan serta sayuran sebelum dimakan.

  • Bagi yang memiliki peternakan, buanglah kotoran hewan dan manusia dengan benar, agar tidak mencemari makanan dan minuman.

  • Harap berhati-hati saat mengonsumsi makanan dan minuman ketika berada di kawasan rawan cacing pita (biasanya di negara berkembang).

  • Bawalah hewan peliharaan ke dokter hewan jika terinfeksi cacing pita.

  • Masaklah daging hingga benar-benar matang.

  • Bekukan daging setidaknya 12 jam, dan ikan minimal 24 jam untuk membunuh telur dan larva cacing pita.

  • Cucilah tangan dengan sabun sebelum dan sesudah mengolah makanan, sebelum makan, dan setelah keluar dari toilet.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami tanda dan gejala di atas. Tujuannya untuk mendapatkan saran medis dan penanganan yang tepat.

 
Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Health A-Z. Tapeworms.
Mayo Clinic.  Disease and Conditions. Tapeworm Infection.

Diperbarui pada 23 September 2019