• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Tes Laju Endap Darah (LED)
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Tes Laju Endap Darah (LED)

Tes Laju Endap Darah (LED)

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Tes Laju Endap Darah (LED)Tes Laju Endap Darah (LED)

Pengertian Tes Laju Endap Darah (LED)

Tes laju endap darah adalah pemeriksaan untuk mengukur waktu yang dibutuhkan sel darah merah untuk menggumpal atau mengendap ke dasar tabung reaksi.

Tujuan Tes Laju Endap Darah (LED)

Tujuan pemeriksaan ini untuk mengidentifikasi aktivitas inflamasi atau peradangan dalam tubuh. Tes ini biasanya dilakukan bersama tes lain untuk mendiagnosis dan memantau aktivitas peradangan.

Manfaat Tes Laju Endap Darah (LED)

Tes ini dapat membantu dokter untuk menentukan tingkat keparahan inflamasi dan memantau efek pengobatan. Tes laju endap darah juga berguna untuk mengidentifikasi demam yang penyebabnya tidak jelas, beberapa jenis radang sendi dan gejala yang mempengaruhi otot. 

Selain itu, pemeriksaan ini sering digunakan untuk membantu dokter mendiagnosis kondisi tertentu, seperti giant cell arteritis, polymyalgia rheumatica dan rheumatoid arthritis. 

Kapan Harus Melakukan Tes Laju Endap Darah (LED) ?

Dokter umumnya menyarankan pemeriksaan ini pada pasien yang mengalami tanda-tanda peradangan, seperti:

  • Demam
  • Nyeri sendi atau kaku yang berlangsung lebih dari 30 menit di pagi hari
  • Nyeri bahu, leher, atau panggul
  • Sakit kepala, terutama yang berhubungan dengan nyeri di bahu
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan yang terjadi secara cepat dan drastis

Pasien yang mengalami gangguan pencernaan, seperti diare, BAB berdarah, atau nyeri perut yang yang tidak kunjung sembuh juga disarankan melakukan tes ini.

Prosedur Tes Laju Endap Darah (LED)

Petugas medis mengambil sampel darah yang kemudian disimpan dalam wadah khusus. Sampel kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis. Dokter menempatkan sebagian sampel darah ke dalam tabung reaksi untuk mengukur tinggi endapan yang terbentuk dalam rentang waktu satu jam. 

Sisa sampel lainnya biasanya digunakan untuk pemeriksaan lain, seperti pemeriksaan darah lengkap. Jika tubuh menghasilkan protein yang membuat sel darah merah menggumpal, artinya pasien mengalami peradangan. Sebab, proses penggumpalan tersebut yang membuat sel darah merah mengendap dan turun ke dasar tabung reaksi. 

Semakin cepat sel darah mengendap, semakin tinggi pula kemungkinan terjadinya peradangan dalam tubuh. Dokter biasanya melakukan pemeriksaan lain, seperti C-reactive protein (CRP) dan tes viskositas darah untuk memastikan diagnosis

Tempat Melakukan Tes Laju Endap Darah (LED)

Sama seperti tes darah pada umumnya, pemeriksaan ini bisa dilakukan klinik, puskesmas, rumah sakit, atau laboratorium kesehatan. Hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc apabila punya pertanyaan lain seputar prosedur di atas.  Download Halodoc sekarang juga!

Banner layanan halodoc
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Sed rate (erythrocyte sedimentation rate)
US. National Library of Medicine. Diakses pada 2022. Sed rate (erythrocyte sedimentation rate)
Healthline. Diakses pada 2022. Sed rate (erythrocyte sedimentation rate)